By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Kehilangan yang Tidak Disadari: Suku Terasing di Ambang Lenyap
Dirgahayu GMNI ke-72, Heri Pudyatmoko Serukan Penguatan Marhaenisme dan Persatuan
Memperkuat Demokrasi di Tengah Badai Digital: Tanggapan Kritis atas Buku “Bawaslu di Tengah Era Big Data”
Dies Natalis Ke 72, GMNI Jaktim Serukan Tetaplah di Garis Marhaen meski berada di Persimpangan Jalan antara Idealisme dan Realistis
Konflik Geopolitik dalam Perspektif Marhaen antara Perebutan Kuasa Global dan Nasib Rakyat Kecil

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Selamatkan Demokrasi: DPC GMNI Jeneponto Desak Usut Tuntas Teror Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrien Yunus

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 16 Maret 2026 | 19:56 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: DPC GMNI Jeneponto saat berada didepan Markas Polres Jeneponto (Dok. GMNI Jeneponto)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jeneponto – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Jeneponto mengecam keras tindakan kekerasan berupa penyiraman air keras terhadap aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Andrie Yunus, yang terjadi pada (13/3/2026) lalu.

Peristiwa tersebut dinilai sebagai bentuk teror yang mengancam kebebasan berekspresi serta mencederai demokrasi di Indonesia.

Sekretaris DPC GMNI Jeneponto menyampaikan bahwa tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus tidak dapat dianggap sebagai peristiwa biasa.

Menurutnya, serangan tersebut diduga kuat merupakan tindakan yang telah direncanakan dan bertujuan untuk membungkam gerakan kritis terhadap berbagai kasus pelanggaran HAM.

“Serangan ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan ancaman serius bagi seluruh aktivis dan masyarakat sipil yang selama ini menyuarakan kritik terhadap berbagai ketidakadilan, khususnya persoalan pelanggaran HAM,” tegasnya, Senin (16/3/2026).

DPC GMNI Jeneponto menilai bahwa tindakan kekerasan dan teror terhadap aktivis merupakan indikator buruknya kualitas demokrasi.

Apabila peristiwa semacam ini dibiarkan tanpa penegakan hukum yang tegas, maka hal tersebut berpotensi menciptakan iklim ketakutan serta membungkam kebebasan berpendapat di ruang publik.

“Jika tindakan teror seperti ini dibiarkan, maka bukan tidak mungkin praktik pembungkaman demokrasi akan terus berulang. Hal ini tentu menjadi ancaman bagi masyarakat sipil yang ingin menyampaikan aspirasi terhadap berbagai ketidakadilan,” lanjutnya.

Atas kejadian tersebut, DPC GMNI Jeneponto mendesak pemerintah serta aparat penegak hukum untuk segera bertindak cepat dan tegas dalam mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Proses penanganan kasus tersebut juga diminta dilakukan secara transparan kepada publik, terutama kepada keluarga korban.

Selain itu, DPC GMNI Jeneponto juga menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab besar dalam menjamin perlindungan hukum bagi para aktivis, pejuang HAM, serta seluruh rakyat Indonesia yang menyampaikan aspirasi secara demokratis.

Baca Juga:   Gelar Musda, Kader GMNI Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua KNPI Pemalang 

“Pemerintah dan aparat penegak hukum harus segera mengevaluasi berbagai persoalan pelanggaran HAM yang selama ini terjadi serta memastikan adanya perlindungan hukum yang nyata bagi seluruh warga negara,” ujarnya.

DPC GMNI Jeneponto menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas serta memastikan bahwa pelaku maupun dalang di balik tindakan teror tersebut dapat diungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kasus ini harus diusut sampai ke akar-akarnya. Penegakan hukum yang transparan dan adil menjadi kunci dalam menjaga demokrasi serta melindungi kebebasan berpendapat di Indonesia,” tutupnya.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Kehilangan yang Tidak Disadari: Suku Terasing di Ambang Lenyap
Rabu, 25 Maret 2026 | 09:44 WIB
Dirgahayu GMNI ke-72, Heri Pudyatmoko Serukan Penguatan Marhaenisme dan Persatuan
Selasa, 24 Maret 2026 | 09:31 WIB
Memperkuat Demokrasi di Tengah Badai Digital: Tanggapan Kritis atas Buku “Bawaslu di Tengah Era Big Data”
Senin, 23 Maret 2026 | 14:20 WIB
Dies Natalis Ke 72, GMNI Jaktim Serukan Tetaplah di Garis Marhaen meski berada di Persimpangan Jalan antara Idealisme dan Realistis
Senin, 23 Maret 2026 | 10:30 WIB
Konflik Geopolitik dalam Perspektif Marhaen antara Perebutan Kuasa Global dan Nasib Rakyat Kecil
Jumat, 20 Maret 2026 | 16:53 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Seperti Apa Konsep Pemikiran Karl Marx, Ayo Pelajari dengan Download Buku-Buku-nya Secara Gratis Hanya Disini!

Marhaenist.id - Marx mempunyai gagasan besar sosialismenya untuk mengubah dunia pada masa…

GMNI Situbondo Gelar Dies Natalies ke 71 dengan Berbagi Takjil dan Diskusi

Marhaenist.id, Situbondo - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Situbondo menggelar kegiatan Dies…

Pilkada Melalui DPRD: Ancaman Sentralisme Kekuasaan dan Lonceng Kematian Demokrasi Lokal

Marhaenist.id - Wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada ke tangan…

Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965

Marhaenist.id - Sejumlah dokumen kabel diplomatik Amerika soal tragedi 1965 kembali dibuka…

DPC GMNI Mandailing Natal Kecam Kekerasan Aparat terhadap Ketua GMNI Labuhanbatu dan Petani Padang Halaban

Marhaenist.id, Mandailing Natal — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Marhaenis Berbagi: DPK GMNI UIN Jakarta dan Cirendeu Bagikan Takjil Gratis Untuk Masyarakat

Marhaenist - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat UIN Jakarta dan Cirendeu…

Jokowi Contoh Teladan Bapak Nepotisme

Marhaenist.id, Jakarta- Pengamat politik, Eep Saefullah Fatah dalam video terbaru, secara terang-terangan…

Gelar Diskusi Terbatas dengan Perhimpunan Agenda 45, Andi Widjajanto: Indonesia Butuh Strategi Tepat Hadapi Perubahan Global

Marhaenist.id, Jakarta - Tatanan Global tengah bergeser menuju sebuah tatanan baru, saat…

Bung Karno dan Ibundanya Tercinta Ida Ayu Nyomang Rai

Marhaenist.id - Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dikenal tidak hanya sebagai…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?