Marhaenist.id, Bekasi – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi mendorong kalangan mahasiswa untuk turut berperan aktif sebagai agen perubahan (agent of change) dalam merespons berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, khususnya terkait kebencanaan dan pelayanan publik.
Hal tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Kota Bekasi, Jhonny Sitorus, dalam kegiatan Kaderisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota dan Kabupaten Bekasi, Sabtu (17/1/2025).
Kegiatan Kaderisasi tersebut juga turut dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Kota Bekasi Fajar Febriandi dan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI Cristian Manurung.
“Di tengah cuaca yang saat ini sedang tidak baik-baik saja, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penonton. Silakan melaporkan kepada pemerintah apabila menemui banjir yang belum tertangani, pohon tumbang, jalan rusak, saluran drainase macet, hingga persoalan penanganan korban bencana,” ujar Jhonny.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara realitas di lapangan dan pemerintah. Oleh karena itu, peran aktif mahasiswa sangat dibutuhkan dalam menyuarakan kegelisahan masyarakat, terutama pada situasi darurat seperti bencana alam.

Jhonny juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan platform media sosial sebagai sarana komunikasi publik yang efektif. Ia menyebut, Pemerintah Kota Bekasi saat ini telah menggunakan media sosial, khususnya Instagram, sebagai kanal penyampaian informasi dan publikasi kinerja.
“Silakan ikut melaporkan fakta kondisi banjir dan persoalan masyarakat lainnya di lapangan melalui media sosial. Apa yang menjadi kegelisahan warga itu perlu disuarakan. Cara tersebut merupakan bagian dari upaya merawat demokrasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa laporan masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa, seharusnya mendapatkan respons serius dan ditindaklanjuti oleh aparat pemerintah.
“Seluruh pemerintah di dua belas kecamatan dan 56 kelurahan di Kota Bekasi sudah menggunakan Instagram untuk mempublikasikan kinerjanya. Mahasiswa juga bisa berkirim pesan langsung, bahkan ke akun Instagram wali kota, jika laporan tidak direspons,” pungkas Jhonny.
Kegiatan kaderisasi ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran kritis mahasiswa GMNI sebagai kekuatan moral dan sosial dalam mengawal kepentingan rakyat serta mendorong tata kelola pemerintahan yang responsif dan demokratis.***
Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.