By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI Riau Tegaskan Polri di Bawah Presiden Merupakan Amanat Konstitusi
Digadang akan Menggantikan Prof. Arief, Ini Deretan Kontroversi Adies Kadir!
Gelar Peluncuran dan Bedah Buku Prof. Arief Hidayat, Tandai 13 Tahun Pengabdian sebagai Hakim Konstitusi
GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan
Pengakuan Bung Karno Soal Pergumulan Batin: Dari ‘Islam Raba-raba’ menjadi ‘Islam yang Yakin’

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

GMNI Jakarta Selatan Bedah Pemikiran Tan Malaka dan Soekarno dalam Dialog Sejarah dan Ideologi

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 11 Desember 2025 | 02:37 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto Kebersamaan Para Pemateri dan Peserta Diskusi bedah buku de Republik Indonesia dilangsungkan di Sekretariat GMNI Jaksel, berlangsung pada hari Selasa (9/12/2025) (Sumber: okeguys.com)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan kembali menunjukkan komitmennya sebagai ruang intelektual progresif dengan menggelar Bedah Buku “Naar de Republiek Indonesia” karya Airlangga Pribadi Kusman.

Diskusi yang berlangsung pada Selasa (9/11/2025), di Sekretariat GMNI Jaksel ini menghadirkan pembahasan mendalam mengenai gagasan dua tokoh penting bangsa: Tan Malaka dan Ir. Soekarno.

Kegiatan tersebut menghadirkan langsung Airlangga Pribadi Kusman sebagai narasumber utama, dengan penanggap penulis sekaligus aktivis Bob Randilawe serta Aktivis GMNI, Bung Rauf.

Diskusi berlangsung hangat, kritis, dan menarik perhatian peserta yang ingin memahami kembali sejarah gagasan republik dan arah perjuangan nasional.

Dalam Buku itu, pemikiran Tan Malaka memberikan kontribusi besar bagi kesadaran kaum muda Indonesia atas perkembangan sosialisme dunia dan perjuangan melawan kolonialisme serta imperialisme.

Melalui gagasan republik, Tan Malaka menilai bentuk negara tersebut paling sesuai bagi Indonesia sebagai bangsa kepulauan yang beragam etnis, ras, dan agama.

Tidak hanya Tan Malaka, diskusi juga menyinggung pemikiran Soekarno dalam gagasannya mengenai “Partai Negara” pada awal kemerdekaan.

Meski akhirnya tidak berkembang, gagasan ini menunjukkan upaya Soekarno dalam merumuskan bentuk organisasi politik yang ideal bagi bangsa yang baru merdeka. Perubahan situasi politik melalui “Maklumat X” yang dikeluarkan Bung Hatta kemudian membuka ruang multipartai yang bertahan hingga kini.

Bob Randilawe dalam ulasannya menyarankan agar pembaca memahami konteks global saat Tan Malaka menulis Naar de Republiek Indonesia.

Pada masa itu, gerakan sosialisme internasional tengah mengalami fase transisi dan perpecahan, mulai dari Internasional I hingga munculnya Internasional II di Paris yang dipelopori Marx, Engels, Bernstein, hingga Lenin.

Revolusi Bolsyevik 1917 yang melahirkan Uni Soviet juga memengaruhi dinamika pemikiran Tan Malaka.

Baca Juga:   Refleksi Hari Lahir Bapak Proklamator: Pemuda Harus Meneladani Ajaran Bung Karno

Meski dekat dengan dunia komunisme internasional, Tan Malaka kerap berbeda pandangan dengan kelompok komunis Hindia Belanda yang dipengaruhi Joseph Stalin.

Ia menolak pemberontakan PKI pada 1920-an maupun 1948, dan bahkan sempat terhubung dengan gerakan Comintern yang dekat dengan pemikiran Leon Trotsky.

Sementara itu, Airlangga menjelaskan, Tan Malaka tidak pernah secara terang-terangan menyebut dirinya sebagai pengikut Trotsky, karena ia memiliki cita-cita membangun negara Republik Indonesia.

“Tan Malaka tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Trotskyis. Ia tetap berpijak pada cita-cita membangun Republik Indonesia,” jelas Airlangga.

Karena sikapnya yang tegas dan konsisten, Airlangga menyebut banyak sejarawan menyebut Tan Malaka sebagai nasionalis radikal, sementara Soekarno pernah menjulukinya sebagai seorang “sosialis sepenuh-penuhnya”.

Salah satu fakta sejarah penting yang kembali mencuat dalam diskusi adalah testamen politik 1945, di mana Soekarno menunjuk Tan Malaka sebagai penerus kepemimpinan revolusi apabila dirinya dan Hatta tidak dapat lagi memimpin.

Dokumen ini menjadi bukti akan pengakuan Soekarno terhadap kapasitas dan integritas Tan Malaka dalam perjuangan nasional.

Melalui kegiatan ini, GMNI Jakarta Selatan berharap diskusi-diskusi pemikiran progresif terus digelorakan, demi memperkuat kesadaran sejarah dan ideologi generasi muda.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

GMNI Riau Tegaskan Polri di Bawah Presiden Merupakan Amanat Konstitusi
Selasa, 27 Januari 2026 | 22:05 WIB
Digadang akan Menggantikan Prof. Arief, Ini Deretan Kontroversi Adies Kadir!
Selasa, 27 Januari 2026 | 20:55 WIB
Gelar Peluncuran dan Bedah Buku Prof. Arief Hidayat, Tandai 13 Tahun Pengabdian sebagai Hakim Konstitusi
Selasa, 27 Januari 2026 | 20:31 WIB
GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan
Selasa, 27 Januari 2026 | 20:07 WIB
Pengakuan Bung Karno Soal Pergumulan Batin: Dari ‘Islam Raba-raba’ menjadi ‘Islam yang Yakin’
Selasa, 27 Januari 2026 | 19:11 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Pekerja PT BMS Alami Kecelakan Kerja, Ini Respon GMNI Palopo!

Marhaenist.id, Palopo - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

IMM dan GMNI Riau: Reformasi Polri Harus Tunduk pada Mandat Konstitusi, Bukan jadi Komoditas Politik Kekuasaan

Marhaenist.id, Pekanbaru – Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri dari IMM dan GMNI…

Airlangga Hartarto Mundur Dari Ketua Umum Golkar, Ada Apa?

Marhaenist, Jakarta - Airlangga Hartarto mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Ketua Umum (Ketum)…

Manifesto Ekonomi Nasional GMNI

Marhaenist.id - Akhir-akhir ini ekonomi Indonesia tengah berada dalam kondisi yang tidak…

Fokus Kampayekan Ganjar-Mahfud, Ahok Resmi Mundur dari Jabatannya Sebagai Komut PT Pertamina

Marhaenist.id, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok, resmi mundur…

Tolak Gelar Pahlawan Untuk Soeharto, GMNI Halut: Ini Pengkhianatan Terhadap Sejarah

Marhaenist.id, Halmahera Utara - Peringatan Hari Pahlawan Nasional tahun ini menuai kontroversi…

RUU Dewan Pertimbangan Presiden: Konsolidasi Kekuasaan, Menguatkan Presiden Untuk Melemahkan Demokrasi

Marhaenist - Sejauh ini, keberadaan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tidak memberikan solusi…

Foto: Deodatus Sunda Se, Direktur Institut Marhaenisme 27 (Dokpri)/MARHAENIST

Reformasi Sigit dan Reformasi Kepolisian

Marhaenist.id - Beberapa waktu yang lalu, pasca momentum tragedi Agustus kelabu–bukti nyata…

Gugur Sebagai Pejuang Demokrasi, DPC GMNI Kendari Kecam Tindakan Represif Kepolisian Kawan Ojol

Marhaenist.id, Kendari – Tragedi kembali mencoreng wajah demokrasi Indonesia. Seorang kawan Ojol yang…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?