By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Selamat Datang di “AI New Normal”
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Pro-Kontra Wacana Penghapusan Zonasi PPDB Sekolah Dasar dan Menengah: Akankan ‘Sekolah Favorit’ Muncul Kembali?

Marhaenist Indonesia
Marhaenist Indonesia Diterbitkan : Kamis, 5 Desember 2024 | 22:04 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Potret Sekolah SD yang berada di pedesaan yang masih tergolong kategori sekolah murah. MARHAENIST
Bagikan

Marhaenist.id – Munculnya isu penghapusan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) berawal dari permintaan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kepada Kemendikdasmen pada Jum’at (22/11/2024) yang lalu. Menanggapi wacana penghapusan PPDB zonasi, anggota Ombudsman RI Indraza Marzuki Rais mengatakan pihaknya menganggap sistem zonasi masih sangat relevan. Terkhusus untuk membangun pemerataan kualitas dan fasilitas pendidikan. Indraza menjelaskan, jika PPDB zonasi di hapus, maka fenomena sekolah favorit akan muncul lagi.

Ia memaparkan, adanya “sekolah favorit” akan memperkeruh ketidak seimbangan kualitas Pendidikan. Ia menegaskan, favoritisme pada satuan  Pendidikan perlu segera di kurangi. “sekolah favorit mungkin menguntungkan bagi Sebagian pihak, tetapi penghapusan zonasi akan membuat ketimpangan ini menjadi masalah sistemik yang terus berlanjut” ucapnya di Jakarta pada minggu (24/11/2024).

Zonasi sendiri merupan suatu sistem pwmbangian suatu wilayah menjadi beberapa bagian berdasarkan fungsi dan tujuan pengelolaan. Dalam konteks penerimaan peserta didik baru (PPDB). Zonasi merupakan sistem yang membagi zona-zona geografis untuk menentukan sekolah tujuan siswa. Sistem zonasi ini dicanangkan pada masa Menteri Pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

Pada tahun 2017, sistem zonasi pertama kali di terapkan pada PPDB sesuai Permendikbud Nomor 17 tahun 2017 tentang PPDB. Adapun tujuannya untuk memberikan kesempatan yang sama kepada semua warga negara untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, tanpa memandang latar belakang sosial atau ekonomi.

Namun di beberapa daerah masih banyak yang tidak  bisa merasakan dampak dari sistem zonasi tersebut, karena kurang meratanya pembanguanan infrastruktur khususnya dalam rana pendidikan. Tidak hanya di plosok pedesaan, tetapi juga di kota masih banyak masyarakat yang tidak bisa merasakan dampak dari sistem zonasi. siswa yang membutuhkan Pendidikan semakin meningkat sedangkan persediaan tempat pendidikan tidak ditingkatkan secara optimal.

Baca Juga:   GMNI Sulsel Apresiasi Langkah Prabowo Bebaskan Dua Guru di Luwu Utara

Maka dari itu sekarang banyak siswa yang rumahnya  jauh dari sekolah negeri tidak dapat tempat di sekolah-sekolah tersebut, maka kebanyakan siswa beralih ke sekolah swasta karena tidak dapat kuota di sekolah negeri, Dari kejadian ini pemerintah sudah gagal dalam memmbangun dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) di usia dini. Secara tidak laangsung pemeintah telah gagal dalam memenuhi UUD 45 alinea ke 4 yang berbunyi “Mencerdaskan  kehidupan bangsa” dari UUD 45 tersebut harusnya Pendidikan  rakyat Indonesia semua, adalah tanggung jawab pemerintah atau negara.

Tidak hanya itu, pemerintah harusnya menyediakan tempat Pendidikan untuk seluruh rakyatnya dan membiayai Pendidikan untuk seluruh rakyatnya jika ingin Indonesia maju di rana Pendidikan. Karena sampai sekarang banyak Masyarakat yang terkendala tidak bisa menempuh Pendidikan atau tidak bisa melanjutkan Pendidikan ke janjang yang lebih tingga hanya karena biaya yang mahal, maka dari itu banyak Masyarakat Indonesia yang pendidikanya rendah, maka dari itu saya berharap dari penghapusan sistem zonasi mudah-mudahan banyak siswa yang berambisi dan berlomba-lomba untuk mendapatkan nilai yang tinggi, karena pada rana Pendidikan saat ini banyak siswa yang jarang belajar karena mereka rumahnya dekat dengan sekolah, dari itu siswa-siswa yang rumahnya dekat dengan sekolah mereka tidak harus belajar dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan nilai yang tinggi karena syarat untuk masuk sekolah tidak dengan nilai, melainkan dengan jarak antara rumah siswa da sekolah.

Dalam berjalanya sistem zonasi saat ini banyak siswa-siswa yang mengalami penurunan dalam belajar, ada juga siswa SMA yang tidak lancer membaca dan tidak bisa menghutung, harsunya pembelajaran ini di dapatkan pada waktu sekolah dasar namun mirisnya dunia Pendidikan di Indonesia ini yang mengalami penurunan. Dari peristiwa tersebut saya sangat mendukung jika sistem zonasi di hapuskan karena ada beberapa hal yang kurang terealisasikan pada sistem zonasi dan ada banyak dampak negatif dari sistem zonasi ini. Mudah-mudahan Pendidikan di negeri Indonesia ini bisa lebih baik dari saat ini.

Baca Juga:   Gelar PPAB, GMNI UIN Salatiga Tanamkan Jiwa Nasionalis dan Sosialis

Penulis Raditia Ivan Dita Ardiyesa, Mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2024, Kader GMNI Hukum UWKS.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Minggu, 22 Februari 2026 | 21:23 WIB
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB
Selamat Datang di “AI New Normal”
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:06 WIB
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:13 WIB
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Gelar Audiensi dengan Kejari, GMNI Jaktim Bahas Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin Jahit dan Peran Pemuda dalam Pengawasan Hukum

Marhaenist.id, Jakarta Timur – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Hindari Kecurangan, Relawan Relawan Bentuk Posko Jaga Suara

Marhaenist.id, Jakarta - Kelompok Relawan Jaga Suara dan Kawan 98 menginisiasi pembentukan…

Api Perjuangan Marhaenisme: Merayakan 70 Tahun GMNI dalam Mempertahankan Kesejahteraan Kaum Marhaen

Marhaenist.id - Dalam memperingati Dies Natalis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang…

Manifesto Politik Konsolidasi Nasional GMNI 2025 di Blitar

"SATU GMNI SATU PERJUANGAN, MARHAENISME SEBAGAI KEKUATAN NASIONAL" Salam Marhaen, Merdeka! Kami,…

Bung Tomo, Sang Orator Si Pembakar Semangat Perjuangan Melawan Penjajah

Marhaenist.id - Sutomo atau dikenal dengan panggilan Bung Tomo tercatat sebagai pahlawan…

Laksanakan Konfercab Ke II, Gabriel-Desi Resmi Terpilih Menjadi Ketua dan Sekretaris DPC GMNI Mamasa

Marhaenist.id, Mamasa - Gabriel Dakosta Swares dan Desi Rispawati tepilih sebagai ketua…

Ma’ruf Amin Minta Pemerintah, Pengusaha dan Buruh Perbarui Komitmen Bersama

Marhaenist - Selama pandemi Covid-19, dunia kerja global memperlihatkan kerentanan akan disrupsi…

Arief Hidayat Terpilih Sebagai Ketua Umum PA GMNI 2021-2026

Marhaenist - Kongres IV Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia memilih secara…

Puluhan Jenderal Dukung Ganjar, Siap Lawan Segala Bentuk Intervensi

Marhaenist.id, Karangayar - Puluhan Jenderal dari TNI dan Polri menegaskan siap mengawal…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?