By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

DPP GMNI Dorong Hilirisasi Adil dan Berkelanjutan untuk Bangsa

Marhaenist Indonesia
Marhaenist Indonesia Diterbitkan : Jumat, 9 Januari 2026 | 14:05 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Ketua DPP GMNI Bidang Hubungan Industri dan Hilirisasi, Prima Dwi Dzaldi. Dok/IST
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menilai kebijakan hilirisasi industri yang dijalankan pemerintah sejak 2010 hingga hari ini belum mencerminkan arah industrialisasi nasional yang berdaulat, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Penilaian ini disampaikan sebagai bagian dari evaluasi kritis terhadap arah pembangunan ekonomi nasional yang dinilai masih bertumpu pada logika investasi asing dan ekspor produk bernilai tambah rendah.

Ketua DPP GMNI Bidang Hubungan Industri dan Hilirisasi, Prima Dwi Dzaldi, menegaskan bahwa hilirisasi seharusnya dimaknai sebagai proses penguatan rantai nilai industri secara menyeluruh, mulai dari penguasaan bahan baku hingga kedaulatan teknologi dan hubungan industrial yang adil. Namun, menurutnya, praktik hilirisasi saat ini justru mengalami penyempitan makna.

“Hilirisasi kita masih bersifat kuantitatif dan transaksional, mengejar angka investasi dan ekspor, tetapi lemah dalam membangun kedaulatan teknologi, kapasitas industri nasional, dan perlindungan tenaga kerja,” ujarnya.

Dalam catatan akademiknya, GMNI menyoroti stagnasi kontribusi sektor industri pengolahan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang hanya berkisar 18–19% pada 2023, jauh di bawah capaian awal 2000-an yang berada di angka lebih dari 30%.

Data tersebut, menurut GMNI, menunjukkan bahwa hilirisasi yang digadang-gadang memperkuat industri nasional belum merombak struktur ekonomi secara fundamental. Produk hilir yang dihasilkan sebagian besar masih berada pada tingkat setengah jadi, belum memasuki rantai produksi berteknologi tinggi.

GMNI juga menilai kuatnya dominasi modal besar dan asing dalam sektor strategis membuktikan bahwa negara belum mengambil posisi sebagai pengendali arah industrialisasi. Pemerintah justru lebih menampilkan peran sebagai fasilitator investasi, sementara nilai tambah ekonomi tertinggi tetap mengalir ke luar negeri.

Kondisi ini terlihat jelas pada kawasan industri seperti Morowali, di mana pendapatan daerah meningkat tetapi mayoritas nilai tambah tetap terpusat pada perusahaan besar dan investor asing.

Baca Juga:   UKT Naik, Mahasiswa Tercekik, GMNI Surabaya: Pemerintah Tidak Berpihak Pada Pendidikan

Persoalan berikutnya menyangkut lemahnya transfer teknologi. GMNI menilai sejak hilirisasi dijalankan lebih dari satu dekade lalu, belum muncul pusat riset nasional yang menopang peningkatan kemampuan industri dalam negeri.

Ketergantungan pada teknologi ekstraksi dan pemrosesan dari China atau Jepang masih dominan, khususnya pada komoditas seperti nikel dan tembaga. Di saat yang sama, keterampilan tenaga kerja lokal di banyak daerah industri tidak mengalami peningkatan signifikan.

Di sisi hubungan industrial, GMNI menemukan akar masalah lain seperti praktik upah murah, belum meratanya peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, serta perlindungan buruh yang lemah di kawasan-kawasan hilirisasi. Menurut Prima, hilirisasi tidak boleh dipisahkan dari kualitas kerja yang layak.

“Jika buruh hanya menjadi penopang struktur produksi yang eksploitatif, maka hilirisasi tak akan pernah berpihak pada rakyat,” katanya.

GMNI juga mengkritik minimnya keterlibatan UMKM dan industri kecil-menengah dalam rantai pasok hilirisasi. Fragmentasi rantai pasok membuat hilirisasi hanya menguntungkan segelintir korporasi besar, bukan menjadi lokomotif pemerataan ekonomi sebagaimana dijanjikan pemerintah.

Selain itu, dampak lingkungan turut disorot sebagai aspek yang diabaikan dalam proses hilirisasi. Peningkatan produksi nikel dan ekspansi perkebunan sawit di sejumlah daerah berkontribusi pada deforestasi, pencemaran air, serta tekanan sosial terhadap masyarakat lokal. Ketiadaan standar keberlanjutan yang kuat membuat hilirisasi rentan melahirkan masalah ekologis jangka panjang.

GMNI juga menyinggung tekanan global yang menyertai kebijakan hilirisasi, mulai dari sengketa perdagangan dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) hingga risiko ketergantungan industri terhadap pemain global.

Kebijakan larangan ekspor bijih, misalnya, memunculkan perlawanan dari negara lain dan menempatkan Indonesia dalam posisi tawar yang rumit dalam perdagangan internasional.

Berdasarkan kajian ini, DPP GMNI merumuskan sejumlah rekomendasi strategis, sebagai berikut:

Baca Juga:   Aliansi Peduli Bencana Sumatera dan GMNI Gelar Aksi Penggalangan Dana di Lubuk Linggaua

Pertama, mengarahkan hilirisasi dari sekadar mengejar ekspor menuju penguatan kedaulatan industri dan teknologi nasional.

Kedua, memperkuat peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pengendali rantai pasok industri.

Ketiga, mewajibkan transfer teknologi yang konkret dan terukur, termasuk pembangunan pusat riset dan keterlibatan perguruan tinggi dalam inovasi industri.

Keempat, memastikan hubungan industrial yang adil melalui standar upah layak dan perlindungan buruh.

Kelima, mengintegrasikan UMKM ke dalam rantai pasok hilirisasi.

Keenam, menjadikan keberlanjutan lingkungan dan sosial sebagai indikator utama keberhasilan.

Di ujung pernyataannya, Prima menegaskan pentingnya menempatkan hilirisasi kembali pada landasan ideologis, yakni Trisakti Bung Karno: berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

“Jika hilirisasi tidak mengubah struktur ketergantungan ekonomi, maka yang kita bangun bukan industrialisasi nasional, melainkan kolonialisme ekonomi dalam wajah baru,” tutup Prima.

DPP GMNI menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawalan kritis terhadap kebijakan hilirisasi agar benar-benar menjadi alat perjuangan ekonomi nasional dan berpihak pada kesejahteraan rakyat.

Sumber: Telegraf.co.id/Editor: Bung Cahyono.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Gelar Konferda II, Nur Alam Resmi Terpilih Menjadi Ketua DPD GMNI Sulbar

Marhaenist.id, Mamasa - Konferensi Daerah (Konferda) gerakan mahasiswa nasional Indonesia (GMNI) Sulawesi…

Gelar Rangkaian Pra Konferda V, DPD PA GMNI Jakarta: Paradigma Baru Perjuangan di Kota Global

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Marhaenisme di Persimpangan: Antara Etika Organisasi dan Ambisi Kekuasaan

Marhaenist.id - Yang terlihat hari ini di tubuh internal DPP GMNI bukan…

Satu Oktober: Nyawa Lenyap, Tragedi Kanjuruhan, dan Pelanggaran HAM

Penulis: Aryasatya Krishdiansyah (Wakabid Sosial Politik GMNI UINSA Gunung Anyar).   Marhaenist.id…

Bareng Komunitas Vespa, Ganjar Blusukan Cek Harga Sembako di Pasar Pekalongan

Marhaenist.id, Pekalongan - Ratusan Scooteris Pekalongan dan Pemalang berkumpul di GSP Kafe…

Pernyataan Sikap GMNI Se-Indonesia: Sukseskan Konsolidasi KLB GMNI, Kongres di Bandung bukanlah Solusi Persatuan!

Marhaenist.id - Menyimak dinamika organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) akhir-akhir ini…

Ketua GMNI Jatim Ajak Masyarakat Kawal Pemilu 2024

  Marhaenist.id, Surabaya - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional…

Biden Sebut Terlalu Dini Jika Memastikan Penembakan Trump Sebagai Upaya Pembunuhan

Marhaenist - Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan terlalu dini untuk memastikan…

DPP GMNI Desak Pemerintah Batalkan Rencana Kenaikan PPN 12%

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI),…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?