By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Megawati Institute: Temuan KPF adalah Alarm Demokrasi. Pemerintah Perlu Segera Melakukan Investigasi Independen dan Terbuka
Demokrasi yang Merawat
Djuari Sang Pejuang Pemikul Tandu Jenderal Soedirman yang Terlupakan: Jejak Setia Sang Pejuang dari Kediri
DPC GMNI Jakarta Timur: Kawasan Industri Pulogadung Diduga Jadi Penyumbang Polusi Udara di DKI Jakarta
Jauh di Mata, Dekat di Hati: Persaudaraan Ho Chi Minh dan Soekarno

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Demokrasi yang Merawat

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 20 Februari 2026 | 12:37 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Jhony Sitorus, Anggota Bawaslu Kota Bekasi, Alumni GMNI (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Sebagai pengawas Pemilu, saya terbiasa berbicara tentang integritas pemilu, electoral integrity. Istilah ini terdengar teknis, tetapi maknanya sederhana yakni memastikan setiap suara dihitung jujur, setiap proses adil, dan setiap hasil mencerminkan kehendak rakyat.

Namun ada pertanyaan yang lebih besar: setelah suara dihitung, ke mana ia pergi?

Peluncuran Sekolah Lansia KUN oleh Pemerintah Kota Bekasi pada 24 Januari 2026 yang lalu di Balai Patriot memberi satu jawaban konkret. Program bertema “Mewujudkan Lansia SMART: Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat” itu bukan sekadar seremoni.

Ia adalah contoh bagaimana suara rakyat diterjemahkan menjadi kebijakan yang menyentuh kehidupan nyata. Dalam teori electoral integrity, pemilu yang jujur melahirkan legitimasi. Tetapi legitimasi bukanlah akhir, ia adalah awal dari tanggung jawab.

Pemerintah yang lahir dari proses demokratis memiliki kewajiban moral dan konstitusional untuk mengelola mandat itu secara akuntabel, governance accountability.

Akuntabilitas pemerintahan berarti satu hal sederhana, kekuasaan harus bisa dipertanggungjawabkan kepada rakyat. Bukan hanya melalui laporan kinerja atau pidato tahunan, tetapi melalui kebijakan yang menjawab kebutuhan konkret warga.

Lansia sering kali hadir dalam daftar pemilih, tetapi jarang menjadi pusat perhatian kebijakan. Padahal, UUD 1945 menjamin hak setiap warga atas kesejahteraan dan kehidupan yang bermartabat. Di titik inilah Sekolah Lansia KUN menjadi relevan. Ia bukan bantuan karitatif. Ia adalah investasi sosial.

Tema “SMART” mengandung pesan penting, sehat secara fisik, mandiri secara ekonomi dan psikologis, aktif secara sosial, produktif dalam kapasitasnya, dan tetap bermartabat. Dalam bahasa demokrasi, ini berarti negara tidak hanya melindungi hak pilih warga, tetapi juga memperluas kapasitas hidup mereka.

Bagi generasi muda, ini penting dipahami. Demokrasi bukan hanya tentang datang ke TPS lalu mengunggah foto tinta di jari ke media sosial. Demokrasi adalah sebuah rantai panjang, suara → legitimasi → kebijakan → kesejahteraan publik. Jika salah satu mata rantai ini putus, demokrasi kehilangan maknanya.

Baca Juga:   Pancasila, Ramai Dibicarakan Sepi Diterapkan!

Electoral integrity memastikan rantai itu dimulai dengan benar. Governance accountability memastikan rantai itu tidak berhenti di tengah jalan.

Sebagai pengawas pemilu, saya melihat program seperti Sekolah Lansia KUN sebagai indikator bahwa mandat tidak berhenti pada kemenangan politik. Ia bergerak menjadi kebijakan yang terukur dan inklusif. Pemerintah tidak hanya “terpilih”, tetapi juga “bertanggung jawab”.

Tentu, akuntabilitas bukan soal satu program. Ia menuntut keberlanjutan, evaluasi, dan transparansi. Tetapi langkah awal selalu penting. Dalam politik modern, yang sering dipenuhi retorika, kebijakan konkret bagi kelompok rentan adalah bahasa paling jujur dari demokrasi.

Demokrasi yang sehat bukan hanya tentang siapa yang menang, tetapi tentang siapa yang diperhatikan.

Dan ketika lansia, yang telah melewati puluhan tahun sebagai warga negara mendapat ruang belajar, ruang bertumbuh, dan ruang bermartabat, maka suara yang dulu mereka berikan di bilik TPS menemukan bentuknya.
Dari suara, lahir mandat. Dari mandat, lahir tanggung jawab. Dan dari tanggung jawab, lahir martabat.***


Penulis: Jhonny Sitorus, Anggota Bawaslu Kota Bekasi, Alumni GMNI.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Megawati Institute: Temuan KPF adalah Alarm Demokrasi. Pemerintah Perlu Segera Melakukan Investigasi Independen dan Terbuka
Jumat, 20 Februari 2026 | 13:15 WIB
Djuari Sang Pejuang Pemikul Tandu Jenderal Soedirman yang Terlupakan: Jejak Setia Sang Pejuang dari Kediri
Jumat, 20 Februari 2026 | 12:02 WIB
DPC GMNI Jakarta Timur: Kawasan Industri Pulogadung Diduga Jadi Penyumbang Polusi Udara di DKI Jakarta
Kamis, 19 Februari 2026 | 19:24 WIB
Jauh di Mata, Dekat di Hati: Persaudaraan Ho Chi Minh dan Soekarno
Kamis, 19 Februari 2026 | 15:54 WIB
Resolusi GMNI 2026
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:11 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Darurat Penegakan Hukum, GMNI Nias Selatan Soroti Lemahnya Aparat Penegakan Hukum

Marhaenist.id, Nisel - Banyaknya laporan masyarakat di Kepolisian Resort (Polres) Nias Selatan…

DPD GMNI Sumatera Utara Kecam Tindakan Represif Aparat Keamanan Terhadap Ketua GMNI Labuanbatu

Marhaenist.id, Labuhanbatu – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD Sumatera…

PFM Dorong Penetapan Status Bencana Nasional di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Marhaenist.id, Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Papua Barat…

Lima Nahdiyin Bertemu Presiden Israel, PBNU Lakukan Pemanggilan, Berikan Sanksi?

Marhaenist - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Savic Ali mengatakan bahwa…

Kawal Putusan MK, GMNI Airlangga Inisiasi Gerakan Demonstrasi Respons Kemelut RUU Pilkada

MARHAENIST - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia atau GMNI Airlangga bersiap melakukan aksi…

Mengapa PDI Perjuangan Memecat Joko Widodo?

Marhaenist.id, Jakarta - PDI Perjuangan resmi memecat pemecatan Joko Widodo (Jokowi), Gibran…

Diduga Dikeroyok, Kader GMNI di Sukabumi Tewas Mengenaskan

Marhaenist.id, Sukabumi - Seorang mahasiswa di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) berinisial RR…

Warga TPU Kebun Nanas Didampingi GMNI Jakarta Timur dan Yayasan Teman Baik Ajukan Pengaduan ke Komnas HAM RI

Marhaenist.id, Jakarta Timur  – Sejumlah warga yang bermukim di sekitar Taman Pemakaman…

Marhaenis Dalam Bingkai Foto

Marhaenist - Ever Onward Never Retreat. Kalau pemuda sudah berumur 21-22 tahun…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?