By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Perkuat Pembangunan Nasional, PA GMNI di Sultra Gaungkan Kolaborasi Antar Organ Alumni Cipayung
Wacana Pemakzulan Presiden, Firman Tendry Masengi: Titik Temu Legalitas Konstitusi dan Legitimasi Rakyat
Pemakzulan, Konstitusi, dan Legitimasi Rakyat

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Soekarno dan Pramuka: Gerakan Indonesia Merdeka Menuju Indonesia Maju

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 5 April 2024 | 14:59 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Foto: Logo Pramuka/Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id – “Pramuka adalah bagian dari gerakan Indonesia merdeka.” Pernyataan ini bukanlah sekedar ungkapan, melainkan esensi dari peran pentas Pramuka dalam proses pembangunan karakter bangsa. Organisasi yang sudah berdiri sejak tahun 1961 ini, tak lepas dari nuansa perjuangan dan semangat merdeka.

Merujuk kepada sejarah berdirinya Gerakan Pramuka di Indonesia, organisasi ini didirikan pada tanggal 14 Agustus 1961 oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Pendirian Gerakan Pramuka ini ditandai dengan dikeluarkannya Keppres No. 238 tahun 1961 tentang Pembentukan Gerakan Pramuka pada tanggal 20 Mei 1961.

Soekarno memiliki pemahaman yang mendalam akan pentingnya membentuk generasi muda yang berkarakter kuat, patriotik, dan bersemangat merdeka. Inisiatif untuk menyatukan berbagai organisasi pemuda di Indonesia dalam satu wadah yang diberi nama Pramuka merupakan bukti nyata perhatian dan visi jauh ke depan Soekarno terhadap pembangunan karakter bangsa.

Sri Sultan Hamengkubuwono IX, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, juga memberikan kontribusi besar dalam proses pembentukan Pramuka. Selain mendapatkan kepercayaan sebagai Ketua Kwartir Nasional yang pertama, Sri Sultan Hamengkubuwono IX turut berperan aktif dengan menyumbangkan gedung serta properti lainnya untuk digunakan sebagai kantor pusat Pramuka.

Pramuka, yang merupakan singkatan dari “Praja Muda Karana” yang artinya ‘Rakyat Muda yang Suka Bekerja’, tidak hanya menawarkan berbagai keterampilan dan pengetahuan praktis kepada generasi muda, tetapi juga mewujudkan nilai-nilai luhur seperti cinta tanah air, kebersamaan, disiplin, dan kepedulian lingkungan.

Seiring dengan semangat kemerdekaan bangsa Indonesia, Pramuka ditempatkan sebagai lembaga pendidikan non formal yang memiliki peran kunci dalam menanamkan nilai-nilai patriotisme dan membentuk karakter bangsa.

Sumbangsih dari Soekarno dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada awal berdirinya Pramuka sangatlah signifikan. Tanpa peran serta dari dua tokoh besar ini, mungkin akan sulit bagi Pramuka untuk berkembang sejauh ini dan memiliki peran penting dalam pembentukan karakter generasi muda Indonesia.

Baca Juga:   Membangun Kembali Oposisi Marhaen di Era Post-Politics

Jadi, bisa dibilang bahwa Pramuka adalah ‘anak’ dari semangat kemerdekaan dan cita-cita besar bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang merdeka, tangguh, dan maju.

Sebagai organisasi pemuda terbesar di Indonesia, gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam mewujudkan Indonesia merdeka dan maju dalam arti luas. Kemerdekaan bukan hanya terpaut pada kemerdekaan dari penjajahan, tetapi juga kemerdekaan dalam berpikir, berkreasi, dan berkarya untuk Indonesia yang lebih baik dan maju.

Karakter anggota Pramuka dapat dilihat melalui nilai-nilai luhur yang dianutnya, seperti peduli lingkungan, disiplin, gotong royong, dan cinta tanah air, yang berakar kuat dalam nilai-nilai kepahlawanan dan semangat kemerdekaan bangsa Indonesia.

Menurut Dr. K.H. Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden RI dan Ketua DKD Pramuka, “Pramuka adalah lembaga pendidikan non formal yang memiliki peran kunci dalam menanamkan nilai-nilai patriotisme dan membentuk karakter bangsa.”

Gerakan Pramuka mengajarkan berbagai keterampilan dan pengetahuan yang dapat membentuk generasi muda yang berwawasan luas, memiliki inisiatif dan kreativitas, serta memiliki mental kuat dan tangguh dalam menghadapi tantangan masa depan. Semua ini sejalan dengan semangat kemerdekaan, yang berarti memiliki kemampuan untuk berdiri sendiri dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan.

Namun, peran Pramuka tidak hanya sampai di sini. Dalam konteks pembangunan nasional, gerakan Pramuka juga diharapkan bisa menjadi agen perubahan. Sebagai generasi penerus bangsa, anggota Pramuka diharapkan bisa menjadi pionir dalam menjalankan berbagai inovasi dan inisiatif positif yang dapat membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia.

Sebagai penutup, kita dapat mengambil kutipan dari Lord Baden-Powell, pendiri gerakan pramuka di dunia, “Pramuka adalah permainan yang dimainkan oleh anak muda, namun dengan tujuan yang sangat serius.”

Baca Juga:   Gubernur NTT Menyerbu Kampung Adat: Transisi Energi atau Kolonialisme Baru?

Pramuka memang permainan, namun dalam setiap permainannya terdapat nilai dan tujuan serius untuk membentuk karakter dan kemampuan generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan. Dengan demikian, gerakan Pramuka bukan hanya bagian dari ‘gerakan Indonesia merdeka’, tetapi merupakan bagian integral dari ‘gerakan Indonesia maju’.***

Referensi:
1. Pramuka.or.id. “Sejarah Pramuka di Indonesia.” Diakses pada 4 April 2024 dari https://www.pramuka.or.id/sejarah-pramuka-di-indonesia/
2. Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. “Sejarah Perkembangan Gerakan Pramuka.” Diakses pada 4 April 2024 dari https://kemenpora.go.id/index/arsip/128/sejarah-perkembangan-gerakan-pramuka.*


Penulis: Sugeng Sjamsuri, Alunmi GMNI Manado – Sulut.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Minggu, 12 April 2026 | 13:37 WIB
Foto: Benediktus Aquino, Alumni GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Sabtu, 11 April 2026 | 22:02 WIB
Perkuat Pembangunan Nasional, PA GMNI di Sultra Gaungkan Kolaborasi Antar Organ Alumni Cipayung
Sabtu, 11 April 2026 | 19:21 WIB
Wacana Pemakzulan Presiden, Firman Tendry Masengi: Titik Temu Legalitas Konstitusi dan Legitimasi Rakyat
Sabtu, 11 April 2026 | 18:07 WIB
Pemakzulan, Konstitusi, dan Legitimasi Rakyat
Sabtu, 11 April 2026 | 12:16 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Konflik Geopolitik dalam Perspektif Marhaen antara Perebutan Kuasa Global dan Nasib Rakyat Kecil

Marhaenist.id - Dalam lanskap global hari ini, konflik geopolitik tidak lagi sekadar…

Jelang Pemilu 2024, DPD GMNI Sultra Ajak Masyarakat Ciptakan Pemilu Damai dan Tolak Politik Uang

Marhaenist.id, Kendari - Jelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak Tahun 2024, Dewan…

Awali Debat Pamungkas, Ganjar: Tuanku ya Rakyat, Jabatan Hanyalah Mandat

Marhaenist.id, Jakarta - Calon presiden (Capres) nomor urut 03, Ganjar Pranowo, kembali…

DPC dan DPK GMNI Se-Bangka Belitung Resmi di Lantik

Marhaenist.id, Bangka - Dengan mengusung tema “Mewujudkan Tri Sakti Bung Karno yang…

Hary Priyanto Terpilih Jadi Ketua PA GMNI Banyuwangi Periode 2022-2026

Marhaenist - Hary Priyanto terpilih sebagai Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional…

Menimbang Arah Indonesia dari Cermin Sejarah

Marhaenist.id - “Sejarah berulang,” begitulah teori klasik yang mengonfirmasi bacaan kita tentang…

Ciptakan Regenerasi Kader Marhaenis, GMNI Makassar Gelar PPAB Akbar

Marhaenist.id, Makassar - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

UKT Semakin Mahal dan Menuai Kritrik, Inilah Respon DPP GMNI

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI)…

Presiden Joko Widodo menyalami Shin Tae Yong usai menyaksikan pertandingan tim nasional sepak bola Indonesia melawan Australia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa malam, 10 September 2024. BPMI Setpres/Vico

Saat-Saat Jokowi Ditenggelamkan Oleh Mulyono di GBK

MARHAENIST - Bergema usai pertandingan Timnas Indonesia vs Australia di stadion GBK…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?