Marhaenist.id, Jember — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jember menegaskan bahwa pembebasan kader yang sempat mengalami penahanan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan penanda dimulainya babak baru dalam perjalanan panjang gerakan mahasiswa yang konsisten memperjuangkan keadilan sosial.
Dalam pernyataannya, GMNI Jember menyebut bahwa perjalanan pembebasan tersebut lahir dari proses panjang yang ditempa oleh waktu, tekanan, serta pengorbanan.
Upaya pembungkaman terhadap gerakan disebut telah berulang kali terjadi, diiringi penahanan terhadap para pejuang gerakan. Namun demikian, keyakinan terhadap keadilan dinilai tidak pernah benar-benar dapat dipatahkan.
“Pembebasan ini bukan sekadar peristiwa hukum, melainkan pengakuan atas daya tahan perjuangan yang dijalani secara terus-menerus dengan keteguhan dan konsistensi,” demikian pernyataan GMNI Jember yang diterima, Selasa (16/12/2025)
GMNI Jember juga menegaskan bahwa dalam setiap fase tekanan tersebut, gerakan tetap bertahan dengan kesabaran revolusioner.
Kesabaran itu, menurut GMNI Jember, bukanlah sikap pasif, melainkan keteguhan dalam menjaga arah dan cita-cita perjuangan kaum Marhaen.
Pengalaman panjang tersebut, lanjut GMNI Jember, menjadi pelajaran penting bahwa keteguhan sikap, konsistensi garis perjuangan, dan kesabaran revolusioner merupakan kekuatan utama sebuah gerakan rakyat.
Dengan bekal itu, GMNI Jember menyatakan siap melangkah ke depan dengan kepala tegak, membawa harapan akan masa depan yang lebih adil dan bermartabat.
“GMNI Jember akan terus berdiri bersama rakyat tertindas, menjaga marwah perjuangan, serta memastikan bahwa keadilan sosial bukan sekadar slogan, melainkan tujuan nyata yang terus diperjuangkan,” tutup pernyataan tersebut.***
Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.