By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Selamat Datang di “AI New Normal”
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Penyataan Sikap DPC GMNI Malang: Menolak Dualisme, Memperjuangkan Persatuan Organisasi

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Sabtu, 29 Maret 2025 | 00:15 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Pengurus DPC GMNI Malang/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Setelah merayakan Dies Natalis ke-71 Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dengan semangat persatuan dan perjuangan, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Malang menegaskan sikapnya dalam menghadapi kondisi internal organisasi yang masih dilanda dualisme kepemimpinan.

DPC GMNI Malang dengan tegas menolak segala bentuk perpecahan dan berkomitmen memperjuangkan persatuan organisasi demi menjaga marwah GMNI sebagai organisasi perjuangan berbasis ideologi Marhaenisme.

GMNI, sebagai organisasi kader yang telah berusia lebih dari tujuh dekade, seharusnya menjadi contoh dalam membangun semangat kebangsaan dan persatuan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, GMNI justru mengalami krisis kepemimpinan akibat dualisme dalam tubuh Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Perselisihan yang berlarut-larut ini telah berdampak buruk terhadap konsolidasi organisasi di berbagai tingkatan, termasuk di tingkat Cabang dan Komisariat.

Ketidakjelasan DPP dalam menyelenggarakan Kongres GMNI yang seharusnya menjadi ajang demokratis untuk menentukan kepemimpinan yang sah semakin memperparah keadaan. Alih-alih memberikan solusi, konflik ini justru dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu yang hanya berorientasi pada kepentingan politik pribadi. DPP yang seharusnya menjadi pemersatu justru terjebak dalam pertarungan politik yang tidak mencerminkan nilai-nilai perjuangan GMNI.

Sebagai organisasi kader yang berlandaskan ajaran Bung Karno, GMNI seharusnya berorientasi pada perjuangan membela kepentingan rakyat. Namun, yang terjadi saat ini adalah segolongan elit dalam GMNI lebih sibuk mengurus kepentingan politik pribadinya dibandingkan mengurus organisasi dan kader di akar rumput. Dualisme ini tidak hanya menciptakan kebingungan, tetapi juga melemahkan daya juang GMNI dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa.

DPC GMNI Malang dengan tegas menolak segala bentuk politik pragmatis yang hanya mengorbankan organisasi demi kepentingan segelintir orang. Kami menegaskan bahwa GMNI bukan alat bagi mereka yang ingin mencari posisi dan kekuasaan, tetapi adalah rumah perjuangan bagi kader yang benar-benar ingin mengabdi untuk rakyat.

Baca Juga:   Tiga Ormek Cipayung Blitar Bantah Ikut-ikutan Dalam Audiensi FMR Dengan Kapolres Blitar

Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap organisasi, DPC GMNI Malang mengambil sikap tegas:

1. Menolak segala bentuk dualisme di tubuh GMNI yang bertentangan dengan semangat persatuan sebagaimana diamanatkan dalam sejarah perjuangan organisasi.

2. Mendesak percepatan pelaksanaan Kongres Persatuan GMNI dengan prinsip musyawarah mufakat dan keterlibatan semua elemen GMNI tanpa adanya dominasi salah satu pihak.

3. Menolak segala bentuk tindakan sepihak dari salah satu kubu yang mengklaim kepemimpinan GMNI tanpa adanya kesepakatan nasional yang sah dan demokratis.

4. Mendorong seluruh kader GMNI, khususnya di Kota Malang, untuk tetap berpegang pada nilai-nilai ideologi Marhaenisme serta tidak terjebak dalam konflik internal yang menghambat perjuangan organisasi.

5. Tidak akan melegitimasi kedua kubu kepemimpinan GMNI yang ada saat ini selama tidak terjadinya kongres persatuan, karena keberadaan dualisme ini bertentangan dengan semangat persatuan dan hanya memperlemah perjuangan organisasi.

6. Mendesak Adanya Penyelesaian yang Demokratis dan Konstitusional. Kami menuntut kepada seluruh pihak yang terlibat dalam dualisme ini untuk segera melakukan rekonsiliasi berdasarkan mekanisme organisasi yang sah dan konstitusional, bukan dengan cara-cara yang hanya memperuncing perpecahan

7. Apabila poin-poin diatas tidak di indahkan oleh DPP GMNI, maka DPC GMNI Malang siap membangun konsolidasi nasional menuju Kongres Persatuan sebagai langkah konkret untuk mengakhiri dualisme dan mengembalikan GMNI sebagai satu kesatuan organisasi yang solid dalam perjuangan membela kaum marhaen.

Dies Natalis ke-71 GMNI seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, bukan justru mempertajam perpecahan. Oleh karena itu, DPC GMNI Malang akan terus berjuang untuk memastikan bahwa GMNI tetap menjadi organisasi yang kuat, solid, dan berorientasi pada perjuangan rakyat.

Kami mengajak seluruh kader GMNI, baik yang berada di komisariat, cabang, maupun alumni, untuk bersama-sama mengembalikan GMNI ke jalan perjuangan yang sejati. Jangan biarkan organisasi ini diperalat oleh kepentingan politik jangka pendek yang hanya akan merusak marwah GMNI di mata kader dan rakyat Indonesia.***

Baca Juga:   DPP GMNI Desak Pemerintah Batalkan Rencana Kenaikan PPN 12%

Penulis: DPC GMNI Malang (Ketua: Albert Waatwahan, Sekretaris: Anjelina Wulandari).

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Minggu, 22 Februari 2026 | 21:23 WIB
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB
Selamat Datang di “AI New Normal”
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:06 WIB
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:13 WIB
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Pertarungan Energi dan Genosida Epistemik: Manusia, AI, dan Life 3.0

Marhaenist.id - Sejarah manusia, sejak mula, adalah riwayat keberanian untuk merebut yang…

Taufiq Kiemas dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia

MARHAENIST - Palembang, siang hari yang terik, 19 Agustus 1960. Remaja yang…

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristianto. Dok. PDIP

PDIP Balas Tudingan SBY Soal Akan Adanya Kecurangan Pemilu 2024

Marhaenist - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menyebut gelaran Pemilu…

Makan Siang Gratis Tidak Akan Bisa Atasi Stunting

Marhaenist - World Bank atau Bank Dunia menyebut bahwa program makan siang…

DPP GMNI Soroti Tragedi Siswa SD di NTT, Cermin Gagalnya Sistem Pendidikan

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Ironi Sebuah Nasionalisme

Marhaenist.id - Di sebuah negeri yang kaya akan janji, seorang pejabat berdiri…

DPP GMNI: Indonesia Berpeluang Jadi Mediator Pasca Berakhirnya Perjanjian Nuklir AS–Rusia

Marhaenist.id, Jakarta  – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

PA GMNI Dalami Pembelajaran Hukum Acara Perselisihan Hasil Pemilu

Marhaenist - Mahkamah Konstitusi (MK) melalui Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi (Pusdik…

Mengenal Kapitalisme Bangsa Sendiri Oleh Bung Karno

Marhaenist.id - Dalam suatu rapat umum saya pernah berkata, bahwa kita bukan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?