By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
IndonesianaSukarnoisme

Breaking News: Yurike Sanger, Istri Ke 7 Bung Karno Dikabarkan Meninggal Dunia

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Sabtu, 20 September 2025 | 01:33 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Yurike Sanger saat bersama Bung Karno dalam sebuah sampul buku (Kiri) dan Yurike Sanger dengan wajah yang tak muda lagi (Kanan)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, USA -Yurike Sanger, istri ketujuh dari Proklamator sekaligus Presiden pertama RI, Soekarno telah mengembuskan napas terakhirnya.
Mendiang berpulang di usia 81 tahun pada Rabu (17/9/2025), setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya.

Kabar kepergiannya pertama kali dikonfirmasi oleh putranya, Yudhi Sanger, melalui sebuah unggahan di akun Instagram-nya.

Dalam pesan yang menyentuh, Yudhi melepas kepergian sang ibunda dengan penuh cinta dan kelegaan, mengisyaratkan akhir dari penderitaan panjang yang dialami Yurike.

“Selamat Jalan Mama Tercinta, Yudhi yang akan jaga Mama di sana yaa,” tulis Yudhi, mengawali pesan dukanya.

“Mama sudah Happy, Mama sudah fight dari semua penyakit mama di dunia,” ujar Yudhi menyambung.

Menurut informasi yang dihimpun, Yurike Sanger memiliki riwayat perjuangan melawan kanker payudara.

Beliau meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di San Gorgonio Memorial Hospital, California, Amerika Serikat.

“Meninggal dunia Ibu Yurike Sanger di Sangorgonio Memorial Hospital, California, USA di usia 81 tahun,” tutur Yudhi dalam pengumumannya, memberikan kepastian mengenai lokasi dan waktu kepergian sang ibu.

Jenazah almarhumah rencananya akan dipulangkan ke Tanah Air dan disemayamkan di Rumah Duka RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Namun belum diketahui kapan jenazahnya kan tiba di tanah air.

Berita kepergian Yurike Sanger telah banyak tersebar diplatform mefia sosial dan juga kabarkan oleh sejumlah media tanah air baik media nasional maupun media lokal.

Yurike Sanger adalah sosok perempuan yang menjadi bagian dari babak penting kehidupan pribadi Bung Karno.

Lahir di Poso, Sulawesi Tengah, pada tahun 1945, Yurike memiliki darah campuran Jerman dari sang ayah dan Manado dari ibunya, yang memberinya paras menawan.

Pertemuan pertamanya dengan Sang Proklamator terjadi pada tahun 1963.

Baca Juga:   Prihatin dengan Kondisi Bangsa, AMARAH Touna Gelar Aksi Tutut Pencopatan Kapolri

Kala itu, Yurike masih berstatus sebagai seorang pelajar dan anggota Barisan Bhinneka Tunggal Ika pada acara kenegaraan.
Pesonanya berhasil memikat hati Soekarno, yang saat itu telah menjadi pemimpin besar bangsa.

Hubungan mereka pun berlanjut ke jenjang yang lebih serius.

Pada 6 Agustus 1964, Soekarno resmi mempersunting Yurike dalam sebuah upacara pernikahan sederhana yang digelar di kediaman Yurike.

Saat itu, usianya baru menginjak 19 tahun, sementara Bung Karno telah berusia 63 tahun.

Pernikahan mereka terjalin di tengah gejolak politik yang melanda negeri.

Yurike menjadi salah satu penenang dan pendamping setia Bung Karno di masa-masa senja kekuasaannya.
Ikatan pernikahan mereka tercatat tidak pernah putus.

Tidak ada catatan resmi mengenai perceraian, yang berarti Yurike tetap menyandang status sebagai istri sah hingga Bung Karno wafat pada 21 Juni 1970.

Kepergian Yurike Sanger kini menutup satu lagi lembaran kisah dari kehidupan pribadi sang Bapak Bangsa.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Kembali Turun ke Jalan, GMNI Hadang Pengesahan RUU TNI

Marhaenist.id, Jakarta - Walaupun mendapat penolakan di masyarakat, DPR tetap mengesahkan revisi…

Paradoks Demokrasi Hilangnya Makna Mensen (Rakyat) Dalam Demokrasi Indonesia

MARHAENIST - Panggung sosial politik akhir-akhir ini diselimuti paradoks. Di satu sisi…

Tak Ingin Militerisasi di Ruang Sipil, GMNI di Sultra Nyatakan Tolak RUU TNI

Marhaenist.id, Sultra - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Sulawesi Tenggara (Sultra) menolak…

Mahasiswa Cipayung Plus Kota Medan temui Ganjar Pranowo diskusikan energi baru terbarukan. MARHAENIST

Temui Ganjar, Mahasiswa Cipayung Plus Diskusikan Energi Baru Terbarukan

Marhaenist - Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung Kelompok Cipayung Plus Kota Medan…

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. MARHAENIST

Ganjar: Pemotongan Bantuan Bentuk Pengkhianatan Pada Negara

Marhaenist - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tegas mengatakan mereka yang bermain…

Foto: Warga Kebon Sayur Yang di Tangkap Paksa Oleh Aparat (Bapak Juned)/MARHAENIST.

Kronologis Penangkapan Paksa Terhadap Warga Kebun Sayur Yang Menolak Pengusuran

Marhaenist, Jakarta - Pada hari ini, rabu (13/08/2025) telah terjadi upaya penangkapan…

Gelar Dies Natalis ke 71 dengan Tasyakuran, GMNI Malang: Ini Refleksi Mendalam tentang Arah Gerakan Dimasa Depan

Marhaenist.id, Malang  – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Malang…

KNPI Kabupaten Lebak Batal Aksi, Ganti dengan Dialog Semu: Cermin Kemunduran Gerakan Pemuda

Marhaenist.id, Lebak - Di tengah suhu politik nasional yang memanas dan berbagai…

Bumikan Marhaenisme Lewat Alumni-nya di Sulteng, Tiga DPC PA GMNI Resmi Dideklarasikan

Marhaenist.id, Sigi - Tiga Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Alumni (PA) Gerakan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?