
Marhaenist.id, Kendari – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui admin Pengelolah Database PA GMN di Sultra telah membuka rekrutmen untuk menjadi anggota PA GMNI yang menyasar Alumni GMNI di Sultra.
La Ode Mustawwadhaar sebagai admin Pengelolah Database PA GMNI di wilayah Sultra mengatakan antusias Alumni GMNI di Sultra untuk menjadi anggota PA GMNI disambut baik dengan bertambahnya jumlah anggota yang mendaftarkan dirinya.
“Kemarin anggota yang mendaftar hanya stagnan di 13 orang saja, kini menjadi 38 orang dalam dua Minggu per Maret 2026. Antusias itu dilakukan alumni GMNI kerena menghadapi Konfercab dan Konferda PA GMNI di Sultra yang segera dilaksanakan,’ ujarnya, Minggu (8/3/2026).
Untuk daftar Anggota PA GMNI di Sultra yang telah terdaftar, kata La Ode Mustawwadhaar, dapat dilihat melalui website resmi GMNI di Sultra melalui alamat website www.gmnisultra.or.id dengan nama MEDIA GMNI SULTRA dan semua yang telah terdata akan dihimpun dalam satu grup WhatsApp PA GMNI sebagai media komunikasi jarak jauh.
“Untuk melihat daftar anggota PA GMNI yang telah terdaftar dapat dilihat melalui website resmi GMNI di Sultra melalui alamat website www.gmnisultra.or.id dengan nama MEDIA GMNI SULTRA. Kami juga telah menghimpun anggota PA GMNI yang telah terdaftar melalui grup WhatsApp sebagai media komunikasi jarak jauh. Jika ada yang mau bertanya tentang itu, silahkan hubungi 085340863229,” lanjutnya.
Ia juga berharap seluruh anggota PA GMNI di Sultra tidak terkontaminasi dengan gelolak GMNI aktif yang terbelah saat berada di organisasi PA GMNI sehingga tidak berdampak pada adanya kubu-kubu di lingkaran PA GMNI di Sultra.
“PA GMNI di Sultra harus steril dari Konflik dualisme GMNI yang ada dibawah sehingga tidak berimbas pada PA GMN. Kami tidak ingin PA GMNI di Sultra terkubu-kubu imbas dari itu. PA GMNI harus satu sebagai satu kekuatan organisasi Alumni GMNI di Sultra,” tegas La Ode.
Admin Pengelolah Database PA GMNI bisa saja menghapus data seseorang jika terbukti melakukan pelanggaran berat yang tidak bisa ditoleransi oleh organisasi dari sistem database.
“Kami bisa saja menghapus data seseorang dari sistem database PA GMNI untuk mencabut hak keanggotaannya, jika terbukti melakukan pelanggaran berat yang tidak bisa ditoleransi oleh organisasi. Termasuk juga kepatuhan terhadap apa yang telah ditetapkan organisasi,” imbuh La Ode.
Ia juga menyampaikan bahwa DPD PA GMNI dan DPC PA GMNI Se-Sultra bersama seluruh struktur GMNI aktif telah membentuk wadah persatuan seluruh GMNI di Sultra dengan nama KELUARGA BESAR GMNI SULTRA dengan jabatan Kepala Keluarga dipegang oleh Ketua DPD PA GMNI Sultra dan untuk ditingkatkan Kabupaten/Kota dipegang oleh Ketua DPC PA GMNI sebagai Kepala Keluarga.
“PA GMNI di Sultra bukanlah bagian dari KELUARGA BESAR manapun selain KELUARGA BESAR GMNI SULTRA yang dikepalai oleh Ketua DPD PA GMNI Sultra sebagai Kepala Keluarga dan Keluarga Besar GMNI ditingkat Kabupaten/Kota di Sultra di kepalai oleh Ketua DPC PA GMNI setempat,” tandas La Ode.
Dengan dibukanya rekrutmen untuk menjadi Anggota PA GMNI di Sultra, La Ode Mustawwadhaar mengharapkan untuk semua Alumni GMNI dapat memahami bahwa tidak semua alumni GMNI adalah anggota PA GMNI terkecuali adalah mereka yang telah terdaftar menjadi anggota.***
Penulis: Redaksi/Editor: Redaksi.