By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Kunjungan DPK GMNI UBP Karawang ke DPP GMNI Jadi Ruang Refleksi Kepemimpinan Berbasis Marhaenisme
Tanggapi Dugaan Keracunan Massal MBG di Duren Sawit, Direktur Eksekutif Sentra Institute Soroti Lemahnya Pengawasan dan Transparansi Vendor
RTH Penting, GMNI Jakarta Timur: Jangan Sampai Menumbalkan Rakyat dan Jadi Lahan Korupsi
Tan Malaka Bukan Pendiri Republik?
Soroti Kemacetan Ketapang, Sonny T. Danaparamita: Ini Kegagalan Manajemen Logistik

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Rupiah, Budaya Geopolitik Nusantara, dan Ujian Marhaenisme

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 14 Januari 2026 | 15:35 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Bagikan

Marhaenist.id – Nilai tukar rupiah kembali mencatat rekor terlemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (13/1/2026). Rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,13 persen ke level Rp16.877 per dolar AS, sementara Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia berada di Rp16.875 per dolar AS. Namun, angka-angka ini sesungguhnya hanya gejala permukaan dari persoalan yang jauh lebih dalam.

Pelemahan rupiah bukan sekadar fluktuasi moneter, melainkan refleksi ketegangan antara budaya geopolitik Nusantara dan tata ekonomi global yang dikuasai logika finansial spekulatif. Sejak 2025, rupiah bergerak dalam tekanan struktural yang menunjukkan bahwa fondasi ekonomi Indonesia belum sepenuhnya sejalan dengan watak geopolitiknya sendiri.

Budaya geopolitik Nusantara lahir dari sejarah panjang perlawanan terhadap dominasi eksternal. Politik non-blok, kemandirian nasional, dan penolakan terhadap ketergantungan menjadi napas utama diplomasi Indonesia sejak awal kemerdekaan.

Namun dalam arena ekonomi global kontemporer, prinsip tersebut belum sepenuhnya menjelma menjadi kemandirian struktur produksi. Rupiah akhirnya lebih sering dibaca pasar sebagai objek spekulasi, bukan sebagai representasi kekuatan ekonomi rakyat.

Proyeksi pelemahan rupiah hingga mendekati Rp17.000 per dolar AS pada akhir 2026, sebagaimana disampaikan ekonom global, menegaskan satu hal penting: Indonesia masih dipersepsikan sebagai ruang parkir modal jangka pendek, bukan sebagai jangkar ekonomi berjangka panjang. Ini bukan semata soal sentimen, melainkan soal siapa yang menguasai mesin produksi nasional.

Fakta bahwa Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan selama 67 bulan berturut-turut hingga November 2025 justru memperkuat paradoks tersebut. Surplus dagang tidak otomatis memperkuat rupiah karena nilai tukar hari ini tidak lagi ditentukan oleh ekspor-impor semata, melainkan oleh arus modal dan struktur kepemilikan ekonomi. Selama arus keluar masuk dana portofolio lebih dominan dibandingkan investasi produktif, rupiah akan terus rentan diguncang.

Baca Juga:   Siapakah Marhaen di Butta Turatea Hari Ini?

Dalam perspektif Marhaenisme, kondisi ini menyingkap kegagalan mendasar: ekonomi nasional masih terlalu bertumpu pada modal finansial yang tidak berakar, sementara kekuatan produksi rakyat, industri nasional, tenaga kerja, dan nilai tambah domestik, belum menjadi poros utama. Marhaenisme tidak menolak investasi, tetapi menolak ekonomi yang menjadikan rakyat sekadar penonton di tanahnya sendiri.

Berbagai kebijakan strategis telah diklaim sebagai solusi, mulai dari hilirisasi sumber daya alam hingga insentif investasi besar-besaran. Namun selama kebijakan tersebut belum secara nyata menggeser kepemilikan, penguasaan teknologi, dan kontrol produksi ke tangan rakyat, maka yang tumbuh bukanlah kedaulatan ekonomi, melainkan ketergantungan baru dalam wajah modern.

Pelemahan rupiah hari ini dengan demikian adalah cermin krisis penerjemahan budaya geopolitik Nusantara ke dalam sistem ekonomi nasional. Indonesia secara politik berbicara tentang kedaulatan, tetapi secara ekonomi masih tunduk pada ritme modal global. Selama kontradiksi ini tidak diselesaikan, rupiah akan terus menjadi korban dari pertarungan yang tidak seimbang.

Tantangan sejati ke depan bukan sekadar menjaga stabilitas nilai tukar melalui instrumen moneter, melainkan menegakkan Marhaenisme sebagai fondasi ekonomi nasional, menggeser orientasi dari spekulasi ke produksi, dari modal cepat ke kerja rakyat, dari angka ke kedaulatan.

Ketika Marhaen kembali menjadi pusat kebijakan, rupiah tidak hanya bertahan, tetapi menjelma sebagai simbol hidup dari budaya geopolitik Nusantara yang merdeka dan berdaulat.***


Penulis: Bayu Sasongko, Pengamat Budaya Geopolitik Nusantara, Alumni GMNI.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Kunjungan DPK GMNI UBP Karawang ke DPP GMNI Jadi Ruang Refleksi Kepemimpinan Berbasis Marhaenisme
Sabtu, 4 April 2026 | 08:53 WIB
Tanggapi Dugaan Keracunan Massal MBG di Duren Sawit, Direktur Eksekutif Sentra Institute Soroti Lemahnya Pengawasan dan Transparansi Vendor
Jumat, 3 April 2026 | 21:24 WIB
RTH Penting, GMNI Jakarta Timur: Jangan Sampai Menumbalkan Rakyat dan Jadi Lahan Korupsi
Jumat, 3 April 2026 | 20:00 WIB
Tan Malaka Bukan Pendiri Republik?
Jumat, 3 April 2026 | 18:34 WIB
Foto: Sonny T Danaparamita, Anggota DPR RI (Dokpri)/MARHAENIST.
Soroti Kemacetan Ketapang, Sonny T. Danaparamita: Ini Kegagalan Manajemen Logistik
Kamis, 2 April 2026 | 11:45 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Ganjar Sapa Relawan di Bulungan Jakarta, Sebut Kesukarelawanan Pendukung 03 Paling Top

Marhaenist.id, Jakarta - Ratusan relawan dan simpatisan gegap gempita ketika calon Presiden…

DPC GMNI Rokan Hulu Salurkan Donasi Pakaian dan Logistik untuk Warga Terdampak Bencana di Maninjau – Agam

Marhaenist.id, Agam — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Kecam Kasus Kekerasan Seksual di Aceh Tengah, DPC GMNI Bener Meriah: Itu Tidak Manusiawi

Marhaenist.id, Benar Meriah - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

DPD dan DPC GMNI Se-Indonesia Kecam Tindakan Represif Aparat dan Tuntut Keadilan atas Gugurnya Kawan Ojol Pejuang Demokrasi

Marhaenist.id - Sebanyak 89 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD)…

Gelar Konfercab Persatuan, Rifki Pratama dan Andi Supriyanto Resmi Pimpin GMNI Bima

Marhaenist.id, Bima - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

RUU TNI 2024: Adaptasi atau Ancaman bagi Demokrasi?

Marhaenist.id - Perubahan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI 2024 membawa sejumlah perbedaan…

Risma-Gus Han Jadi Cagub Jatim Pertama Yang Ziarahi Makam Bung Karno di Blitar

MARHAENIST.ID, Blitar - Tri Rismaharini-Gus Han menjadi pasangan Calon Gubernur - Wakil…

Etika Negara Demokrasi: Ketika Kekuasaan Harus Tunduk pada Kepercayaan Rakyat

Marhaenist.id - Demokrasi modern bertumpu pada satu prinsip utama: kedaulatan berada di…

​Hukum yang Meleleh, DPD GMNI Jakarta & Institut Marhaenisme 27 Desak Reformasi TNI dan Peradilan Umum dalam Kasus Andri Yunus

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DKI…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?