Marhaenist.id – Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) Indonesia 2024, Sempat beredar kabar dan menguat tentang adanya pikiran tentang PA GMNI yang merupakan ‘Sayap’ Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia-Perjuangan (PDI-Perjuangan) karena ada 2 (dua) organisasi relawan yang dibentuk oleh PA GMNI, yakni; Barisan Sukarnois untuk Alumni Tua dan Gememi Club untuk Alumni Muda yang berperan mendukung dan memenangkan Ganjar Pranowo sebagai Presiden Republik Indonesia (RI) yang juga diusung oleh PDIP.
Pemikiran itu justru dianggap merusak independensi PA GMNI yang telah diatur dalam AD/ART PA GMNI yang secara tegas menyatakan bahwa PA GMNI adalah organisasi yang bersifat independen yang artinya tidak terkait dengan kekuatan politik manapun, baik kekuatan politik Partai Politik ataupun kekuatan politik Organisasi Kemasyarakatan lainnya.
Dahulunya, GMNI merupakan sayap daripada Partai Nasional Indonesia (PNI) bentukan Bung Karno, akan tetapi karena PNI telah menyatu dengan beberapa partai lainnya dan membentuk Partai Demokrasi Indonesia (PDI), GMNI menganggap bahwa PNI yang berada dalam kubu PDI tak lagi sejalan dengan prinsip Marhaenisme ajaran Bung Karno karena adanya intervensi dari Orde Baru yang melakukan Desukarnoisasi, maka GMNI memutuskan komunikasi dengan PDI meski didalamnya ada PNI.
Pada Kongres ke-5 GMNI di Salatiga tahun 1969 menelorkan gagasan independensi organisasi GMNI, dan telah meletakkan dasar-dasar posisi dan haluan organisasi GMNI dengan menegaskan prinsip independensi GMNI yang berimbas pula pada letakan dasar independensi PA GMNI.
Kemudian keputusan Kongres IV GMNI di Jakarta tahun 1976, telah mengukuhkan dan menetapkan Independensi GMNI dan menegasan Marhaenisme sebagai asas organisasi GMNI. Sejak itu hingga saat ini-pun GMNI adalah organisasi kader yang berposisi Independen.
Artinya organisasi GMNI, bukanlah bagian dari organ partai politik apapun, apalagi sebagai organisasi ‘sayap’ partai politik, dan juga bukan merupakan bagian dari ‘sayap’ ormas apapun juga.
Dari itu, tentu saja tidak ada ikatan organisatoris struktural GMNI apalagi PA GMNI dengan Partai Politik atau Organisasi Kemasyarakatan apapapun.
Alasan PA GMNI mendukung Ganjar Pranowo?
Oleh GMNI Ganjar Pranowo dianggap sosok panutan yang dekat dengan rakyat. Dia (Ganjar) selalu ikut terjun langsung menyelesaikan persoalan di masyarakat. Ia juga dekat dan mampu merangkul seluruh kelompok masyarakat yang membuatnya sebagai pemimpin yang dapat dijadikan sebagai teladan masyarakat. Ia juga dianggap memiliki seluruh kualitas yang dimiliki oleh seorang pemimpin.
Disisin lain, Ganjar Pranowo adalah Alumni GMNI yang juga merupakan bagian dari Anggota PA GMNI yang kerap turun tangan dalam kegiatan yang diselenggarakan GMNI Aktif di berbagai daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Ambon, Makassar, hingga Papua.
Ganjar juga ikut hadir dan membantu kegiatan-kegiatan di tingkatan komisariat di seluruh wilayah Indonesia. Ia juga dikenal aktif dan turut membantu kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan PA GMNI di berbagai daerah.
Oleh GMNI, Ganjar Pranowo juga dianggap sebagai sosok yang bertanggung jawab dan masih memegang teguh nilai-nilai perjuangan yang diperjuangkan oleh GMNI. Sehingga ia dianggap Tokoh GMNI yang layak diperjuangkan sebagai pemimpin bangsa. (Pernyataan Sugeng Hariono, Minggu, 28/11/2021 diberbagai Platform Media Online).
Jadi untuk itu, ada dua hal yang harus kita garis bawahi sebagai alasan PA GMNI mendukung Ganjar Pranowo:
1. Ganjar Pranowo adalah Kader GMNI yang kerap turun tangan membantu kegiatan-kegiatan GMNI Aktif sampai ditingkatan Komisariat dan PA GMNI.
2. Ganjar Pranowo dekat dengan rakyat karena selalu kerap ikut terjun langsung menyelesaikan persoalan rakyat, mampu merangkul seluruh kelompok rakyat, dll, sehingga dianggap memiliki seluruh kualitas yang dimiliki oleh seorang pemimpin.
Dari dua hal itu, PA GMNI berpendapat bahwa Ganjar Pranowo adalah Alumni GMNI yang sangat layak diperjuangan menjadi pemimpin bangsa dalam hal ini menjadi Presiden RI.
Ganjar Pranowo Didukung PDI-Perjuangan, Independensi PA GMNI Diuji!
(Menjawab Tudingan PA GMNI adalah Memang Sayap PDI-Perjuangan).
Dalam sistem bernegara dimanapun (Selain Bentuk Pemerintahan Monarki) diseluruh dunia, seseorang dapat mencalonkan diri sebagai Presiden atau Perdana Menteri harus melalui mekanisme pengusungan Partai Politik, sementara Ormas hanya sebatas memberikan dukungan, begitupun di Negara Republik Indonesia.
Pada Pilpres 2024, Ganjar Pranowo diusung oleh PDI-Perjuangan untuk dicalonkan sebagai kandidat Presiden yang berpasangan dengan Mahfud MD. Selain Kader GMNI, Ganjar juga merupakan Kader PDI-Pejuangan, maka dari itu PDI-Perjuangan mengusungnya sebagai Calon Presiden Republik Indonesia.
Dikarenakan PDI-Perjuangan adalah Partai Pengusung dan Ganjar Panowo adalah Kader PDI-Perjuangan, maka sigma yang berkembang saat PA GMNI mendukung Kadernya menjadi Calon Presiden adalah PA GMNI memang merupakan sayap Partai PDI-Perjuangan, hanya saja selama ini malu-malu untuk mengakui.
Sebagai titik terang dari masalah ini atau menjawab tudingan bahwa PA GMNI merupakan sayap Partai PDI-Perjuangan adalah sebagai berikut:
1. Dalam Pilpres 2024, PA GMNI diperhadapkan dengan dukungan yang sama dengan PDI-Perjuangan, yakni mendukung Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden Republik Indonesia.
2. Dalam Pilpres 2024, PA GMNI mendukung Kadernya yang kebetulan ia juga merupakan Kader PDI-Perjuangan.
3. Sangkut-paut antara PA GMNI dan PDI-Perjuangan:
– Sama-sama mendukung Ganjar Pranowo.
– Ganjar Pranowo adalah Kader GMNI yang juga merupakan kader PDI-Perjuangan.
– Sebagian dari Anggota PA GMNI adalah Pengurus DPP PDI-Perjuangan yang juga merupakan Kader PDI-Perjuangan.
4. Dalam Pilpres 2024, PA GMNI tetap menjaga Independensi-nya untuk tidak berafiliasi dengan Partai Politik termasuk PDI-Perjuangan.
5. Dalam Pilpres 2024, PA GMNI mendukung Kadernya sebagai Calon Presiden.
6. Dalam mendukung kadernya, PA GMNI tidak terkoordinasi dengan PDI-Perjuangan. ***
Penulis: La Ode Mustawwadhaar, Redaksi Marhaenist.id.