By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Selamat Datang di “AI New Normal”
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Anggaran MBG Mencair

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 10 Maret 2025 | 18:06 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Penampakan Makanan Bergizi Gratis dari Pemerintah (Sumber foto: Kabar24-Bisnis.com)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Di negeri ini, ada satu hukum alam yang tak tertulis tapi biasanya selalu terbukti: kalau ada alokasi anggaran besar dari Pemerintah ke masyarakat, yang diterima masyarakat berpotensi mengecil.

Kali ini, yang sedang jadi sorotan adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG)—sebuah inisiatif mulia yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat, tetapi justru memunculkan keanehan dalam distribusinya.

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, baru-baru ini mengungkap hasil pertemuan dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, ada laporan bahwa makanan yang seharusnya bernilai Rp10.000 hanya sampai ke tangan penerima sejumlah Rp8.000-an.

Selisih Rp2.000 ini mungkin terdengar kecil, tapi kalau dikalikan jumlah penerima se-Indonesia, bisa jadi cukup untuk membangun pabrik susu formula.

Si Ketua KPK bahkan menggambarkan fenomena ini dengan analogi yang menarik: anggaran yang turun dari pusat itu seperti es batu—kokoh saat di pusat, tapi entah kenapa begitu sampai ke daerah, tiba-tiba menjadi mencair.

Bahkan orang awam-pun akan paham, terdapat potensi adanya sentuhan tangan-tangan hangat yang membuat anggaran MBG meleleh lebih cepat dari seharusnya.

Foto: Edi Subroto/MARHAENIST.

Bagaimanapun, ini bukan sekadar soal uang yang hilang, tapi juga tentang kualitas makanan yang dikorbankan. Bayangkan, kalau lauk yang harusnya ikan malah jadi kerupuk.

Kepala BGN pun angkat bicara. Beliau bahkan berkomitmen untuk memperbaiki sistem agar anggaran tidak terus “menetes”.

Tapi tentu saja, di negeri yang kaya akan peraturan dan prosedur ini, “perbaikan” bisa berarti banyak hal. Kita semua tahu, di birokrasi negeri ini, “perbaikan” sering kali hanya berarti lebih banyak rapat, lebih banyak diskusi, dan lebih banyak studi banding ke luar negeri.

Sebagai solusi, KPK mendorong transparansi keuangan dan penggunaan teknologi dalam pengawasan. Idealnya, teknologi bisa mencegah dana ini “menguap” secara misterius.

Baca Juga:   Kasus Raya: Alarm Keras untuk Indonesia

Yang jelas, program ini harus diawasi ketat. Jika tidak, kita akan menghadapi fenomena yang berulang: proyek besar dengan anggaran besar, tiba-tiba anggarannya mengecil ketika tiba pada penerimanya.

Kita tentu berharap bahwa makanan bergizi ini benar-benar sampai ke rakyat dengan kualitas yang baik, bukan sekadar menu anggaran yang lebih banyak menggemukkan para oknum dibandingkan mereka yang benar-benar membutuhkan.

Tapi tentu saja, harapan adalah satu hal, kenyataan di lapangan adalah hal lain.***


Penulis: Edi Subroto, Alumni GMNI Yogyakarta.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Minggu, 22 Februari 2026 | 21:23 WIB
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB
Selamat Datang di “AI New Normal”
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:06 WIB
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:13 WIB
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

(Refleksi 80 Tahun Indonesia Merdeka) Bukan Emas, Melainkan Indonesia (C)emas: Indonesia Menuju Kehancuran Raya

Marhaenist.id - Tidak terasa Indonesia sudah memasuki usia yang cukup tua dalam…

Sekelompok suporter membawa seorang korban pria di stadion Kanjuruhan, Malang selama huru-hara keributan terjadi. AFP/Getty Images

127 Orang Tewas Dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang

Marhaenist - Sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi yang terjadi…

Dr. H. Sutrisno: Pengawasan Persaingan Digital Adalah Kewajiban Konstitusional

Marhaenist.id, Jakarta  — Perkembangan ekonomi digital yang kian pesat dinilai tidak selalu…

DPK GMNI UNM Siap Jadi Patron Persatuan GMNI di Kota Makassar

Marhaenist.id, Makassar - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Diduga Tak Terima Ditanyakan Soal Komitmen Persatuan, Imanuel Cahyadi Bawah Lari Palu Sidang Saat Kongres hingga Berakhir Ricuh

Marhaenist.id, Bandung — Kongres Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke XXII versi…

Menjadikan Organisasi sebagai Ratu Adil

Marhaenist.id - Fenomena influencer politik yang beberapa waktu belakangan ini ramai menjadi…

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. FILE/Marhaenist

GMNI dan Dunia Aktivisme Ganjar Pranowo

Marhaenist - Ganjar Pranowo lahir pada masa ketika Indonesia sedang merayakan peringatan…

Gandeng Peradi Utama, PA GMNI Teken Mou untuk Penerima Beasiswa PKPA: 3.000 Alumni GMNI Berpotensi Mendapatkannya

Marharnist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Intoleransi Meningkat, GMNI: Masyarakat Harus Hati-hati Pilih Pemimpin di 2024

Marhaenist - Intoleransi masih menjadi persoalan yang krusial dalam hubungan kemasyarakatan di…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?