By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Bakercab GMNI Bandung Desak DPRD Kota Bandung Tolak LKPJ Pemkot Bandung
DPK GMNI IPB Soroti Dampak Reklamasi dan Tol Laut terhadap Nelayan Cilincing
Hantu Film Pesta Babi: Seseram Apakah bagi Pemerintahan Prabowo-Gibran?
Soekarno, Marhaenisme, dan Krisis Demokrasi Modern
Lanjutkan Program Bersama PA GMNI, PERADI UTAMA Buka PKPA Beasiswa Murni Batch 3 untuk Kader GMNI se-Indonesia

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

DPK GMNI IPB Soroti Dampak Reklamasi dan Tol Laut terhadap Nelayan Cilincing

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 11 Mei 2026 | 17:16 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Bung Gio dan Bung Almendo dari GMNI IPB turun langsung berdialog bersama masyarakat nelayan dan Komunitas Nelayan Cilincing (Dok. GMNI IPB)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Institut Pertanian Bogor (IPB) menyoroti dampak pembangunan reklamasi dan proyek tol laut terhadap kehidupan masyarakat nelayan di pesisir Cilincing, Jakarta Utara.

Hal tersebut disampaikan setelah Bung Gio dan Bung Almendo dari GMNI IPB turun langsung berdialog bersama masyarakat nelayan dan Komunitas Nelayan Cilincing (KUNCI).

Dalam kunjungan tersebut, GMNI IPB melihat langsung kondisi pesisir yang dinilai semakin memprihatinkan akibat pencemaran industri dan penyempitan ruang tangkap nelayan.

Air laut yang menghitam, aroma limbah yang menyengat, hingga kepungan aktivitas industri menjadi potret nyata kondisi pesisir Cilincing saat ini.

Ketua Komunitas Nelayan Cilincing (KUNCI), Bang Edi, mengungkapkan bahwa perubahan kondisi laut telah sangat memengaruhi kehidupan nelayan kecil.

“Dulu satu mil sudah ada ikan. Sekarang harus jauh, karena laut dekat pesisir sudah tercemar dan ruang tangkap makin sempit,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Foto: Kehidupan masyarakat nelayan di pesisir Cilincing, Jakarta Utara (Dok. GMNI IPB)/MARHAENIST.

GMNI IPB menilai, persoalan yang dihadapi nelayan saat ini bukan sekadar menurunnya hasil tangkapan, melainkan penyempitan ruang hidup yang terjadi secara sistematis akibat reklamasi, pembangunan tol laut, serta proyek-proyek pesisir lainnya.

Akibat kondisi tersebut, nelayan dipaksa melaut lebih jauh dengan biaya operasional yang semakin tinggi dan risiko keselamatan yang lebih besar.

Selain itu, pembangunan tanggul beton dan proyek pesisir tertentu juga dikhawatirkan memengaruhi arus laut saat musim barat yang dapat mengancam keselamatan kapal-kapal kecil milik warga.

Meski menghadapi berbagai tekanan, masyarakat nelayan Cilincing dinilai tetap berupaya bertahan melalui berbagai inovasi lokal.

Mulai dari perubahan metode budidaya kerang hingga gagasan pembangunan keramba sebagai alternatif ekonomi masyarakat pesisir.

Penampakan Proyek Pembangunan Reklamasi dan proyek tol laut di pesisir Cilincing, Jakarta Utara (Dok. GMNI IPB)/MARHAENIST.

GMNI IPB menegaskan bahwa masyarakat pesisir bukan kelompok yang tidak mampu beradaptasi. Namun, mereka membutuhkan dukungan nyata berupa perlindungan lingkungan, akses teknologi, riset, serta kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil.

Baca Juga:   Arjuna Putra Aldino Lantik Pengurus DPC GMNI Halut Periode 2025-2027

Selain bergerak dalam isu nelayan, KUNCI juga dinilai berhasil membangun kesadaran sosial masyarakat melalui kegiatan seni, budaya, olahraga, hingga advokasi lingkungan.

Berbagai gerakan yang dilakukan masyarakat Cilincing dipandang sebagai upaya menjaga identitas kampung nelayan sekaligus mempertahankan ruang hidup mereka.

GMNI IPB menegaskan bahwa kritik masyarakat pesisir bukanlah bentuk penolakan terhadap pembangunan, melainkan kritik terhadap pembangunan yang dinilai eksklusif dan minim partisipasi rakyat.

“Ketika laut tercemar, ruang tangkap menyempit, dan nelayan dipinggirkan dari kebijakan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya ekonomi masyarakat pesisir, tetapi juga keadilan sosial dan kedaulatan maritim bangsa,” tegas GMNI IPB.

GMNI IPB juga meminta negara, pemerintah daerah, dan instansi terkait agar memastikan setiap pembangunan di wilayah pesisir berjalan dengan prinsip keadilan ekologis, partisipasi masyarakat, dan perlindungan ruang hidup nelayan kecil.

Menurut GMNI IPB, persoalan yang terjadi di Cilincing menjadi cerminan penting tentang sejauh mana negara hadir melindungi kaum Marhaen di wilayah pesisir.

“Pembangunan tanpa keberpihakan hanya akan melahirkan ketimpangan baru. Jika suara nelayan terus diabaikan, maka yang tersisa kelak bukan lagi kampung nelayan, melainkan kampung tembok yang tercemar,” tutupnya.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Bakercab GMNI Bandung Desak DPRD Kota Bandung Tolak LKPJ Pemkot Bandung
Senin, 11 Mei 2026 | 17:58 WIB
Hantu Film Pesta Babi: Seseram Apakah bagi Pemerintahan Prabowo-Gibran?
Senin, 11 Mei 2026 | 12:16 WIB
Soekarno, Marhaenisme, dan Krisis Demokrasi Modern
Minggu, 10 Mei 2026 | 19:33 WIB
Lanjutkan Program Bersama PA GMNI, PERADI UTAMA Buka PKPA Beasiswa Murni Batch 3 untuk Kader GMNI se-Indonesia
Minggu, 10 Mei 2026 | 01:02 WIB
Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M. S. (Foto: Sang)/MARHAENIST.
Negara Hukum Indonesia Bukan Negara Undang-Undang
Jumat, 8 Mei 2026 | 20:07 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Desak Jokowi Mundur, Alumni Unas Bergerak: Demokrasi di Jurang Kematian

Marhaenist - Alumni Universitas Nasional (Unas) yang menamakan diri ‘Alumni Unas Bergerak’ membuat…

Peran Partai Politik dalam Mewujudkan Keadilan Sosial

Marhaenist.id - Sejak awal kemerdekaan, upaya meningkatkan kesadaran nasional terus menyebar luas,…

Megawati Pertanyakan Kasus Penyiraman Air Keras Andrei Yunus: Mengapa Masuk Pengadilan Militer?

Marhaenist.id, Jakarta - Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum DPP PDI…

Marhaenisme: Gerakan Anti Kapitalisme, Liberalisme, dan Kolonialisme (Pidato Bung Karno di Kongres GMNI)

Marhaenist.id - Terlebih dahulu saya mengucapkan selamat dengan Konferensi Besar GMNI ini.…

Hamza (Ketua BSPN PDIP Kab. Parigi Moutong)

BSPN Sukses Menghantarkan PDIP Meraih Posisi Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutung

Marhaenist.id, Parigi Moutung - Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) merupakan mesin partai…

Mendukung dan Mengawasi Program Makan Bergizi Gratis

Marhaenist.id - Program Makan Bergizi Gratis yang dimulai secara serentak pada 6…

Ahmad Basarah Resmi Ditunjuk Jadi Jubir PDIP, Inilah Tugasnya!

Marhaenist.id, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan…

Tantang DPRD Sultra, GMNI Kendari: Makan Gratis atau Masa Depan Pendidikan?

Marhaenist.id, Kendari – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Pembukaan Konferda V PA GMNI Jakarta Raya Dijadwalkan Sabtu (13/12/2025), Inilah Ketentuan Panitia Bagi Peserta yang akan Hadir

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?