
Marhaenist.id, Kendari — Kelompok Cipayung Plus Kota Kendari bersama Mahasiswa Papua sukses menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi yang berlangsung dengan penuh antusias dari kalangan mahasiswa dan masyarakat sipil setempat, Kamis (14/5/2026).
Nonton bareng yang dilakukan oleh Cipayung Plus Kota Kendari tersebut berlangsung di Lapangan Futsal La Malona Sport Center jl. Lailaingu, Kelurahan Padaleu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara dan dihadiri oleh berbagai mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus tersebut.
Adapun organisasi penyelenggara yang tergabung dalam Cipayung Plus tersebut adalah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ikatan Mahasiswa Muhammadyah (IMM),
Selain itu, ada Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kesatuan Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia (PMII), dan Liga Mahasiswa Nasional Indonesia (LMND).

Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi bersama dalam membangun kesadaran kritis terhadap kondisi demokrasi, kebebasan berekspresi, serta situasi sosial-politik yang berkembang di Indonesia.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan dinamis, dengan banyak peserta menyampaikan pandangan serta refleksi kritis setelah pemutaran film selesai dilakukan.
Ketua DPC GMNI Kota Kendari, Aji Dermawan menyampaikan bahwa pemutaran film Pesta Babi bukan sekadar kegiatan hiburan, melainkan bagian dari upaya membangun ruang literasi politik dan kebudayaan di tengah masyarakat, khususnya generasi muda dan mahasiswa.
“Film ini menjadi medium untuk melihat realitas sosial secara lebih jernih. Kami berharap mahasiswa tetap menjaga daya kritis terhadap berbagai persoalan bangsa serta tidak kehilangan keberpihakan kepada rakyat,” ujar Aji.

Selain itu, kegiatan tersebut juga dinilai sebagai bentuk konsolidasi gerakan mahasiswa dalam menjaga nilai demokrasi dan kebebasan berpikir di ruang publik.
Peserta yang hadir tampak aktif berdialog mengenai pesan-pesan yang terkandung dalam film, termasuk soal relasi kekuasaan, ketimpangan sosial, dan tantangan demokrasi kontemporer.
Cipayung Plus Kota Kendari melaui Aji Darmawan juga menegaskan bahwa ruang-ruang diskusi publik seperti ini penting untuk terus dihidupkan agar mahasiswa tidak terjebak dalam sikap apatis terhadap persoalan sosial dan politik di Indonesia.
Kegiatan nobar film Pesta Babi ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen bersama untuk terus menghadirkan forum-forum intelektual yang progresif, kritis, dan berpihak pada kepentingan rakyat.***
Penulis: Bung Wadhaar/Editor: Bung Wadhaar.