
Marhaenist.id, Halut — Menyambut pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku Utara, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Halmahera Utara menyerukan agar forum tertinggi organisasi di tingkat daerah tersebut dilaksanakan tanpa intervensi seniorisme serta bebas dari kepentingan sempit elite organisasi.
Ketua DPC GMNI Halmahera Utara, Erik R. Sibu, menegaskan bahwa dinamika yang terjadi di tubuh DPD GMNI Maluku Utara dalam tiga tahun terakhir telah menjadi keresahan serius bagi kader.
Menurutnya, perpecahan dan klaim kepemimpinan tanpa legitimasi telah mencederai kedaulatan kader serta menggeser fokus perjuangan ideologis organisasi.
“Perpecahan dan klaim kepemimpinan tanpa legitimasi telah melecehkan kedaulatan kader, melemahkan jantung pergerakan, serta memerosotkan ruh persatuan GMNI di Maluku Utara,” ujar Erik.
Ia menilai, Konferda DPD GMNI Maluku Utara harus menjadi momentum refleksi dan pembenahan organisasi dengan mengusung semangat “GMNI Maluku Utara Bina Diri” — Bina Ilmu dan Bina Bangsa — sebagaimana slogan besar “Satya Tama” yang diusung Ketua Umum DPP GMNI, Risyad Fahlefi.
“Konferensi Daerah sebagai forum musyawarah tertinggi harus menjadi ajang evaluasi bersama oleh seluruh DPC GMNI yang terlibat untuk menentukan sikap serta menyeleksi kepemimpinan baru DPD GMNI Maluku Utara. Inilah momentum yang tepat untuk GMNI Bina Diri,” tegasnya, Senin (23/2/2026).
Erik juga menekankan pentingnya mengembalikan semangat ideologi Marhaenisme sebagai fondasi gerakan. Nilai demokrasi sebagai pilar utama dalam GMNI, menurutnya, harus benar-benar diwujudkan dalam proses seleksi kepemimpinan.
Ia mengingatkan agar tidak ada intervensi seniorisme maupun kepentingan kelompok tertentu yang dapat mencederai independensi kader dalam menentukan arah organisasi.
“Baik dan buruknya perjalanan DPD GMNI Maluku Utara harus dijadikan pelajaran. Bukan untuk memelihara dendam, tetapi agar tidak mengulangi kesalahan yang sama yang mengorbankan martabat organisasi. Penentuan arah kepemimpinan harus dikembalikan sepenuhnya pada kedaulatan kader,” lanjutnya.
Erik menambahkan, jika proses demokrasi tidak dijalankan secara murni, maka slogan ‘GMNI Naik Kelas’ di Maluku Utara hanya akan menjadi retorika tanpa makna, bahkan berpotensi membawa organisasi pada kemunduran.
Di akhir pernyataannya, Erik mewakili DPC GMNI Halmahera Utara menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelaksanaan Konferda DPD GMNI Maluku Utara serta menyatakan kesiapan pihaknya untuk terlibat aktif dalam menyukseskan agenda tersebut.***
Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.