By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Selamat Datang di “AI New Normal”
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNIOpini

Marhaenisme di Persimpangan: Antara Etika Organisasi dan Ambisi Kekuasaan

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 19 Desember 2025 | 12:09 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Ilustrasi GMNI/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Yang terlihat hari ini di tubuh internal DPP GMNI bukan sekadar konflik nama atau kursi, melainkan krisis etika berorganisasi. Kita terlalu sering membungkus perebutan legitimasi dengan jargon ideologi, padahal yang dipertontonkan ke bawah justru tarik-menarik kuasa. Di titik ini, Marhaenisme tidak sedang kalah oleh musuh eksternal, tetapi oleh ego internal.

Fenomena banyak klaim ketua umum dan sekjen menunjukkan satu hal mendasar: kita gagal menjadikan AD/ART sebagai kesepakatan suci bersama. Dalam organisasi ideologis, aturan main bukan formalitas administratif, melainkan fondasi moral. Ketika hasil kongres bisa ditafsirkan sesuai kepentingan masing-masing faksi, maka yang runtuh bukan hanya struktur, tapi juga kepercayaan kader akar rumput.

Sebagai kader, yang paling menyakitkan bukan perbedaan pendapat—GMNI justru lahir dari dialektika—melainkan hilangnya kejujuran politik. Perdebatan sehat terjadi ketika semua pihak mau mengakui batas kalah dan menang. Yang berbahaya adalah ketika kekalahan prosedural disulap menjadi klaim moral, seolah-olah “yang paling ideologis” otomatis paling sah. Sejarah mengajarkan, klaim moral tanpa legitimasi organisatoris hanya melahirkan fragmentasi.

Aku juga akan mengatakan ini dengan tegas: GMNI terlalu besar untuk terus dijadikan laboratorium ambisi personal. Setiap elite yang hari ini sibuk mengamankan legitimasi sempit, sedang mewariskan kebingungan struktural kepada kader di DPC dan DPD. Mereka yang di bawah dipaksa memilih “garis”, padahal seharusnya sedang belajar berpikir kritis dan berpihak pada rakyat.

Namun sebagai kader GMNI, aku tidak akan berhenti pada pesimisme. Organisasi ini sudah berkali-kali nyaris runtuh, dan selalu diselamatkan bukan oleh elite, tetapi oleh kesadaran kolektif kader bahwa GMNI lebih besar dari siapa pun. Jalan keluarnya bukan saling meniadakan, melainkan keberanian duduk bersama, membuka dokumen, membuka proses, dan menerima hasil dengan dewasa—bahkan jika itu pahit.

Baca Juga:   Ketika Tokoh HMI dan GMNI Menyatu dalam Pelaminan

Jika GMNI ingin kembali relevan, DPP harus ingat satu hal sederhana tapi keras: kepemimpinan bukan soal siapa yang paling lantang mengklaim, tapi siapa yang paling siap dipertanggungjawabkan secara organisatoris dan ideologis.

Harapan saya

Saya ingin GMNI ke depan berhenti sibuk membuktikan siapa paling sah, paling ideologis, paling senior, atau paling dekat dengan tokoh tertentu. Semua itu bising, melelahkan, dan pelan-pelan mengosongkan makna organisasi. GMNI lahir bukan untuk melahirkan elite kecil yang pandai berkelahi di ruang kongres, melainkan untuk membentuk kader yang tahan banting menghadapi ketidakadilan nyata di luar pagar kampus.

Dari hati yang paling dalam, saya ingin GMNI sembuh. Sembuh dari luka ego, dari trauma konflik, dari kebiasaan menjadikan AD/ART sebagai alat pukul, bukan pedoman bersama. Sembuh berarti berani mengakui kesalahan, bukan menguburnya dengan jargon persatuan yang hampa.

Saya ingin GMNI kembali menjadi rumah kader, bukan medan perang faksi. Tempat di mana mahasiswa kecil dari daerah—yang mungkin baru pertama kali belajar bicara politik—merasa aman untuk berpikir, berbeda, dan tumbuh. Bukan takut salah garis, salah forum, atau salah menyebut nama.

Ke depan, GMNI seharusnya lebih sibuk bertanya:

1. Mengapa petani masih tergusur,
2. Mengapa buruh makin rentan,
3. Mengapa pendidikan makin mahal,
4. Mengapa nasionalisme sering kalah oleh modal.

Jika GMNI tidak hadir di pertanyaan-pertanyaan itu, maka sehebat apa pun struktur DPP, ia hanya tinggal papan nama.

Saya ingin GMNI melahirkan pemimpin yang rendah hati tapi tegas, ideologis tapi tidak dogmatis, kritis tapi tidak culas. Pemimpin yang sadar bahwa jabatan hanyalah alat, bukan tujuan hidup. Yang berani selesai, bukan terus menggantung konflik demi eksistensi.

Baca Juga:   DPC GMNI Mandailing Natal Kecam Kekerasan Aparat terhadap Ketua GMNI Labuhanbatu dan Petani Padang Halaban

Dan yang paling penting: saya ingin GMNI kembali dipercaya oleh kadernya sendiri. Karena organisasi ideologis tidak runtuh saat diserang dari luar, tetapi saat kadernya berhenti berharap.

GMNI tidak butuh tokoh sempurna.
GMNI butuh keberanian kolektif untuk pulang ke akarnya: berpihak, berpikir, dan berjuang—dengan kepala dingin dan hati yang bersih.***


Penulis: Johan, Kader GMNI Polewali Mandar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Minggu, 22 Februari 2026 | 21:23 WIB
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB
Selamat Datang di “AI New Normal”
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:06 WIB
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:13 WIB
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Kemerdekaan Yang Tidak Pasti: Potret Kekerasan Perempuan Tak Kunjung Usai

MARHAENIST - Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79 adalah momentum yang ditunggu oleh…

Alumni UI Garda Pancasila (AUIGP) Dukung DPR-RI Gunakan Hak Angket

Marhaenist.id, Jakarta - Alumni Universitas Indonesia Garda Pancasila (AUIGP) mendukung DPR RI…

Lima Nahdiyin Bertemu Presiden Israel, PBNU Lakukan Pemanggilan, Berikan Sanksi?

Marhaenist - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Savic Ali mengatakan bahwa…

Diduga Dikeroyok, Kader GMNI di Sukabumi Tewas Mengenaskan

Marhaenist.id, Sukabumi - Seorang mahasiswa di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) berinisial RR…

Tuding PT NK Abaikan Kerusakan Jalan, Cipayung Plus Kota Binjai Desak Kejaksaan Usut Dugaan Kerugian Negara

Marhaenist.id, Binjai - Puluhan massa dari aliansi Cipayung Plus yang terdiri dari…

Resensi Buku Karl Popper: Logika Penemuan Ilmiah

Marhaenist.id - (Pendahuluan) Menata Ulang Cara Kita Memahami Ilmu: Di tengah maraknya…

Perlawanan Rakyat terhadap Pengembang Sentul City

Marhaenist - Perlawanan menggema yang dilakukan oleh masyarakat di Sentul, ramai-ramai menolak…

DPC GMNI Kota Binjai Apresiasi Kinerja Kapolres dalam Penanganan Arus Lalu Lintas Mudik dan Pengamanan Idul Fitri 1445 H

Marhaenist.id, Binjai - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Airlangga Buka Suara Terkait Pemeriksaan Kasus Korupsi CPO

Marhaenist.id - Mantan Ketua Umum Golkar yang baru saja mengundurkan diri secara mendadak,…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?