By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI Pasaman Kutuk Keras Penganiayaan Brutal terhadap Ibu Saudah, Korban Penolak Tambang Emas Ilegal
Warga TPU Kebun Nanas Didampingi GMNI Jakarta Timur dan Yayasan Teman Baik Ajukan Pengaduan ke Komnas HAM RI
Polemik Pembangunan Kopdes Merah Putih, GMNI Kendari Bongkar Dugaan Penyerobotan Lahan Warga oleh Kepala Desa Polindu
GMNI Gelar Dialog Terbuka Kader, Bahas Tantangan dan Potensi Organisasi Ideologis
Tragis! Nenek Penolak Tambang Emas Ilegal di Pasaman Timur Dianiaya Brutal dan Dibuang, Sempat Dikira Tewas

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Sarinah GMNI Gelar Diskusi Feminisme Pancasila Daring, Soroti Peran Perempuan Terpelajar

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 22 Desember 2025 | 06:27 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Tangkapan Layar kegiatan Diskusi Daring Feminisme Pancasila oleh Sarinah GMNI yang menyooroti Peran Perempuan Terpelajar, Minggu (20/12/2025)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta — Sarinah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) se-Indonesia menggelar Diskusi Feminisme Pancasila bertema “Pelopor Perempuan Terpelajar Masa Kini” secara daring melalui Zoom dan live streaming YouTube, dalam rangka memperingati Hari Ibu Nasional, refleksi akhir tahun 2025, serta penggalangan dana bencana di Sumatera.

Kegiatan yang diinisiasi DPC GMNI Jakarta Timur ini diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Diskusi tersebut menjadi ruang konsolidasi ideologis dan pertukaran gagasan untuk memperkuat peran perempuan terpelajar dalam kehidupan sosial dan politik kebangsaan berbasis nilai-nilai Pancasila.

Ketua Pelaksana kegiatan, Yulia Brian Dini, menyampaikan bahwa forum ini dirancang sebagai ruang dialektika strategis bagi kader Sarinah GMNI untuk memperkuat kesadaran ideologis dan kontribusi nyata perempuan dalam perjuangan kerakyatan.

“Perempuan terpelajar harus tampil sebagai subjek perubahan sosial yang berdaya dan berperspektif keadilan sosial,” ujarnya.

Diskusi ini menghadirkan Sarinah pelopor dari berbagai wilayah, di antaranya perwakilan GMNI dari Jakarta Timur, Depok, Kupang, Mimika, Pekanbaru, Tangerang Selatan, Tapanuli Utara, Surakarta, dan Surabaya Raya. Kehadiran mereka mencerminkan upaya merajut persatuan GMNI lintas wilayah dari Barat hingga Timur Indonesia.

Dalam sambutan pembuka yang mewakili Sarinah se-Indonesia, Tiarma Simanjuntak menegaskan bahwa perempuan bukan sekadar pelengkap sejarah, melainkan subjek politik yang sadar, terdidik, dan berdaya.

Ia menekankan pentingnya peran perempuan sebagai perekat persatuan organisasi serta penjaga nilai ideologis Marhaenisme.

Sebagai keynote speaker, Eva Kusuma Sundari dari Institut Sarinah Indonesia menjelaskan bahwa Feminisme Pancasila merupakan konsep keadilan gender khas Indonesia yang berakar pada nilai gotong royong, keseimbangan spiritual, dan sejarah kepemimpinan perempuan Nusantara.

Menurutnya, pendekatan ini berbeda dari feminisme Barat yang berangkat dari konteks sosial budaya yang berbeda.

Baca Juga:   Prihatin dengan Kondisi Oraganisasi, GMNI Bima Desak Kongres Persatuan

Diskusi panel pertama membahas perspektif ekonomi, politik, dan hukum. Wakil Rektor Universitas Flores, Dr. Dra. Immaculata Fatima, M.MA., menekankan pentingnya pendidikan perempuan dalam penguatan ekonomi rakyat berbasis ideologi Marhaenisme.

Sementara itu, Susi Maryanti, S.H., M.H., dari DPN PERADI menyoroti persoalan perlindungan hukum perempuan, khususnya maraknya kekerasan domestik yang masih terjadi di ruang privat.

Panel diskusi kedua mengangkat isu kesehatan mental dan sosiologi. Guru Besar Psikiatri Universitas Airlangga, Prof. Dr. dr. Margarita Maria Maramis, menyatakan bahwa kesehatan mental perempuan merupakan hak dasar yang kerap terabaikan, terutama bagi perempuan dari kelompok Marhaen yang menghadapi beban ganda ekonomi dan sosial.

Perspektif sosiologis kemudian disampaikan oleh Agnes Sri Poerbasari dari Dewan Ideologi DPP Persatuan Alumni GMNI, yang menegaskan peran perempuan sebagai agen perubahan sosial kolektif.

Menutup rangkaian acara, GMNI menegaskan komitmennya untuk menempatkan isu perempuan sebagai bagian integral dari perjuangan kerakyatan.

Melalui konsep Sarinah dan Feminisme Pancasila, GMNI mendorong perempuan tampil sebagai motor perubahan dalam menghadapi ketimpangan struktural, baik di tingkat nasional maupun global.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

GMNI Pasaman Kutuk Keras Penganiayaan Brutal terhadap Ibu Saudah, Korban Penolak Tambang Emas Ilegal
Rabu, 7 Januari 2026 | 04:01 WIB
Warga TPU Kebun Nanas Didampingi GMNI Jakarta Timur dan Yayasan Teman Baik Ajukan Pengaduan ke Komnas HAM RI
Rabu, 7 Januari 2026 | 02:04 WIB
Polemik Pembangunan Kopdes Merah Putih, GMNI Kendari Bongkar Dugaan Penyerobotan Lahan Warga oleh Kepala Desa Polindu
Selasa, 6 Januari 2026 | 23:30 WIB
GMNI Gelar Dialog Terbuka Kader, Bahas Tantangan dan Potensi Organisasi Ideologis
Selasa, 6 Januari 2026 | 22:03 WIB
Tragis! Nenek Penolak Tambang Emas Ilegal di Pasaman Timur Dianiaya Brutal dan Dibuang, Sempat Dikira Tewas
Selasa, 6 Januari 2026 | 19:47 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Konflik Politik di Buton Selatan Memanas: Bupati dan Wakilnya Saling Lapor, GMNI Kritik Ketidakdewasaan Kepemimpinan Daerah

Marhaenist.id, Buton Selatan -Ketegangan politis semakin tajam di Kabupaten Buton Selatan (Busel)…

Biografi Singkat Bung Karno

Marhaenist.id - Para Marhaenis pasti sudah tidak asing lagi dengan Ir. Soekarno…

Menilai Keterlibatan TNI dalam Pelatihan KPU

Marhaenist.id-Pelatihan yang diberikan oleh TNI kepada penyelenggara pemilu, memunculkan sejumlah kekhawatiran yang…

Foto: Kosmas Mus Guntur, Praktisi Hukum Asal NTT/MARHAENIST.

Praktisi Hukum Desak Kapolda NTT & Kapolres Manggarai Barat Serius Tangani Dugaan Tambang Emas Ilegal di Dekat TNK

Marhaenist.id, Manggarai Barat – Praktisi hukum asal Nusa Tenggara Timur, Kosmas Mus…

GMNI di DIY Keluhkan Kurangnya Program Pengembangan Kader

MARHAENIST - Sejumlah Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Peristiwa Cikini: Upaya Pembunuhan Terhadap Presiden Soekarno

Marhaenist.id - Pada tanggal 30 November 1957 terjadi upaya pembunuhan terhadap Presiden…

Menag Adakan Natal Bersama: Simbol Kecil, Dampak Besar — Asal Jangan Sekadar Panggung Saja

Marhaenist.id - Ketika Kementerian Agama menetapkan tema “C-LIGHT: Christmas — Love in…

Mahasiswa Perlu Sederhanakan Istilah Bahasa Agar Mudah Dipahami Masyarakat

Marhaenist.id - Kadangkala mahasiswa organisasi gerakan menggunakan bahasa akademis yang sulit dipahami…

Terpilih dalam Konfercab, Efrem Elman Siarif Ndruru dan Noval Fahrizal Gunawan Resmi Nahkodai DPC GMNI Jaktim Periode 2025-2027

Marhaenist.id, Jaktim – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?