By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Kasus Anak PRT Benhil, Institut Sarinah: Indikasi Kelalaian Serius Aparat, Kompolnas Harus Turun
Tamansiswa: Membangun Pedagogi Indonesia
Negeri Kaya, Buruh Sengsara: Saat Negara Menjadi Pelayan Modal
Aliansi PERISAI Tegaskan “MayDay Bukan Pesta”, Serukan Aksi Nasional di Berbagai Daerah
Mahasiswa Apatis, Ketua DPK GMNI STIE Indonesia Jakarta Soroti Sikap Individualis dan Pentingnya Kesadaran Kolektif

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Kritik Pernyataan Imanuel, Eksponen GMNI: Ada Pelecehan Demokrasi yang Ditutupi Demi Memenangkan Pilpres

Marhaenist Indonesia
Marhaenist Indonesia Diterbitkan : Senin, 19 Februari 2024 | 15:34 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Foto: Bendera GMNI/Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Eksponen Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menyayangkan pernyataan Imanuel Chayadi yang mengatasnamakan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI dengan pernyataan agar semua pihak menerima hasil Pemilu 2024. Mulai dari Pemilihan Presiden (Pilpres) hingga Pemilihan Legislatif (Pileg) yang dimuat Detik.com dengan judul “GMNI Harap Semua Pihak Terima Hasil Pemilu: Representasi Suara Rakyat”, yang terbit pada Minggu (18/2/2024).

Hal ini disampaikan Fais salah satu kader GMNI aktif yang mengangap penyataan tersebut sesunggunya hanya melegitimasi dan melegalkan pelecehan demokrasi yang dilakukan Pemerintah untuk memenangkan Prabowo-Gibran dan menutupinya, hanya saja cara menutupinya dibungkus sedemikian rupa dengan pernyataan pesan kedamaian demi bangsa dan negara.

“Masyarakat Indonesia sudah tahu soal pelecehan demokrasi, mulai dari Permainan Paman Usman yang membuat pintu masuk untuk Gibran, Permainan Ketua KPU yang meloloskan Gibran sebelum adanya kepusutsan MK, hingga Politisasi Bansos dll, sehingga perhelatan Pilpres menjadi tidak fair. Itulah yang menjadi kritik elemen masyarakat hingga saat ini, jadi stagment Imanuel dengan nama GMNI adalah cara untuk menyampaikan pesan bahwa itu semua bukanlah masalah kepada masyarakat Indonesia,” ucap Fais, Senin (19/2/2024).

Apalagi kata Fais, pernyataan Imanuel dengan mengatasnamakan GMNI, telah merendahkan marwah GMNI sebagai organisasi ideologis dan independen. Karena Imanuel berbicara dalam kapasitasnya sebagai Tim TKN Prabowo-Gibran untuk membela Capresnya dan agar kelihatan independen, ia mengatasnamakan GMNI sebagai organisasi independen.

“Setahu saya ia (Imanuel) itu GMNI Ilegal. Tidak punya legitimasi hukum. Apalagi secara konstitusi, ia bukan lagi kader GMNI aktif karena telah masuk dalam skuad TKN Prabowo-Gibran yang melanggar Independensi GMNI sehingga membuatnya sudah tidak pantas lagi membawa nama GMNI aktif. Dan ia juga telah menjadikan GMNI sebagai alat transaksi kekuasaan untuk kepentingan pribadinya dan memenangkan Prabowo-Gibran. Ini hal yang sangat memalukan buat GMNI”, ungkap Fais

Baca Juga:   DPC GMNI Jakarta Timur Audiensi dengan BAWASLU Jakarta Timur Bahas Penguatan Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Sebagai kader aktif, bung Fais sangat mengutuk keras tindakan Imanuel karena mengorbankan organisasi dan kader GMNI se-Indonesia hanya untuk keuntungan pribadinya. Pasalnya, tindakan Imanuel telah mengkooptasi organisasi dan menginginkan semua kader GMNI dan Masyarakat Indonesia tak ribut soal kecurangan-kecurangan yang telah merusak demokrasi Indonesia dan menerima Prabowo-Gibran sebagai pemenang.

“Ini tindakan mengkooptasi organisasi untuk kepentingan pribadi. Kita semua pasti punya pilihan politik sebagai warga negara. Sebaiknya pilihan politik disampaikan sebagai pribadi bukan mala dibungkus dengan organisasi. Apalagi Imanuel telah membawa-bawa nama Bung Karno dan lebih fatalnya lagi membawa nama Rakyat Indonesia sebagai suara perwakilan dari Tuhan untuk menguatkan stagmetnya agar dapat dipercaya, sungguh keterlaluan. Semoga Tuhan memberikannya Azab,” tambah Fais.

Selain itu, Fais juga kawatiar akan lahirnya New Orde Baru yang dibungkus dengan misi reformasi, apalagi Capres yang didukung Imanuel itu (Prabowo) masih punya rekam jejak masa lalu tentang pelanggaran HAM dan masih bagian dari kroni Soeharto Orde Baru yang pernah menumbangkan bahkan menghabisi Soekarno dan para pengikutnya.

“Kami kawatir Orde Baru Bangkit lagi, ditambah lagi issu rujuknya Ibu Titiek Suharto yang akan menjadi jembatan keluarga Cendana kembali berkuasa. Sampai saat ini juga Prabowo yang punya masa lalu kelam soal pelanggaran HAM yang belum tuntas karena para korban belum ditemukan sampai saat ini dan ia juga masih bagian dari kroni Orde Baru-Soeharto yang menumbangkan Presiden Soekarno dan menghabisi para pengikutnya dengan keji. Sebagai kader GMNI yang mengagumi Bung Karno, saya tidak sudi menerimanya,” ungkap Fais.

Fais juga mengatakan, GMNI secara organisasi tetap independen terhadap Politik Pilpres untuk tidak memihak kepada salah satu kubu. GMNI hanya mengkritisi perbuatan oknum-oknum yang berbuat zholim terhadap Demokrasi Indonesia dan itu akan menjadi musuh GMNI sampai kapanpun dalam mengobarkan semangat perjuangan bersama Masyarakat dan Massa Marhaen.

Baca Juga:   Peringati Hari Buruh Internasional, GMNI Kendari: Pemda Sultra Harus Memberikan Perlindungan Penuh terhadap Hak Buruh

“GMNI secara organisasi tidak memihak pada siapapun di Pilpres, GMNI hanya menentang siapapun yang berbuat zholim kepada negeri ini, siapapun itu. Termasuk orang-orang yang merusak demokrasi Indonesia dan melegalkannya seperti yang dilakukan Imanuel. GMNI akan mengobarkan bendera perang bersama Masyarakat Indonesia dan Massa Marhaen untuk memberikan perlawalan kepada mereka yang telah melecehkan demokrasi di Indonesia sampai titik darah penghabisan. Merdeka!!!,” tandas Fais sambil teriak merdeka dengan mengangkat tangan kirinya yang terkepal.***

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Kasus Anak PRT Benhil, Institut Sarinah: Indikasi Kelalaian Serius Aparat, Kompolnas Harus Turun
Jumat, 1 Mei 2026 | 10:29 WIB
Tamansiswa: Membangun Pedagogi Indonesia
Kamis, 30 April 2026 | 21:47 WIB
Negeri Kaya, Buruh Sengsara: Saat Negara Menjadi Pelayan Modal
Kamis, 30 April 2026 | 19:07 WIB
Aliansi PERISAI Tegaskan “MayDay Bukan Pesta”, Serukan Aksi Nasional di Berbagai Daerah
Kamis, 30 April 2026 | 18:56 WIB
Mahasiswa Apatis, Ketua DPK GMNI STIE Indonesia Jakarta Soroti Sikap Individualis dan Pentingnya Kesadaran Kolektif
Kamis, 30 April 2026 | 16:59 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

DPK GMNI FAPERTASAINSTEK UNARS Situbondo Kritisi Penulisan Ulang Sejarah: ‘Siapa yang Mengontrol Narasi, Mengontrol Ingatan Kolektif?’

Marhaenist.id, Situbondo : Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Risma-Gus Han Jadi Cagub Jatim Pertama Yang Ziarahi Makam Bung Karno di Blitar

MARHAENIST.ID, Blitar - Tri Rismaharini-Gus Han menjadi pasangan Calon Gubernur - Wakil…

Kritik Blok Masela, DPP GMNI: Tolak Groundbreaking, Tuntaskan Tuntutan Rakyat

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tantangan dan Potensi Peternakan Berkelanjutan di Masa Depan

Marhaenist.id - Pada tahun 2050, jumlah penduduk dunia diperkirakan mencapai sembilan miliar jiwa.…

Beri Kritik Keras Ke Kabinet Prabowo-Gribran, Paul Finsen Mayor Sebut Gemuk Struktur

Marhaenist.id, Jakarta - Alumni GMNI yang juga senator terpilih asal Provinsi Papua…

Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik

Jakarta, Marhaenist.id  — Polemik yang melibatkan Prabowo Subianto, aktivis Firman Tendry Masengi,…

Isi Masa Tenang, Ganjar Pilih Kongkow Lesehan Bareng Warga

Marhaenist.id, Semarang - Ganjar Pranowo mengisi masa tenang kampanye menonton Slank bersama…

Bulan Juni, Bung Karno, dan Pancasila

Marhaenist.id - Indonesia menyebut Juni sebagai Bulannya Bung Karno. Pasalnya, tiga peristiwa…

Geopolitik Marhaenisme di Laut Nusantara, Pengamat Budaya Geopolitik Nusantara: Kedaulatan untuk Rakyat Maritim

Marhaenist.id, Blitar - Kecaman Kementerian Luar Negeri China atas penangkapan Presiden Venezuela…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?