By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Merdeka Menjadi Perempuan: Refleksi Nilai Kartini di Era Generasi Z
Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan
Persimpangan Krisis Filsafat dan Ideologi dalam Menyelamatkan Alam
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
IndonesianaKabar GMNI

DPD dan DPC GMNI Se-Indonesia Kecam Tindakan Represif Aparat dan Tuntut Keadilan atas Gugurnya Kawan Ojol Pejuang Demokrasi

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 29 Agustus 2025 | 21:16 WIB
Bagikan
Waktu Baca 6 Menit
Ilustrasi Perlawanan GMNI (Desain: Redaksi)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Sebanyak 89 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, NTT hingga Papua mengeluarkan rilis pers dan pernyataan sikap bersama terkait tragedi gugurnya kawan Ojol yang terlindas mobil barakuda Brimob saat aksi bubarkan DPR di Jakarta pada Kamis (28/8/2025).

Menurut GMNI, peristiwa tersebut bukan hanya sebuah insiden yang memiluhkan bagi masyarakat Indonesia, melainkan ini telah menjadi bukti nyata bahwa praktik kekerasan yang dilakukan negara terhadap rakyat masih terus berlangsung hingga saat ini di Agustus 2025.

“Bagi kami, Aktivis GMNI, gugurnya kawan Ojol adalah duka mendalam sekaligus tamparan keras bagi demokrasi Indonesia. Nyawa yang melayang hari ini adalah representasi dari kegagalan negara dalam melindungi rakyatnya. Aparat yang seharusnya menjaga keamanan justru berubah menjadi alat represi yang merampas hak-hak rakyat,” ujar Mereka dalam keterangan persnya, Jumat (25/8/2025).

Dalam keterangan persnya, GMNI juga memberikan tanggapan bahwa semestinya demokrasi memberi ruang kebebasan berpendapat, kebebasan berkumpul, serta jaminan keselamatan bagi setiap warga negara yang menyampaikan aspirasi. Namun pada kenyataannya, yang kita saksikan hari ini adalah sebaliknya: kekerasan, ketakutan, dan korban jiwa.

“Di tengah duka ini, kami dari Aktivis GMNI, menegaskan dukungan penuh terhadap gerakan mahasiswa rakyat yang turun ke jalan. Demonstrasi yang dilakukan hari ini bukanlah tindakan tanpa makna, melainkan ekspresi murni dari keresahan rakyat terhadap kebijakan yang dianggap tidak adil dan merugikan,” sambung Mereka.

GMNI juga menyatankan bahwa aksi unjuk rasa adalah hak konstitusional yang dijamin oleh UUD 1945, dan dalam sejarah bangsa ini, ia telah menjadi salah satu jalan sah untuk mendorong perubahan.

Baca Juga:   Sukses Gelar Muskom, Karsan-Riani Terpilih Sebagai Nahkoda DPK GMNI STIMIK Bina Bangsa

Sehingga rakyat yang turun ke jalan adalah wujud nyata bahwa demokrasi masih hidup, meski harus dibayar dengan risiko besar. Mereka juga berdiri sepenuhnya bersama gerakan tersebut, karena mereka menganggap perjuangan rakyat adalah kelanjutan dari semangat Reformasi yang dulu juga diperjuangkan dengan darah, air mata, dan pengorbanan.

“Kami tidak akan pernah tinggal diam ketika rakyat menjadi korban kekerasan negara. Gugurnya kawan Ojol adalah panggilan moral bagi kita semua untuk melawan praktik represif dan brutalitas aparat kepolisian. Demokrasi harus dibela, dan kami akan terus berada di barisan rakyat,” tambah Mereka.

Atas dasar itu pula, sebanyak 89 DPD dan DPC GMNI se-Indonesia menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas tewasnya kawan Ojol, pejuang demokrasi yang gugur dalam perjuangan menegakkan hak-hak rakyat.

2. Menuntut hukuman berat dan adil terhadap anggota Polri yang menabrak hingga menyebabkan meninggalnya kawan Ojol. Tidak boleh ada impunitas bagi aparat pelanggar hukum.

3. Mengecam keras tindakan brutal aparat dalam menghadapi demonstrasi rakyat. Kebebasan berpendapat adalah hak konstitusional yang harus dilindungi.

4. Menuntut Presiden segera mencopot Kapolri karena gagal mengendalikan situasi dan membiarkan aparat melakukan tindakan brutal yang mengakibatkan korban jiwa.

5. Aktivis GMNI berkomitmen penuh untuk terus bersama semua elemen bangsa untuk memperjuangkan demokrasi dan menolak segala bentuk pembungkaman, intimidasi, serta kekerasan dari negara.

6. Hentikan elit politik yang mempertontonkan kepongahan dan kesombongan yang kontradiktif dengan kondisi kesusahan rakyat sekarang.

Mereka juga memberikan pesan kepada masyarakat Indonesia bahwa gugurnya kawan Ojol adalah pengingat keras bahwa demokrasi Indonesia masih dalam ancaman serius.

Bagi mereka, darahnya tidak akan sia-sia, melainkan menjadi api perjuangan yang terus menyala demi tegaknya keadilan dan kebebasan rakyat.

Baca Juga:   DPC GMNI Kendari Desak Pemprov Sultra Hentikan Pembangunan Kopdes Merah Putih di Desa Polindu yang Berdiri Diatas Tanah Warga

Adapun 89 DPD dan DPC GMNI yang bertanda tangan adalah sebagai berikut:

1. GMNI Jaksel
2. GMNI Sijunjung
3. GMNI Bukittinggi
4. GMNI Bangka Belitung
5. GMNI Mataram
6. GMNI Kota Tegal
7. GMNI Padang Pariaman
8. GMNI Kutai Timur
9. ⁠GMNI Ciamis
10. ⁠GMNI Cirebon
11. GMNI Kota Tanggerang
12. GMNI Kabupaten Serang
13. GMNI Samarinda
14. GMNI Jakarta Pusat
15. GMNI Palembang
16. GMNI Ogan Ilir
17. GMNI Malang
18. GMNI Pematangsiantar
19. GMNI Tanah Datar
20. GMNI Riau
21. GMNI Pekanbaru
22. GMNI Bengkalis
23. GMNI Rokan Hulu
24. GMNI Inhil
25. GMNI Kabupaten Tangerang
26. GMNI Kota Bekasi
27. GMNI Kabupaten Bekasi
28. GMNI Lahat
29. GMNI Batam
30. GMNI Sulawesi Barat
31. GMNI Buru
32. GMNI Temanggung
33. GMNI Kendari
34. GMNI Jeneponto
35. GMNI Morowali
36. GMNI Aceh Tengah
37. GMNI Baubau
38. GMNI Kabupaten Sorong
39. GMNI Mamasa
40. ⁠GMNI Kota Sorong
41. ⁠GMNI Indramayu
42. GMNI Paser
43. GMNI Touna
44. GMNI Garut
45. GmnI Oku
46. GMNI Mamuju Tengah
47. GMNI Manadi
48. GMNI Kafamenanu
49. GMNI Bener Meriah
50. GMNI Halmahera Utara
51. GMNI Jakarta Barat
52. GMNI Tuban
53. GMNI Langkat
54. ⁠GMNI Lombok Timur
55. ⁠GMNI Surabaya
56. GMNI Banyuwangi
57. ⁠GMNI Jombang
58. GMNI Kabupaten Mimika
59. GMNI Buol
60. GMNI Ende
61. GMNI Bulungan
62. GMNI Jakarta Timur
63. GMNI Ngada
64. GMNI Majene
65. GMNI Bangkalan
66. GMNI Bojonegoro
67. GMNI Sumsel
68. GMNI Brebes
69. GMNI Tanjung Pinang
70. GMNI Malang Raya
71. ⁠GMNI Jawa Timur
72. GMNI Lingga
73. ⁠GMNI Probolinggo
74. GMNI Tanggerang Selatan
75. GMNI Mamuju
76. ⁠GMNI Sumatera Barat
77. GMNI Mojokerto
78. GMNI Yogyakarta
79. ⁠GMNI Jember
80. GMNI Sampang
81. GMNI Kabupaten Bima
82. GMNI Bantaeng
83. GMNI Pangkep
84. ⁠GMNI Pamekasan
85. DPD GMNI DKI Jakarta
86. ⁠GMNI Kediri
87. GMNI Kota Pariaman
88. GMNI Balikpapan
89. GMNI Wakatobi

Baca Juga:   Refleksi Juni, DPK GMNI FISIP UHO Kendari Buka Mimbar Bebas Kenang Perjuangan Sukarno

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Merdeka Menjadi Perempuan: Refleksi Nilai Kartini di Era Generasi Z
Selasa, 21 April 2026 | 22:17 WIB
Ilustrasi Gambar tentang "Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan" karya Noufal Hanif (Desain AI)/MARHAENIST.
Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan
Selasa, 21 April 2026 | 20:10 WIB
Persimpangan Krisis Filsafat dan Ideologi dalam Menyelamatkan Alam
Selasa, 21 April 2026 | 10:25 WIB
Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Soekarno-Khrushchev Diantara Kemesraan Indonesia dan Uni Soviet

Marhaenist - Sejak masa awal kemerdekaan Indonesia, Indonesia dan Uni Soviet menjalin…

Beri Kritik Keras Ke Kabinet Prabowo-Gribran, Paul Finsen Mayor Sebut Gemuk Struktur

Marhaenist.id, Jakarta - Alumni GMNI yang juga senator terpilih asal Provinsi Papua…

PFM Dorong Penetapan Status Bencana Nasional di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Marhaenist.id, Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Papua Barat…

Namanya Tan Malaka!

Marhaenist.id - Tokoh ini namanya seolah terkubur selama puluhan tahun. Setelah reformasi…

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu

CSIS Sebut PDIP Kalah Populer Dari Golkar, Ini Alasannya

Marhaenist - Hasil survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menempatkan…

Foto: Abdy Yuhana bersama Para Hadirin yang hadir mengikuti kegiatan Peluncuran Buku itu (Kredit foto: Abdy Yuhana)/MARHAENIST.

Amendemen Konstitusi Dinilai Problematik, Abdy Yuhana: Pendiri Bangsa Kembali Menjadi Rujukan

Marhaenist.id, Jakarta - Setelah empat kali amendemen, konstitusi Indonesia dinilai problematik. Gagasan para…

Materialisme Ala Karl Marx dan Syech Siti Jenar

Marhaenist.id - Kalau diamati Karl Marx dan Syech Siti Jenar itu sama-sama…

Foto: Pelantikan DPC GMNI Jeneponto (Dok. GMNI Jeneponto)/MARHAENIST.

GMNI Jeneponto Kukuhkan Pengurus Baru, Siap Bumikan Trisakti Bung Karno di Bumi Turatea

Marhaenist.id, Jeneponto — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

DPD GMNI DKI Jakarta Gelar Konferensi Daerah Pertama, Usung Tema Transformasi Jakarta Menuju Kota Global

Marhaenist.id, Jakarta — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DKI Jakarta menggelar Konferensi…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?