By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Selamat Datang di “AI New Normal”
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Soroti Aksi Pencemaran Limbah Hasil Pengeboran RIG GWDC milik PT PHSS, GMNI Balikpapan Desak Kepolisian Bebaskan Nelayan

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 14 Februari 2025 | 18:38 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: GMNI Balikpapan saat melakukan konsolidasi dalam bentuk aksi/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Balikpapan – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Balikpapan menggelar konsolidasi internal yang merupakan bentuk respon terhadap permasalahan yang yang dialami nelayan Muara Badak buntut dari pencemaran limbah hasil pengeboran RIG GWDC milik PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) yang mengakibatkan kerang dara yang di budidaya nelayan mengalami mati massal.

Diketahui, di Muara Badak sebanyak 299 nelayan menggantungkan kehidupannya pada Budidaya kerang dara, dari hasil budidaya kerang dara nelayan dapat menghasilkan 10 ton kerang dara setiap harinya yang digunakan untuk membangun rumah, menjadi sumber penghidupan, bahkan membiayai pendidikan anak hingga perguruan tinggi.

Namun, limbah yang dibuang perusahaan secara tidak bertanggung jawab tersebut selain mencemari lingkungan juga akhirnya membuat pembudidaya kerang dara mengalami gagal panen dan membuat kerugian yang sangat besar bagi nelayan.

“Pencemaran lingkungan merupakan ancaman serius bagi kelangsungan lingkungan dan kehidupan nelayan lokal apalagi limbahnya dibuang disebarang tempat,” ujar Bung Hiskia, Kamis (13/2/2025).

Sebelumnya nelayan yang tergabung dalam Aliansi Peduli Nelayan Kerang Dara menggelar aksi protes di simpang enam Muara Badak, Rabu (12/2/2025) yang merupakan aksi lanjutan yang mereka lakukan sepekan sebelumnya.

Namun, unjuk rasa tersebut berujung ricuh setelah aparat kepolisian Polres Kota Bontang mengambil tindakan represif membubarkan secara paksa bahkan menggunakan water cannon terhadap massa aksi.

Imbasnya, ada 10 orang yang diamankan oleh Polres Kota Bontang, awalnya ada tujuh pendemo ditangkap namun kemudian tiga orang lainnya ikut diamankan di jalan poros menuju Anggana, Kutai Kartanegara.

Atas hal itu, GMNI Balikpapan menyatakan rasa prihatin yang mendalam terkait penangkapan beberapa nelayan kerang dara oleh Polres Bontang dalam aksi demonstrasi di Muara Badak.

Baca Juga:   Tolak Penggusuran, Hentikan Intimidasi dan Kriminalisasi yang Dilakukan Polda Metro Jaya Terhadap Warga Kebon Sayur!

Menurut mereka, aksi yang dilakukan oleh Aliansi Peduli Nelayan Kerang Dara di depan PT PHSS merupakan bentuk protes terhadap dampak buruk yang ditimbulkan oleh perusahaan terhadap mata pencaharian mereka dan tindakan represif yang berupa pembubaran paksa dan penangkapan oleh aparat kepolisian adalah langkah yang tidak tepat dan berlebihan.

Dari itu, GMNI Balikpapan mendesak Polres Bontang untuk segera membebaskan nelayan-nelayan tersebut tanpa syarat.

‘Kami mendesak Polres Bontang untuk membebaskan para nelayan tersebut karena mereka bukanlah penjahat, meraka hanya memperjuangkan kehidupannya,” ujar Bung Faruq perwakilan dari GMNI.

GMNI Balikpapan mendesak Polres Bontang untuk mengutamakan pendekatan yang lebih humanis dalam menyelesaikan masalah ini.

“Saya melihat bahwa pihak Polres Bontang sangat tidak humanis dan terkesan refresif” tegas Bung Faruq.

GMNI Balikpapan juga mengimbau Pemerintah Daerah untuk segera mengambil solusi yang tegas dalam menyikapi permasalahan ini serta memfasilitasi mediasi antara masyarakat atau nelayan kerang dara dengan PT PHSS untuk mencari solusi yang adil dan memperhatikan hak-hak masyarakat serta keberlangsungan lingkungan.

“Kami mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan permasalahan ini,” pungkas Bung Faruq.

Maka dari itu, GMNI Balikpapan menuntut:

1. Mengecam Kriminalisasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian kepada massa aksi.

2. Mengecam segala bentuk kerusakan lingkungan yang tidak bertanggung jawab yang dilakukan oleh PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS).

3. Mendesak Pemerintah Daerah untuk segera mengevaluasi Amdal Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS).

4. Mendesak Pemerintah Daerah untuk segera menyelesaikan dampak sosial dan hukum yang dirasakan masyarakat.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Minggu, 22 Februari 2026 | 21:23 WIB
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB
Selamat Datang di “AI New Normal”
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:06 WIB
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:13 WIB
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Pernyataan Sikap GMNI Se-Balikpapan Desak Kongres Persatuan

Marhaenist.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) sebagai organisasi kader dan politik…

Minim Subtansi, Maha Sakti Esa Jaya: Debat Pilkada Penajam Paser Utara Jadi Ajang Jual Program

Marhaenist.id, Penajam Paser Utara - Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Maha Sakti…

DPD PA GMNI Jakarta Raya Bakal Gelar Diskusi Publik Edisi Khusus Pra-Konferda V

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Gugur Sebagai Pejuang Demokrasi, DPC GMNI Kendari Kecam Tindakan Represif Kepolisian Kawan Ojol

Marhaenist.id, Kendari – Tragedi kembali mencoreng wajah demokrasi Indonesia. Seorang kawan Ojol yang…

Dampingi Rakyat Miskin, Alumni GMNI Berikan Layanan Jasa Hukum Probono

Marhaenist, Salatiga - Lembaga Bantuan Hukum Mitra Keadilan Bersama (LBH MKB) Salatiga…

Demokrasi yang Merawat

Marhaenist.id - Sebagai pengawas Pemilu, saya terbiasa berbicara tentang integritas pemilu, electoral…

Soekarno Dalam Berbagai Kurun Perjalanan Waktu

Marhaenist - Ir. Soekarno adalah orang pertama yang mencetuskan konsep Pancasila sebagai…

Nyanyian dan Sumpah Tanpa Jiwa

Marhaenist.id - Ada yang sunyi di tengah gegap gempita peringatan Sumpah Pemuda.…

Persatuan Alumni GMNI dan GMNI Touna Gelar Donor Darah dalam Rangka Bulan Bung Karno

Marhaenist.id, Touna : Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?