By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Perkuat Pembangunan Nasional, PA GMNI di Sultra Gaungkan Kolaborasi Antar Organ Alumni Cipayung
Wacana Pemakzulan Presiden, Firman Tendry Masengi: Titik Temu Legalitas Konstitusi dan Legitimasi Rakyat
Pemakzulan, Konstitusi, dan Legitimasi Rakyat

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Trisakti Bung Karno: Jalan Ideologis Menghadapi Krisis Bangsa Hari Ini

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 13 Juni 2025 | 21:51 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Adi Maliano, Kader GMNI Kendari/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Lebih dari enam dekade lalu, Bung Karno merumuskan Trisakti sebagai fondasi ideologis bangsa Indonesia: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Meski lahir dari semangat revolusi kemerdekaan, Trisakti justru semakin relevan di tengah situasi krisis multidimensi yang dihadapi bangsa saat ini.

Kedaulatan politik Indonesia masih lemah di hadapan kekuatan modal dan tekanan global. Dalam banyak hal, keputusan strategis bangsa dari energi, pangan, hingga pertahanan tak sepenuhnya lepas dari pengaruh luar. Demokrasi kerap tersandera kepentingan elite politik dan oligarki ekonomi. Dalam konteks inilah, Trisakti hadir sebagai pengingat, bahwa politik harus berpijak pada kedaulatan rakyat, bukan tunduk pada tekanan asing atau kekuasaan uang.

Di sektor ekonomi, cita-cita berdikari kian tergerus. Ketergantungan pada impor, investasi asing yang menjarah sumber daya, serta maraknya utang luar negeri membuktikan bahwa kita belum sepenuhnya mandiri. Lebih menyedihkan, rakyat kecil yang seharusnya menjadi subjek utama pembangunan justru tersingkir. Petani kehilangan lahan, nelayan tergeser industri besar, dan buruh hidup dalam ketidakpastian. Trisakti mengajarkan bahwa ekonomi nasional harus dikendalikan oleh bangsa sendiri dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

Di bidang kebudayaan, arus globalisasi membanjiri ruang publik kita dengan nilai-nilai asing. Budaya konsumtif, individualisme, dan hedonisme perlahan menggerus nilai luhur bangsa. Kita mulai lupa pada gotong royong, rasa hormat, dan semangat kebersamaan. Padahal, berkepribadian dalam kebudayaan bukan berarti menolak modernitas, tetapi membangun kemajuan dengan tetap berpijak pada nilai dan identitas bangsa sendiri.

Trisakti Bung Karno bukan sekadar doktrin politik, tetapi arah perjuangan ideologis yang menyeluruh. Ia menuntut keberanian berpihak pada rakyat, komitmen melawan ketergantungan, dan kesadaran membangun bangsa yang bermartabat. Bagi kader GMNI dan seluruh anak bangsa yang sadar akan pentingnya ideologi dalam gerak politik dan pembangunan, Trisakti adalah kompas moral sekaligus alat perjuangan.

Baca Juga:   Membaca Ulang Demokrasi Nepotik dalam Politik Indonesia

Di tengah disorientasi kebijakan, komersialisasi pendidikan, dan pemiskinan struktural, Trisakti bukan hanya relevan ia mendesak untuk diwujudkan. Saatnya bangsa ini kembali ke jalan ideologisnya, jalan yang telah digariskan oleh pendiri bangsa kita jalan Trisakti.

“Berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan — itulah Trisakti!” – Bung Karno.***


Penulis: Adi Maliano, Kader GMNI Kendari.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Minggu, 12 April 2026 | 13:37 WIB
Foto: Benediktus Aquino, Alumni GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Sabtu, 11 April 2026 | 22:02 WIB
Perkuat Pembangunan Nasional, PA GMNI di Sultra Gaungkan Kolaborasi Antar Organ Alumni Cipayung
Sabtu, 11 April 2026 | 19:21 WIB
Wacana Pemakzulan Presiden, Firman Tendry Masengi: Titik Temu Legalitas Konstitusi dan Legitimasi Rakyat
Sabtu, 11 April 2026 | 18:07 WIB
Pemakzulan, Konstitusi, dan Legitimasi Rakyat
Sabtu, 11 April 2026 | 12:16 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Awali Debat Pamungkas, Ganjar: Tuanku ya Rakyat, Jabatan Hanyalah Mandat

Marhaenist.id, Jakarta - Calon presiden (Capres) nomor urut 03, Ganjar Pranowo, kembali…

Presiden Rusia Vladimir Putin. AFP/Jewel Samad

Jejak Langkah Permainan Vladimir Putin di Ukraina

Marhaenist - Pertanyaan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tengah memasuki babak akhir…

Guntur Soekarnoputra dalam peluncuran buku Catatan Merah Dari Putera Bung Karno Jilid 3, 19 Oktober 2022. MARHAENIST

Guntur Soekarnoputra: Pancasila Adalah Ideologi Kiri

Marhaenist - Putra pertama Presiden Soekarno (Bung Karno), yang juga merupakan Ketua…

Pelaku dan Aktivis Pemerhati Budaya Aji Barata Putuskan Maju di Pilkada Banyumas

Marhaenist.id, Banyumas - Seorang aktivis pemerhati dan pelaku budaya Bambang Barata Aji…

Solidaritas Padang Halaban Desak Gubernur Sumatera Utara Lakukan Mediasi Konflik Agraria

Marhaenist.id, Sumatera Utara — Konflik agraria yang terjadi di Padang Halaban dinilai…

Darimana Asal Mula Istilah Kiri Itu Muncul, Ini Jawabnya!

Marhaenist.id - Istilah "kiri" kini seringkali diidentikkan dengan komunisme. Padahal dilihat dari…

Kupas Pengaruh Globalisasi Demi Generasi Emas Indonesia, GMNI Dwitunggal FISIP UNRI dan GMNI Hang Tuah Tekankan Keteladanan Semangat Juang 1945

Marhaenist.id, Pekanbaru — Dewan Pengurus Komisariat (DPK) GMNI Dwitunggal FISIP Universitas Riau bersama…

Geopolitik Konstitusi Indonesia: Membaca Warisan Marhaenisme Arief Hidayat

Marhaenist.id - Di tengah dunia yang semakin terfragmentasi oleh konflik geopolitik, perang…

Kunjungi Pasar Tomohon, Ganjar Ingin Wujudkan Harga Bahan Pangan Murah

Marhaenist.id, Manado - Ganjar Pranowo ingin mewujudkan harga bahan pokok murah bagi…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?