By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI Riau Tegaskan Polri di Bawah Presiden Merupakan Amanat Konstitusi
Digadang akan Menggantikan Prof. Arief, Ini Deretan Kontroversi Adies Kadir!
Gelar Peluncuran dan Bedah Buku Prof. Arief Hidayat, Tandai 13 Tahun Pengabdian sebagai Hakim Konstitusi
GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan
Pengakuan Bung Karno Soal Pergumulan Batin: Dari ‘Islam Raba-raba’ menjadi ‘Islam yang Yakin’

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
InfokiniMarhaenis

Ketua Pemuda Demokrat Kecam Pemkot Surabaya: Lamban Tangani Parkir Liar

Marhaenist Indonesia
Marhaenist Indonesia Diterbitkan : Senin, 8 Desember 2025 | 17:57 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Jajaran KSB Pemuda Demokrat Kota Surabaya (Ist)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Surabaya — Ketua Pemuda Demokrat Indonesia Kota Surabaya, Bustomi Saputra, mengecam keras Pemerintah Kota Surabaya yang dinilainya berpangku tangan dan lamban menangani persoalan parkir liar yang semakin meresahkan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah kota gagal mengendalikan situasi yang kini bukan hanya mengganggu kenyamanan publik, tetapi juga memicu potensi konflik sosial.

“Pemkot Surabaya tidak boleh terus-menerus bersikap pasif. Masalah parkir liar ini sudah berlarut-larut tanpa solusi yang tegas,” ujar Bustomi dalam pernyataannya, Senin (8/12/2025).

Ia menegaskan bahwa praktik pungutan liar di minimarket, pertokoan, restoran, hingga kawasan tepi jalan sudah berlangsung bertahun-tahun.

Padahal, data resmi Dinas Perhubungan menyebutkan Surabaya memiliki 1.400 titik parkir resmi, namun di lapangan banyak aktivitas parkir dilakukan di luar titik resmi tersebut—tanpa izin, tanpa karcis, dan tidak memenuhi standar Perda 3/2018 tentang penyelenggaraan perparkiran.

Beberapa penertiban memang dilakukan, termasuk penyegelan puluhan minimarket yang kedapatan menarik biaya parkir tanpa jukir resmi. Namun Bustomi menilai langkah tersebut tidak menyelesaikan akar masalah.

“Penertiban hanya bersifat temporer, bukan sistemik. Yang kita butuhkan adalah tata kelola dan penegakan hukum yang konsisten, bukan aksi sesaat,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menyoroti munculnya sentimen sosial bernuansa etnis di ruang-ruang komentar media sosial, yang mengaitkan maraknya parkir liar dengan kelompok masyarakat tertentu.

Narasi ini, menurutnya, berkembang karena pemerintah kota tidak segera meredam keresahan publik dan tidak memberikan penjelasan maupun tindakan yang jelas.

“Ini sangat berbahaya. Ketika pemerintah lamban bertindak, masyarakat mencari kambing hitam. Mulailah muncul stereotip dan prasangka yang mengarah pada konflik horizontal. Padahal ini bukan persoalan etnis—ini persoalan tata kelola yang kacau dan lemahnya penegakan aturan,” ujar lagi.

Baca Juga:   Babay Farid Wajdi Jadi Tersangka, Petisi Brawijaya Jakarta Sebut Inilah Moment Tepat Pramono Anung Bersih-Bersih Bank DKI

Ia mendesak Pemkot Surabaya untuk segera mengambil langkah menyeluruh, mulai dari penertiban rutin, pemeriksaan izin parkir, transparansi titik parkir resmi, hingga edukasi publik agar tidak menjadi korban pungutan liar.

Menurutnya, keamanan sosial tidak boleh dikorbankan hanya karena masalah kecil yang dibiarkan membesar.

“Surabaya butuh pemerintah yang sigap, bukan pemerintah yang menunggu situasi meledak dulu baru bertindak, Kalau masalah ini terus dibiarkan, maka konflik sosial bisa menjadi kenyataan,” tambah Bustomi.

Bustomi menutup pernyataannya dengan menyerukan tindakan segera dan tegas dari Wali Kota Surabaya.

“Kota ini tidak boleh dikelola dengan cara reaktif. Wali kota harus turun tangan sekarang juga sebelum keresahan publik berubah menjadi perpecahan,” tutupnya.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Cahyono.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

GMNI Riau Tegaskan Polri di Bawah Presiden Merupakan Amanat Konstitusi
Selasa, 27 Januari 2026 | 22:05 WIB
Digadang akan Menggantikan Prof. Arief, Ini Deretan Kontroversi Adies Kadir!
Selasa, 27 Januari 2026 | 20:55 WIB
Gelar Peluncuran dan Bedah Buku Prof. Arief Hidayat, Tandai 13 Tahun Pengabdian sebagai Hakim Konstitusi
Selasa, 27 Januari 2026 | 20:31 WIB
GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan
Selasa, 27 Januari 2026 | 20:07 WIB
Pengakuan Bung Karno Soal Pergumulan Batin: Dari ‘Islam Raba-raba’ menjadi ‘Islam yang Yakin’
Selasa, 27 Januari 2026 | 19:11 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Gelar Acara Silahturahmi, GMNI Kendari Pererat Jalinan Kekeluargaan Antara Anggota dan Kader Se-Kota Kendari

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Hadiri Milad ke-28 Majelis Nurul Musthofa, Ganjar Didoakan Cita-Citanya Terkabul

Marhaenist.id, Jakarta - Ganjar Pranowo hadiri milad ke-28 Majelis Nurul Musthofa di…

Gelar Musyakom, GMNI Unidha Teguhkan Marhaenisme di Tengah Krisis Bangsa sebagai Panggung Regenerasi dan Konsolidasi Ideologis

Marhaenist.id, Malang – Dewan Pengurus Komisariat (DPK) GMNI Universitas Wisnuwardhana Malang (Unidha)…

Bahas Otonomi Daerah, Mahfud MD Akan Isi FGD di Agenda 45

Marhaenist.id, Jakarta- Mantan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud…

Guntur Soekarnoputra dalam peluncuran buku Catatan Merah Dari Putera Bung Karno Jilid 3, 19 Oktober 2022. MARHAENIST

Ganjar Nyatakan Siap Maju Capres, Guntur Soekarnoputra: Sah-Sah Saja

Marhaenist - Putra pertama Presiden Soekarno, yang juga merupakan Ketua Dewan Ideologi…

Menjadi Negeri Para Jenderal, Firman Tendry Masengi Kritik Dominasi Militer dalam Ruang Publik dan Politik Nasional

Marhaenist.id, Jakarta - Advokat sekaligus alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Firman…

Hipotetis: Relevansi Gerak Marhaenis tehadap Marhaenisme dalam Melawan Tantangan Zaman Diera Kekinian

*Kritik Marhaenis Junior terhadap Prilaku Marhaenis Senior yang ada di GMNI Diera…

Hary Priyanto Terpilih Jadi Ketua PA GMNI Banyuwangi Periode 2022-2026

Marhaenist - Hary Priyanto terpilih sebagai Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional…

Ganjar: Jaga Perdamaian, Gunakan Hak Pilih Tanpa Takut Ditekan

Marhaenist.id, Klaten - Lapangan Merdeka di Delangu Klaten mendadak ramai, Rabu (07/02/2023)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?