By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Kunjungan DPK GMNI UBP Karawang ke DPP GMNI Jadi Ruang Refleksi Kepemimpinan Berbasis Marhaenisme
Tanggapi Dugaan Keracunan Massal MBG di Duren Sawit, Direktur Eksekutif Sentra Institute Soroti Lemahnya Pengawasan dan Transparansi Vendor
RTH Penting, GMNI Jakarta Timur: Jangan Sampai Menumbalkan Rakyat dan Jadi Lahan Korupsi
Tan Malaka Bukan Pendiri Republik?
Soroti Kemacetan Ketapang, Sonny T. Danaparamita: Ini Kegagalan Manajemen Logistik

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

RTH Penting, GMNI Jakarta Timur: Jangan Sampai Menumbalkan Rakyat dan Jadi Lahan Korupsi

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 3 April 2026 | 20:00 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Karikatur Gambar tentang "RTH Penting, GMNI Jakarta Timur: Jangan Sampai Menumbalkan Rakyat dan Jadi Lahan Korupsi" (Desain AI)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Timur menegaskan bahwa pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan kebutuhan penting bagi keberlanjutan lingkungan perkotaan. Namun, pelaksanaannya tidak boleh mengorbankan rakyat kecil maupun menjadi celah praktik korupsi.

Daftar Konten
Capaian RTH Jakarta Masih Jauh dari TargetBelajar dari Kasus Penggusuran SebelumnyaSorotan Dugaan Korupsi Proyek RTHSeruan Berbasis Nilai MarhaenismePernyataan Sikap GMNI Jakarta Timur

Ketua DPC GMNI Jakarta Timur, Jansen Henry Kurniawan, menyatakan bahwa pembangunan RTH telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, yang mewajibkan setiap kota memiliki minimal 30 persen RTH, terdiri dari 20 persen ruang publik dan 10 persen ruang privat.

“RTH memiliki fungsi vital, mulai dari menyerap polusi, mengurangi risiko banjir, hingga menjadi ruang sosial masyarakat. Namun, implementasinya tidak boleh mengabaikan keadilan sosial,” tegas Jansen dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).

Capaian RTH Jakarta Masih Jauh dari Target

Berdasarkan data Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, capaian RTH di Jakarta masih berada jauh di bawah target. Bahkan pada 2026, realisasi RTH disebut baru mencapai sekitar 5,6 persen.

Kondisi ini, menurut GMNI, sering dijadikan alasan untuk mempercepat pembangunan RTH, termasuk melalui penggusuran permukiman warga di kawasan padat penduduk.

“Yang menjadi persoalan, percepatan ini sering dilakukan dengan pendekatan represif. Warga digusur tanpa musyawarah yang adil dan tanpa jaminan relokasi yang layak,” ujarnya.

GMNI menilai praktik tersebut berpotensi melanggar hak atas tempat tinggal sebagaimana dijamin dalam UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Belajar dari Kasus Penggusuran Sebelumnya

GMNI Jakarta Timur juga menyoroti sejumlah kasus penggusuran di masa lalu, seperti di Kampung Pulo (2015–2016), Rawajati (2016), dan Pluit (2014), yang kerap memicu konflik antara warga dan aparat.

Baca Juga:   Hidup 13 Hari, Disebut Tidak Miskin: DPD GMNI DKI Jakarta Bongkar Kemiskinan Semu Versi Negara

Dalam beberapa kasus, lahan yang telah digusur bahkan tidak segera dimanfaatkan secara optimal, sehingga menimbulkan dugaan ketidakefisienan hingga penyalahgunaan kebijakan.

Saat ini, indikasi serupa disebut mulai muncul di sejumlah wilayah bantaran sungai seperti Kali Ciliwung dan Kali Sunter, di mana warga menghadapi ancaman penggusuran tanpa kejelasan relokasi permanen.

Sorotan Dugaan Korupsi Proyek RTH

Selain persoalan sosial, GMNI juga menyoroti adanya dugaan korupsi dalam proyek pengadaan lahan RTH di Jakarta.

Kasus pembebasan lahan di Munjul, Jakarta Timur (2019–2022), misalnya, ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena dugaan mark-up harga tanah yang merugikan negara hingga lebih dari Rp150 miliar.

Sementara itu, kasus serupa di Cipayung (2021–2022) juga mengindikasikan keterlibatan mafia tanah dan oknum pejabat, dengan potensi kerugian negara sekitar Rp17,7 miliar.

“Ini menunjukkan bahwa program RTH yang seharusnya berpihak pada lingkungan dan masyarakat justru berpotensi menjadi ladang korupsi jika tidak diawasi secara ketat,” kata Jansen.

Seruan Berbasis Nilai Marhaenisme

GMNI menegaskan bahwa pembangunan harus berorientasi pada manusia, sebagaimana diajarkan oleh Bung Karno melalui konsep nation and character building dan Marhaenisme.

Menurut mereka, kebijakan yang menggusur rakyat tanpa keadilan merupakan bentuk penyimpangan dari semangat tersebut.

“Pembangunan sejati adalah yang membebaskan rakyat dari ketidakadilan, bukan yang justru memperparah penderitaan mereka,” tegasnya.

Pernyataan Sikap GMNI Jakarta Timur

Sebagai respons atas kondisi tersebut, DPC GMNI Jakarta Timur menyampaikan tiga tuntutan utama:

  1. Menghentikan segala bentuk penggusuran paksa atas nama pembangunan RTH.
  2. Menolak praktik korupsi dalam proyek RTH.
  3. Mendorong reformasi total tata kelola RTH yang transparan dan akuntabel.

Di akhir pernyataannya, GMNI mengutip pesan Bung Karno dalam pidato Hari Pahlawan 10 November 1961, yang mengingatkan bahwa perjuangan belum selesai selama masih ada penderitaan rakyat.

Baca Juga:   Cipayung Plus Kendari Gelar Doa Bersama di Depan Polda Sultra Peringati 6 Tahun Gugurnya Randi-Yusuf

“Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk, pekerjaan kita belum selesai,” tutup Jansen.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Kunjungan DPK GMNI UBP Karawang ke DPP GMNI Jadi Ruang Refleksi Kepemimpinan Berbasis Marhaenisme
Sabtu, 4 April 2026 | 08:53 WIB
Tanggapi Dugaan Keracunan Massal MBG di Duren Sawit, Direktur Eksekutif Sentra Institute Soroti Lemahnya Pengawasan dan Transparansi Vendor
Jumat, 3 April 2026 | 21:24 WIB
Tan Malaka Bukan Pendiri Republik?
Jumat, 3 April 2026 | 18:34 WIB
Foto: Sonny T Danaparamita, Anggota DPR RI (Dokpri)/MARHAENIST.
Soroti Kemacetan Ketapang, Sonny T. Danaparamita: Ini Kegagalan Manajemen Logistik
Kamis, 2 April 2026 | 11:45 WIB
Ketahanan Pangan di Bawah Bayang-Bayang Geopolitik, Jan Prince Permata: Stabilitas atau Sekadar Ilusi?
Kamis, 2 April 2026 | 11:26 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Emak-emak Muslimat di Lumajang Antusias Ketemu Atikoh Ganjar; Harus Jadi Ibu Negara

Marhaenist.id, Lumajang - Siti Atikoh Suprianti, istri calon Presiden RI Ganjar Pranowo…

Persatuan Alumni GMNI dan GMNI Touna Gelar Donor Darah dalam Rangka Bulan Bung Karno

Marhaenist.id, Touna : Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Dua Ekor Bebek Untuk Kegagalan Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu

MARHAENIST - Massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Kirimkan Tulisan Anda ke Marhaenist.id, Inilah Syarat dan Ketentuannya!

Marhaenist.id - Marhaenist dengan tagline Ever Onward Never Retreat merupakan media online…

Peduli Warga TPA Sampah Batu Layang, PA GMNI Pontianak Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Marhaenist - Dalam rangka Dies Natalies Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke-68…

Tata Regulasi Ditengah Disrupsi Teknologi, Ayo Dukung Bitcoin Sebagai Bagian dari Cadangan Devisa

Marhaenist.id - Dalam satu dekade terakhir, perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan Blockchain…

Pendidikan dan Pembangunan Nasional: Menyangkut Kesejahteraan Rakyat

Marhaenist.id - Pendidikan adalah hal yang paling fundamental juga menjadi kunci utama…

Gelar Aksi, Aliansi Masyarakat Rohil Desak Bupati Copot Dirut PT BPR Rohil

Marhaenist.id, Rohil - Puluhan mahasiswa, masyarakat dan karyawan Bank Rohil, Provinsi Riau yang…

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. FILE/Dok PDIP

Bertemu Dengan Muhaimin Iskandar, Puan: Begini Saja Sudah Sinyal

Marhaenist - Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani tidak menampik adanya potensi…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?