By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Perkuat Pembangunan Nasional, PA GMNI di Sultra Gaungkan Kolaborasi Antar Organ Alumni Cipayung
Wacana Pemakzulan Presiden, Firman Tendry Masengi: Titik Temu Legalitas Konstitusi dan Legitimasi Rakyat
Pemakzulan, Konstitusi, dan Legitimasi Rakyat

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

GMNI DKI Jakarta Sampaikan Duka atas Meninggalnya Anak di Maluku, Desak Investigasi Transparan dan Reformasi Kultural Kepolisian

Trian Walem
Trian Walem Diterbitkan : Selasa, 24 Februari 2026 | 05:40 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Deodatus Sunda Se & S. Abraham Christian, Ketua dan Sekertaris DPD GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
Foto: Deodatus Sunda Se & S. Abraham Christian, Ketua dan Sekertaris DPD GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta, – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DKI Jakarta menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya seorang anak yang diduga berkaitan dengan tindakan aparat kepolisian di Maluku. Peristiwa tersebut dinilai bukan sekadar insiden biasa, melainkan cerminan persoalan serius dalam wajah penegakan hukum saat ini.

Pernyataan itu disampaikan oleh S. Abraham Christian, Sekertaris DPD GMNI DKI Jakarta yang menegaskan bahwa ketika seorang anak kehilangan nyawa dalam situasi yang melibatkan aparat negara, maka yang dipertanyakan bukan hanya tindakan individu, tetapi juga sistem, kultur, serta mekanisme pengawasan di dalam tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Menurutnya, Indonesia adalah negara hukum sebagaimana ditegaskan dalam konstitusi. Karena itu, setiap tindakan aparat semestinya tunduk pada prinsip legalitas, proporsionalitas, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia. Anak, baik dalam kerangka hukum nasional maupun norma universal, merupakan subjek yang wajib mendapatkan perlindungan maksimal dari negara, bukan justru menjadi korban dari kekuasaan yang seharusnya menjamin rasa aman.

Sebagai organisasi kader yang berpijak pada ajaran Soekarno tentang kemanusiaan dan keadilan sosial, GMNI memandang tragedi ini harus dijawab dengan transparansi dan keberanian moral, bukan dengan sikap defensif institusional. Reformasi kepolisian yang menjadi bagian dari agenda Reformasi 1998, kata dia, tidak boleh berhenti pada perubahan struktural semata, tetapi harus menyentuh perubahan kultural agar watak represif yang berpotensi melahirkan kekerasan dapat benar-benar ditanggalkan.

Ia menekankan bahwa setiap dugaan penggunaan kekuatan yang berlebihan harus diuji secara terbuka melalui mekanisme investigasi yang independen dan akuntabel. Tanpa langkah tersebut, kepercayaan publik akan terus terkikis. Negara, lanjutnya, tidak boleh kehilangan legitimasi moral di hadapan rakyat, terlebih ketika yang menjadi korban adalah anak yang seharusnya menjadi simbol masa depan bangsa.

Baca Juga:   Murnikah 3 Pimpiman DPP GMNI Berbicara Persatuan untuk Menyatukan Kembali GMNI?

Abraham juga menegaskan bahwa tragedi ini tidak boleh dipandang sebagai kesalahan teknis semata, melainkan sebagai indikator adanya persoalan mendasar dalam kontrol kekuasaan aparat di ruang publik. Ketika aparat yang memegang mandat perlindungan justru diduga menjadi sumber hilangnya nyawa seorang anak, maka negara wajib hadir bukan untuk membela institusi, tetapi untuk menegakkan kebenaran.

“Kepercayaan publik adalah fondasi stabilitas, dan fondasi itu akan runtuh apabila hukum tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Karena itu, kami menuntut keberanian politik dan ketegasan hukum agar kasus ini diusut secara terang benderang, tanpa kompromi dan tanpa impunitas, demi menjaga martabat hukum dan masa depan keadilan di Republik ini,” ujarnya.

Penulis: Redaksi/Editor: Trian Walem.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Minggu, 12 April 2026 | 13:37 WIB
Foto: Benediktus Aquino, Alumni GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Sabtu, 11 April 2026 | 22:02 WIB
Perkuat Pembangunan Nasional, PA GMNI di Sultra Gaungkan Kolaborasi Antar Organ Alumni Cipayung
Sabtu, 11 April 2026 | 19:21 WIB
Wacana Pemakzulan Presiden, Firman Tendry Masengi: Titik Temu Legalitas Konstitusi dan Legitimasi Rakyat
Sabtu, 11 April 2026 | 18:07 WIB
Pemakzulan, Konstitusi, dan Legitimasi Rakyat
Sabtu, 11 April 2026 | 12:16 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Pancasila, Ramai Dibicarakan Sepi Diterapkan!

Marhaenist - Setiap menjelang dan pada hari lahirnya Pancasila, 1 Juni,  di…

6 DPK GMNI Halut Setujui Copot Wilson Musa Sebagai Ketua Cabang

Marhaenist.id, Halut - 6 (Emam) Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional…

Bung Karno dan Ibundanya Tercinta Ida Ayu Nyomang Rai

Marhaenist.id - Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dikenal tidak hanya sebagai…

Jelang Pemilu 2024, DPD GMNI Sultra Ajak Masyarakat Ciptakan Pemilu Damai dan Tolak Politik Uang

Marhaenist.id, Kendari - Jelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak Tahun 2024, Dewan…

MDH Sebagai Pisau Analisa Marhaenisme

Marhaenist.id - Marhaenisme Adalah Ideologi yang Digagas Bung karno dengan Mengunakan sebuah…

Hitam Putihnya Hukum, Penganiayayan Siswa 14 Tahun Tantangan Untuk Penegak Hukum

Marhaenist.id - Wajah hukum di indonesia sangat ditentukan oleh tiga hal, ketiganya…

Ketum PA GMNI: Arah Pembangunan Nasional Harus Mengacu Pada Pembukaan UUD 1945

Marhaenist - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) bekerjasama dengan Dewan Pakar Nasional Persatuan…

Gelar Aksi, Aliansi Masyarakat Rohil Desak Bupati Copot Dirut PT BPR Rohil

Marhaenist.id, Rohil - Puluhan mahasiswa, masyarakat dan karyawan Bank Rohil, Provinsi Riau yang…

DPP PA GMNI Salurkan Bantuan Gempa ke Pasaman dan Pasaman Barat

Marhaenist - Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni (DPP PA) GMNI menyalurkan bantuan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?