By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Selamat Datang di “AI New Normal”
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Trisakti Bung Karno: Jalan Ideologis Menghadapi Krisis Bangsa Hari Ini

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 13 Juni 2025 | 21:51 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Adi Maliano, Kader GMNI Kendari/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Lebih dari enam dekade lalu, Bung Karno merumuskan Trisakti sebagai fondasi ideologis bangsa Indonesia: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Meski lahir dari semangat revolusi kemerdekaan, Trisakti justru semakin relevan di tengah situasi krisis multidimensi yang dihadapi bangsa saat ini.

Kedaulatan politik Indonesia masih lemah di hadapan kekuatan modal dan tekanan global. Dalam banyak hal, keputusan strategis bangsa dari energi, pangan, hingga pertahanan tak sepenuhnya lepas dari pengaruh luar. Demokrasi kerap tersandera kepentingan elite politik dan oligarki ekonomi. Dalam konteks inilah, Trisakti hadir sebagai pengingat, bahwa politik harus berpijak pada kedaulatan rakyat, bukan tunduk pada tekanan asing atau kekuasaan uang.

Di sektor ekonomi, cita-cita berdikari kian tergerus. Ketergantungan pada impor, investasi asing yang menjarah sumber daya, serta maraknya utang luar negeri membuktikan bahwa kita belum sepenuhnya mandiri. Lebih menyedihkan, rakyat kecil yang seharusnya menjadi subjek utama pembangunan justru tersingkir. Petani kehilangan lahan, nelayan tergeser industri besar, dan buruh hidup dalam ketidakpastian. Trisakti mengajarkan bahwa ekonomi nasional harus dikendalikan oleh bangsa sendiri dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

Di bidang kebudayaan, arus globalisasi membanjiri ruang publik kita dengan nilai-nilai asing. Budaya konsumtif, individualisme, dan hedonisme perlahan menggerus nilai luhur bangsa. Kita mulai lupa pada gotong royong, rasa hormat, dan semangat kebersamaan. Padahal, berkepribadian dalam kebudayaan bukan berarti menolak modernitas, tetapi membangun kemajuan dengan tetap berpijak pada nilai dan identitas bangsa sendiri.

Trisakti Bung Karno bukan sekadar doktrin politik, tetapi arah perjuangan ideologis yang menyeluruh. Ia menuntut keberanian berpihak pada rakyat, komitmen melawan ketergantungan, dan kesadaran membangun bangsa yang bermartabat. Bagi kader GMNI dan seluruh anak bangsa yang sadar akan pentingnya ideologi dalam gerak politik dan pembangunan, Trisakti adalah kompas moral sekaligus alat perjuangan.

Baca Juga:   Negara dan Jeritan Tangis Ibu yang Anaknya Bunuh Diri di Ngada NTT

Di tengah disorientasi kebijakan, komersialisasi pendidikan, dan pemiskinan struktural, Trisakti bukan hanya relevan ia mendesak untuk diwujudkan. Saatnya bangsa ini kembali ke jalan ideologisnya, jalan yang telah digariskan oleh pendiri bangsa kita jalan Trisakti.

“Berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan — itulah Trisakti!” – Bung Karno.***


Penulis: Adi Maliano, Kader GMNI Kendari.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Minggu, 22 Februari 2026 | 21:23 WIB
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB
Selamat Datang di “AI New Normal”
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:06 WIB
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:13 WIB
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Ketua Mahkamah Agung (MA) H.M. Syarifuddin. FILE/MA

Ketua MA Sikapi Masukan KPK, Ini Langkah Hakim Agung

Marhaenist - Ketua Mahkamah Agung (MA) H.M. Syarifuddin menyikapi saran dan masukan…

Komitmen Pemerintah Jaga Netralitas ASN Saat Pemilu dan Pilkada

Marhaenist - Penandatanganan keputusan bersama netralitas pegawai aparatus sipil negara (ASN) menunjukkan…

Mahfud MD Ungkap Dana Otsus Papua Masa Lukas Enembe untuk Foya-foya

Marhaenist - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD berterus…

Kritik Pernyataan Menkum, Zainal Arifin Mochtar: Putusan MK Tidak Selalu Prospektif, Polri Harus Segera Lakukan Penyesuaian

Marhaenist.id, Jakarta - Pakar Hukum Tata Negara, Zainal Arifin Mochtar menyoroti statement…

Skakmat Prabowo, Ganjar: Program Makan Siang Gratis Tidak Tepat Atasi Stunting

Marhaenist.id, Jakarta - Calon Presiden Ganjar Pranowo mengkritik program makan siang gratis…

Pajak untuk Keadilan

Marhaenist.id - Perdebatan soal kenaikan tarif PPN dari 11 persen menjadi 12 persen…

Foto: Nurfani Ici saat terpilih sebagai Ketua DPC GMNI Kota Ternate periode 2026-2028 (Dokpri)/MARHAENIST.

Catat Sejarah Baru, Sarinah Nurfani Ici jadi Perempuan Pertama yang Pimpin DPC GMNI Kota Ternate

Marhaenist.id, Ternate - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Menyalakan Api Konferensi Asia-Afrika

Marhaenist.id - Tujuh puluh tahun lalu, Bandung menjadi saksi sebuah kebangkitan moral…

Keraton Surakarta dan Gagasan Negara Kebudayaan Soekarno

Marhaenist.id - Keributan yang terjadi dalam prosesi penyerahan Surat Keputusan Menteri Kebudayaan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?