By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis
Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Infokini

Kronologi Preman Bayaran Membubarkan Paksa Aksi Mahasiswa di Mahkamah Konstitusi

Trian Walem
Trian Walem Diterbitkan : Selasa, 13 Februari 2024 | 23:55 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Aksi Mahasiswa dibubarkan oleh Preman Bayaran di Mahkamah Konstitusi/Marhaenist.id.
Foto: Aksi Mahasiswa dibubarkan oleh Preman Bayaran di Mahkamah Konstitusi/Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Gerakan Mahasiswa yang mewakili berbagai kampus di jakarta melakukan aksi terkait persoalan demokrasi yang semakin melenceng dari cita-cita reformasi di Mahkamah Konstitusi pada Selasa,(13/02/2024).

Sejumlah kampus yang melakukan aksi simbolik sekaligus menyerahkan kajian yang mereka buat serta flashdisk yang berisikan kecurangan dalam proses pemilu.

Berikut Kronologi saat Pembubaran Paksa Aksi Mahasiswa Jakarta di Mahkamah Konstitusi:

  • Pukul 15.00, mahasiswa yang mewakili berbagai kampus berkumpul di belakang Gedung Mahkamah Konstitusi untuk menyerahkan kajian dan melakukan aksi simbolik
  • Pukul 15.15, para mahasiswa bergerak jalan menuju belakang Gedung Mahakmah Konstitusi.
  • Pukul 15.20, sekitar 15 orang tidak dikenal yang juga merupakan kelompok yang membubarkan rapat diskusi mahasiswa di Universitas Trilogi pada 3 Februari 2024 lalu, yang juga melakukan unjuk rasa di kantor KontraS dan YLBHI.
  • Pukul 15.30, sekelompok orang tidak dikenal tersebut melarang mahasiswa untuk bergerak menuju ke belakang Gedung Mahkamah Konstitusi. Mereka mengancam akan membubarkan secara paksa, apabila mahasiswa tetap melakukan aksi.
  • Pukul 16:00, mahasiswa mulai bergerak dari titik kumpul menuju belakang Gedung Mahkamah Konstitusi. Sekolompok orang tidak dikenal tersebut mengikuti dan coba memprovokasi mahasiswa.
  • Pukul 16.30, mahasiswa melakukan aksi simbolik dan penyampaian pendapat di belakang Gedung Mahkamah Konstitusi. Sejumlah aparat kepolisian sudah berjaga.
  • Pukul 16.45, sekelompok orang tersebut membubarkan paksa aksi mahasiswa dengan melakukan kekerasan seperti menarik, mendorong, merampas michrophone dan memukul. Kelompok tidak dikenal tersebut juga merusak perangkat aksi menganai Politik Dinasti yang disampaikan mahasiswa. Kemudian dilerai polisi.
  • Pukul 17.00, mahasiswa melanjutkan aksi simbolik dan penyampaian pendapat sambil menunggu perwakilan dari Mahkamah Konstitusi keluar. Aksi tersebut terus diganggu oleh sekolompok orang tidak dikenal tersebut.
  • Pukul 17.30, perwakilan dari Mahkamah Konstitusi menemui mahasiswa dan menerima kajian yang disampaikan.
  • Pukul 17.35, mahasiwa mulai bergerak pulang ke titik kumpul. Kelompok tidak dikenal tersebut terus mengikuti dan mengejar mahasiswa hingga titik kumpul dan lapangan parkiran Indomaret di belakang Mahkamah Konstitutsi. Polisi membiarkan hal ini.
  • Pukul 17.45, sekolompok orang tersebut melakukan kekerasan dengan menarik, mendorong, merampas dan memukul mahasiswa yang bersiap untuk pulang di lapangan motor. Polisi membiarkan hal ini. Lebih dari sepuluh orang menjadi korban dorong-dorongan, tarik-tarikan dan kekerasan lainnya.
  • Pukul 18.00, mahasiswa membubarkan diri dari parkiran untuk menyelamatkan diri. **

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Sabtu, 18 April 2026 | 10:23 WIB
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Sabtu, 18 April 2026 | 10:01 WIB
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Sabtu, 18 April 2026 | 09:57 WIB
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis
Sabtu, 18 April 2026 | 09:53 WIB
Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis
Sabtu, 18 April 2026 | 09:42 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Ekonomi Rakyat dan Pasar Modal, Bayu Sasongko: Tafsir Marhaenisme Atas IHSG

Marhaenist.id, Semarang – Pengamat Budaya Ekonomi Geopolitik Nusantara, Bayu Sasongko, menilai gejolak…

Krisis Pengungsi Rohingya Berlarut, GMNI: Bukti Lemahnya Diplomasi Pertahanan Kita

Marhaenist.id, Jakarta - Sebanyak 157 orang pengungsi Rohingya mendarat di Desa Karang Gading,…

Soal Ojol, Pemerintah Jadi Budak Korporasi

Marhaenist - Para pengemudi ojek online (Ojol) akhir akhir ini melakukan unjuk…

Dari Sulawesi untuk DPP: ‘Persatuan adalah Kunci Menuju Kejayaan GMNI’

Marhaenist.id - Kondisi internal Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) saat ini tengah…

DPP GMNI Audiensi ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Tekankan Supremasi Sipil dan Akuntabilitas Penanganan Konflik Sosial

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Abidin Fikri Warning Pemerintah Pusat: Banjir Sumatera Menggila, Status Darurat Bencana Nasional Jangan Ditunda

Marhaenist.id, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI…

Gelar Mimbar Bebas, AMPERA Tojo Una-Una Respons Tragedi Bunuh Diri Siswa SD di NTT

Marhaenist id, Ampana – Di bawah langit Tojo Una-Una, suara perlawanan menggema…

Didingklik: Wajah Baru Layanan Digital bagi Pelayanan Publik dan Tata Kelola Daerah di Pandeglang

Marhaenist id - Pandeglang terus berbenah dalam meningkatkan kualitas tata kelola daerah,…

Solidaritas Padang Halaban Desak Gubernur Sumatera Utara Lakukan Mediasi Konflik Agraria

Marhaenist.id, Sumatera Utara — Konflik agraria yang terjadi di Padang Halaban dinilai…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?