By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Kelas Menengah Diperas Biaya Hidup: Stabilitas yang Menipu
Gelar Halal Bihalal, PA GMNI Serukan Penguatan Karakter dan Gotong Royong Hadapi Tekanan Global
DPD PA GMNI Sultra Ucapkan Selamat HUT ke-62 Harmoni Sultra, Dukung ASR Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat
Resonansi Nusantara: Jalan Tengah di Tengah Guncangan Peradaban
Manifesto Rejuvenasi Rahim Ibu Pertiwi

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Kelas Menengah Diperas Biaya Hidup: Stabilitas yang Menipu

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 26 April 2026 | 17:00 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Bagikan

Marhaenist.id – Mari jujur, stabilitas ekonomi Indonesia hari ini lebih mirip ilusi teknokratis daripada realitas sosial.

Angka-angka terlihat rapi pertumbuhan 5 persen, inflasi 3 persen. Tapi di balik itu, kelas menengah sedang diperas secara sistematis. Harga kebutuhan dasar naik, biaya hidup membengkak, sementara pendapatan tertinggal. Negara menyebut ini “terkendali”. Masyarakat menyebutnya “makin berat”.

Masalahnya bukan sekadar ekonomi, tapi cara membaca ekonomi. Inflasi dihitung sebagai rata-rata, padahal yang naik justru kebutuhan paling vital: pangan, transportasi, energi, pendidikan. Ini bukan kebetulan ini pola. Dan pola ini menghantam kelas menengah paling keras.

Kelas menengah hari ini berada dalam posisi paling tidak adil:
mereka membiayai negara lewat pajak, menopang konsumsi, tetapi tidak dilindungi. Terlalu “kaya” untuk dibantu, terlalu “rapuh” untuk dibiarkan.

Akibatnya, yang terjadi bukan pertumbuhan, melainkan kemunduran terselubung. Konsumsi tetap ada, tetapi dibayar dengan harga mahal: tabungan habis, utang meningkat, masa depan dikorbankan. Ini bukan ekonomi yang sehat, ini ekonomi yang menyandera warganya sendiri.

Lebih berbahaya lagi, krisis ini tidak meledak. Tidak seperti Krisis Finansial Asia 1997–1998 yang dramatis, yang terjadi sekarang adalah penggerusan perlahan, diam, tapi pasti. Daya beli melemah, mobilitas sosial macet, dan kelas menengah perlahan turun kelas tanpa sadar.

Ini bukan sekadar kegagalan pasar. Ini kegagalan desain kebijakan.

Negara terlalu sibuk menjaga angka makro dan membagi insentif ke atas, sambil menambal lapisan bawah. Di tengah, di tempat kelas menengah berdiri terjadi kekosongan. Tidak ada perlindungan, tidak ada strategi, tidak ada keberpihakan.

Menjelang Hari Buruh Internasional, retorika kenaikan upah kembali digaungkan. Tapi tanpa pengendalian biaya hidup, itu hanya kosmetik kebijakan. Upah naik satu langkah, harga melonjak dua langkah.

Baca Juga:   Kehilangan yang Tidak Disadari: Suku Terasing di Ambang Lenyap

Jika dibiarkan, ini bukan hanya soal tekanan ekonomi rumah tangga. Ini ancaman struktural: konsumsi melemah, pertumbuhan kehilangan mesin, dan ketimpangan menjadi permanen.

Kelas menengah bukan sekadar segmen, mereka adalah fondasi.
Dan fondasi itu kini retak.

Pertanyaannya bukan lagi apakah ekonomi tumbuh, tetapi: “Apakah negara masih berpihak pada mereka yang menopang ekonomi, atau justru membiarkan mereka runtuh perlahan.”***


Penulis: Yuwono Setyo Widagdo, S.Sos., MH.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Gelar Halal Bihalal, PA GMNI Serukan Penguatan Karakter dan Gotong Royong Hadapi Tekanan Global
Minggu, 26 April 2026 | 13:51 WIB
DPD PA GMNI Sultra Ucapkan Selamat HUT ke-62 Harmoni Sultra, Dukung ASR Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat
Minggu, 26 April 2026 | 12:27 WIB
Resonansi Nusantara: Jalan Tengah di Tengah Guncangan Peradaban
Minggu, 26 April 2026 | 10:35 WIB
Manifesto Rejuvenasi Rahim Ibu Pertiwi
Minggu, 26 April 2026 | 10:26 WIB
Dekadensi Hukum: Hegemoni Otokrasi Orwellean
Sabtu, 25 April 2026 | 15:38 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Jauh di Mata, Dekat di Hati: Persaudaraan Ho Chi Minh dan Soekarno

Marhaenist.id - Enam puluh tahun silam, sebuah peristiwa diplomatik yang sarat rasa…

Menolak Lupa: Perlawanan Sebagai Puncak Kehormatan

Marhaenist.id - Eksistensi manusia dalam bentang sejarah bukan sekedar urutan kronologis peristiwa…

Perkuat Basis Alumni, La Ode Mustawwadhaar: Rekrutmen Anggota PA GMNI Capai 39 Pendaftar yang telah Diverifikasi dalam Dua Pekan

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

DPP GMNI Soroti Reklamasi dan Transparansi Pajak PT GKP di Konawe Kepulauan

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Telah Lahirkan Tokoh-Tokoh Nasional, Siapa Sajakah Mereka yang Pernah Berorganisasi di GMNI?

Marhaenis.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia atau yang sering disebut GMNI merupakan…

Cara Login Database PA GMNI untuk Merubah Data Diri dan Memasukkan Foto Bung dan Sarinah

Marhaenist.id. - Dalam upaya memastikan data keanggotaan tetap akurat dan terbarui, setiap…

DPP GMNI Audiensi dengan Kementerian UMKM, Dorong Inkubator Bisnis dan Penguatan Ekosistem Wirausaha

Marhaenist -  Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melakukan…

Pembangkangan Konstitusi oleh DPR, Mahasiswa UWKS Gelar Aksi Gedung DPRD Jatim

Marhaenist.id, Surabaya - Mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) yang tergabung dalam…

Obituari Faisal Basri, Ekonom Kritis Yang Selalu Berjarak Dengan Kekuasaan

MARHAENIST - Ekonom senior Faisal Basri meninggal dunia pada dini hari ini…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?