By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNIMarhaenis

Menteri ATR/BPN Temui Warga Kebon Sayur Setelah Didesak Massa Aksi untuk Tuntaskan Konflik Sengketa Lahan 

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 5 November 2025 | 02:27 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Sesi foto Warga Kebon Sayur dan Menteri Nusron Wahid usai melakukan Audiensi (Ist)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta — Setelah didesak oleh warga, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid akhirnya menemui perwakilan warga Kebon Sayur yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Warga Kebon Sayur (PWKS), Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Front Mahasiswa Nasional (FMN), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan, Serikat Pengacara Hukum Progresif (SPHP), dan Pemuda Baru (PEMBARU) Jakarta untuk beraudiensi, Selasa (14/11/2025).

Audiensi ini merupakan bagian dari perjuangan panjang warga Kebon Sayur untuk memperoleh kepastian hak atas tanah dan tempat tinggal mereka di Jalan Peternakan II, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat setelah diterimanya surat permohonan warga sejak hari Jumat 27 Oktober 2025.

Sebelumnya, Selama berbulan-bulan sebelumnya, warga berupaya melakukan dialog dengan BPN tingkat Kantah Jakarta Barat pada (12/8/2025) dan BPN Kanwil DKI Jakarta pada (26/8/2025), namun belum memperoleh kejelasan.

Warga yang tiba di depan gerbang Kementerian ATR/BPN sejak pukul 10.10 WIB, beberapa saat setelahnya, rombongan warga didatangi oleh pihak keamanan kantor Kementerian untuk mempertanyakan maksud kedatangannya.

Aktivis AGRA, A. Saimima sempat beradu argumen dan mangatakan tujuan kedatangan mereka bertemu Menteri Nusron Wahid di Kantor ATR/BPN terkait penyelesaian kasus sengketa lahan warga Kebon Sayur kepada Pihak Keamanan.

“Terkait kedatangan kita hari ini, sudah mendapatkan izin atau tanda terima langsung dari Kantor Kementerian ATR/BPN dan sudah melalui komunikasi selama berminggu-minggu sebelumnya dengan pihak Kementerian Sekretariat Negara,” ujarnya.

Namun, sampai pukul 10.40 Pihak Keamanan Kantor ATR/BPN bersikeras untuk menahan warga agar tetap berada di luar gerbang kantor dan tidak untuk masuk kedalam kantor.

Ketua Bidang Politik Aliansi Perjuangan Warga Kebon Sayur, Gunari juga mengatakan kepada Pihak Keamanan bahwa dirinya bersama Warga Kebon Sayur dan organisasi lainnya untuk dipertemukan dengan menteri ATR/BPN tersebut.

Baca Juga:   Api Perjuangan Marhaenisme: Merayakan 70 Tahun GMNI dalam Mempertahankan Kesejahteraan Kaum Marhaen

“Kita hanya ingin bertemu dengan menteri, atau setidaknya wakil menteri untuk menuntut sikap politik atas masalah agraria yang ada di Kebon Sayur,” katanya.

Pihak fasilitator Kementerian ATR/BPN memberikan jawaban bahwa ‘menteri sedang tidak ada di kantor’ yang memancing emosi warga karena merasa aspirasinya untuk bertemu:menteri dan surat permohonan yang sudah dilayangkan sama sekali tidak mendapat perhatian.

Foto: Massa Aksi Aliansi Warga Kebon Sayur saat berada didepan Kantor Kementrian ATR/BPN (Ist)/MARHAENIST

Perdebatan dan dorong-dorongan pagar terjadi selama sekitar 30 menit sebelum akhirnya Menteri Nusron Wahid bersedia menemui perwakilan warga sebanyak enam orang, termasuk Sekretaris Jenderal AGRA, Saiful Wathoni.

Dalam pertemuan tersebut, Saiful Wathoni menyampaikan bahwa warga Kebon Sayur menuntut kepastian hak atas tanah seluas 21,5 hektare yang sejak 1970-an telah menjadi perkampungan padat penduduk.

“Tanah tersebut saat ini diklaim sebagai aset negara yang dilekati Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PT Pertamina, yang akan berakhir pada 2026, serta diklaim oleh seorang individu bernama Sri Herawati Arifin dengan dasar kepemilikan Verponding Nomor 10,” tuturnya.

Foto: Audiensi Warga Kebon Sayur bersama Menteri Nusron Wahid di Kantor Kementrian ATR/BPN (Ist)/MARHAENIST.

Menanggapi hal itu, Menteri Nusron Wahid menegaskan bahwa tanah di Kebon Sayur merupakan aset negara yang tidak dapat dengan mudah diberikan hak milik kepada pihak mana pun, termasuk Sri Herawati Arifin, meskipun telah memiliki putusan Mahkamah Agung.

“Kedudukan tanah di kebon sayur merupakan tanah Aset Negara yang tidak mungkin dengan mudah diberikan Hak milik kepada siapapun termasuk Sri Herawati Arifin meskipun ia telah mengantongi putusan MA,” tegasnya.

Namun, ia juga berjanji akan memfasilitasi warga untuk memohon pelepasan status aset negara kepada lembaga berwenang agar tanah tersebut dapat diberikan haknya kepada warga.

Setelah audiensi berakhir, perwakilan warga menyampaikan hasil pertemuan kepada massa aksi yang menunggu di luar gedung. Sekitar pukul 11.50 WIB, warga kemudian membubarkan diri dengan tertib.***

Baca Juga:   GMNI Jaksel dan Pakar Desak Pertanggungjawaban Etik-Moral Gibran dan Dinasti Politik Jokowi

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Banyaknya Kasus Bunuh Diri, Ganjar: Indonesia Darurat Kesehatan Mental

Marhaenist - Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Jogjakarta yang…

Komedi tanpa Nurani: Pandji Pragiwaksono dan Luka Kolektif Masyarakat Toraja

Marhaenist.id - Belakangan ini panggung komedian menjadi sorotan publik yang dinilai telah…

Foto: Deodatus Sunda Se, Direktur Institut Marhaenisme 27 (Dokpri)/MARHAENIST

Reformasi Sigit dan Reformasi Kepolisian

Marhaenist.id - Beberapa waktu yang lalu, pasca momentum tragedi Agustus kelabu–bukti nyata…

Ribuan Kader dan Alumni GMNI Napak Tilas Ziarahi Makam Bung Karno

Marhaenist - Ribuan kader dan alumni dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Peringati Hari Buruh Internasional, GMNI Kendari: Pemda Sultra Harus Memberikan Perlindungan Penuh terhadap Hak Buruh

Marhaenist.id, Kendari -Dewan pimpinan cabang (DPC) Gerakan mahasiswa Nasional indonesia (GMNI) Kota Kendari…

Kecam Dualisme yang Belum Berakhir, DPC GMNI Kendari Desak Dilaksanakan Kongres Persatuan

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

DPK GMNI Faperta-Sainstek UNARS Situbondo Menyatakan Sikap Tegas: Tolak Tambang Nikel di Raja Ampat

Marhaenist.id, Situbondo - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

GMNI Jaksel dan Pakar Desak Pertanggungjawaban Etik-Moral Gibran dan Dinasti Politik Jokowi

Marhaenist.id, Jakarta - Berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, akademisi, dan pengamat hukum, terus…

Gelar PPAB, GMNI Morowali Lahirkan 13 Generasi Baru Pejuang Marhaenis yang Siap Mengabdi untuk Rakyat

Marhaenist.id, Morowali - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?