By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Polarisasi Otoritarianisme Gagal, Demokrasi Harus Terus di Kawal

Indo Marhaenist
Indo Marhaenist Diterbitkan : Jumat, 23 Agustus 2024 | 04:33 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Riyanto Pratama, Ketua DPD GMNI Sulawesi Selatan. FILE/Marhaenist
Bagikan

MARHAENIST – Demokrasi di Indonesia sedang berada di ujung tanduk, konflik antara Legislatif dan Yudikatif sedang berlangsung dan dipertontonkan dalam persoalan aturan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang.

Berangkat dari persoalan tersebut ada upaya mematahkan supremasi hukum yang berpihak kepada rakyat melalui kekuatan legislasi untuk menentang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) RI menyoal syarat Usia Kepala Daerah dan Threshold Pencalonan Kepala Daerah, tindakan busuk tersebut mencederai demokrasi, karena merupakan step dimana demokrasi dibunuh secara perlahan, pada akhirnya atas tindakan itu rakyat tidak akan punya kuasa dan hanya menjadi penonton di negara ini.

Kita melihat dinamika perkembangan politik tanah air saat ini ada upaya membangun kekuatan politik yang besar melalui pembentukan koalisi-koalisi partai yang terbentur aturan Threshold Pilkada atau melihat celah dalam aturan Threshold Pilkada sebelumnya.

Dengan terbentuknya koalisi gemuk tersebut mengakibatkan Pilkada mendatang akan berpotensi memunculkan calon tunggal di beberapa daerah yang kemudian akan melawan kotak kosong, atau bahkan melawan tandingan-tandingan buatan mereka sendiri melalui jalur non partai, sehingga secara pribadi saya melihat hal tersebut sebagai politik yang anti demokrasi dan diasumsikan nantinya penguasa-penguasa di daerah ialah penguasa-penguasa yang dipilih oleh partai, bukan oleh karena kehendak rakyat.

Demokrasi dengan sistem multipartai yang selama ini kita terapkan sebagai kendaraan politik bagi para Calon Kepala Daerah akan menjadi kendaraan politik tunggal jika koalisi-koalisi tersebut terus terbentuk dan yang terjadi adalah oposisi di negara ini akan semakin melemah bahkan akan hilang. Padahal oposisi bagi negara demokrasi sangat penting sebagai Agent of Control kepada pemerintahan yang berjalan, sehingga dapat dipastikan orang-orang yang menyatukan koalisi partai-partai tersebut membuat kekuatan yang tak terkalahkan dan berpotensi membentuk pemerintahan otoritarian.

Baca Juga:   Skandal Korupsi Tol Balikpapan-Samarinda: Keresahan Masyarakat Kalitim Sejak 2023 Akhirnya Terjawab

Kemudian polarisasi kekuasaan tunggal ini coba dipertahankan oleh beberapa fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI tatkala MK mencoba menganulir celah-celah yang terdapat dalam aturan Pilkada dan parahnya produk hukum itu hendak dibuat dalam sekejap mata, atas upaya tindakan tersebut membuat kemarahan rakyat memuncak, rakyat menyadari adanya penguasa yang rakus akan kekuasaan sedang mencoba membangun kekuatan yang tak tertandingi.

Lawakan terakhir yang dilakukan oleh Wakil Rakyat kita menunjukkan mereka ketakutan ketika para demonstran turun kejalan mengawal keputusan MK tersebut. Mereka sadar bahwa propaganda media sosial yang viral telah membuat rakyat muak ketika kekuasaan telah dimandatkan kepada salah seorang penguasa justru mandat itu hendak dikhianati dan dimanfaatkan untuk memperkuat diri beserta kroni-kroninya.

Hal ini perlu kita tegaskan, perjuangan ini belum selesai, saya berharap masyarakat harus terus memantau jalannya dinamika politik nasional, jangan pernah dijinakkan hanya karena dasar cinta kepada sosok aktor politisi dan lalu cinta tersebut membuat masyarakat lalai bahwa kita mesti tetap mengawal kebijakan-kebijakan yang lahir dari upaya para politisi tersebut.

Kita masih dalam ancaman imperium-imperium luar sebagai negara kaya, dimana imperium tersebut berpotensi memakai aktor politik kita untuk mengeksploitasi tanah air, sehingga kebijakan-kebijakan para politisi tersebut tak lagi mewakili kepentingan konstituennya.

Dalam bernegara jatuhkanlah cinta terakhir kita hanya kepada Republik Indonesia dan itulah Nasionalisme. Demokrasi adalah wahana agar kehidupan yang singkat ini kita dapat menikmati melalui aturan-aturan yang tidak membuat kita semakin sulit menjalani kehidupan.


Oleh : Riyanto Pratama, Ketua DPD GMNI Sulawesi Selatan

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Resmikan Posko Jaga Suara, Cornelia Agatha: Jaga Suara Untuk Menangkan Pram-Doel

Marhaenist,id, Jakarta - Relawan Jaga Suara dan Kawan 98 meresmikan Posko Jaga…

GMNI Jombang Sesalkan Tindakan Tidak Etis Tenaga Kesehatan RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung: Desak Evaluasi dan Investigasi Menyeluruh

Marhaenist.id, Jombang - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

John Masson: Anda Dilahirkan Unik, Jadi Tidak Perlu Setengah Mati Meniru Orang Lain

Marhaenist.id - Pernyataan John Masson, “Anda dilahirkan unik, jadi tidak perlu setengah…

Pidato Bung Karno Tentang Isi Supersemar

Marhaenist.id - Dalam pidatonyo pada 17 Agustus 1966, Sukarno mengecam pihak yang telah…

GMNI Jakarta Timur Soroti Carut-Marut Program MBG, Desak Evaluasi Total Pemerintah

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

​Lawan Perang Imperialis AS! Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Kecam Rezim Prabowo-Gibran sebagai Boneka Amerika

Marhaenist.id, Jakarta – Gelombang kemarahan rakyat terhadap kebijakan luar negeri dan domestik rezim…

GMNI Sulawesi Barat Serukan Rekonsiliasi dan Dukung Kongres Persatuan

Marhaenist.id, Mamuju - Gerakan mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) akan segera mengelar Kongres…

DPK GMNI Bung Tomo-Touna Sukses Gelar PPAB Ke 2

Marhaenist.id, Touna - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Usai Seruduk DPRD, GMNI Jeneponto Tutup Aksi dengan Doa Bersama di Depan Polres

Marhaenist.id, Jeneponto – Setelah menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Kabupaten Jeneponto guna…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?