By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Hitam Putihnya Hukum, Penganiayayan Siswa 14 Tahun Tantangan Untuk Penegak Hukum
Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Tual, Anak 14 Tahun Meninggal Dunia
Indonesia Menggugat: GMNI Jakarta Timur Desak Pencopotan Menteri HAM
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

Gelar Seri Diskusi Publik Edisi V, PA GMNI Jakarta Raya Tekankan Front Marhaenis Ambil Peran untuk Berdaulat, Berdikari, Berbudaya

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Sabtu, 6 Desember 2025 | 23:40 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Bambang Patjul saat memaparkan materinya dalam Seri Diskusi Publik Edisi V yang digelar oleh DPD PA GMNI Jakarta Raya, Sabtu (6/12/2025) (Ist)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta — DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jakarta Raya menggelar Seri Diskusi Publik V bertema “Front Marhaenis Ambil Peran: Berdaulat, Berdikari, Berbudaya”.

Kegiatan tersebut telah menjadi bagian dari rangkaian agenda diskusi menuju Konferensi Daerah (Konferda) V PA GMNI Jakarta Raya yang digelar di Kantor DPP PA GMNI, Jakarta pada Sabtu (6/12/2025).

Diskusi menghadirkan dua narasumber penting, yakni Wakil Ketua MPR RI sekaligus kader GMNI, Bambang “Pacul” Wuryanto, dan Guru Besar Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, Prof. Muradi. Acara berlangsung interaktif dengan partisipasi alumni dan kader GMNI dari berbagai wilayah di Jakarta.

Dalam pemaparannya, Bambang Wuryanto menekankan urgensi kemandirian finansial bagi kaum Marhaen sebagai fondasi perjuangan.

Ia menguraikan struktur sosial masyarakat, mulai dari kelompok lumpen, pekerja, birokrat, elite politik hingga pemilik modal.

“Kaum Marhaenis itu minimal harus bebas dari masalah keuangan. Kalau masih berada di posisi lumpen atau sekadar pekerja, sulit membangun barisan perjuangan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung dinamika politik nasional pada 1967, termasuk proses lengsernya Bung Karno hingga penandatanganan kontrak Freeport. Menurutnya, pemikiran Soekarno tetap relevan, tetapi memerlukan pembaruan agar sesuai dengan konteks kekinian.

“Marhaenis muda harus membangun mentalitas kuat. Setelah berhasil, bantu yang lain dengan jaringan, tenaga, dan pikirannya,” tambahnya.

Sementara itu, Prof. Muradi menyoroti arah politik nasional yang dinilainya semakin pragmatis. Ia menyebut banyak aktor politik kehilangan konsistensi ideologis dan keberanian memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Pertanyaan pentingnya: apakah pemerintahan hari ini masih menjalankan nilai ideologis? Saya jawab tidak. Kita terjebak dalam sandera politik,” tegasnya.

Ia juga menilai kampus sebagai ruang terakhir tempat demokrasi tetap bertahan.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal DPP PA GMNI, Abdy Yuhana, memberikan perspektif historis mengenai karakter sosial masyarakat Indonesia yang terdiri dari priyayi, abangan, dan santri. menurutnya, kelompok abangan merupakan basis yang kuat bagi tradisi ideologi Soekarnois.

Baca Juga:   Beredar Wacana Usulan Pembubaran Bawaslu dan Pencabutan Kewenangan MK dalam Sengketa Pemilu, Inilah Kata Arief Hidayat!

“Sepanjang republik ini ada, kaum abangan selalu hadir. Itu basis ideologis kita. Karena itu, tidak boleh ada ketakutan kehilangan massa,” ujarnya.

Abdy menegaskan perlunya menjaga fondasi ideologi dalam setiap langkah perjuangan.

“Taktik boleh berubah, tapi asas perjuangan tidak boleh bergeser,” katanya.

DPP PA GMNI mengapresiasi antusiasme peserta dan menilai forum ini sebagai momentum penting menjelang Konferda V. Diskusi dipandu oleh Direktur IPI, Karyono Wibowo.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakil Ketua Umum DPP PA GMNI Ugik Kurniadi, Ketua Dewan Pakar DPD PA GMNI Jakarta Raya Rico Sinaga, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Dwi Rio Sambodo, Ketua DPD PA GMNI Jakarta Raya Ario Sanjaya, serta jajaran pengurus DPD dan DPC GMNI se-DKI Jakarta.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Hitam Putihnya Hukum, Penganiayayan Siswa 14 Tahun Tantangan Untuk Penegak Hukum
Senin, 23 Februari 2026 | 03:46 WIB
Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Tual, Anak 14 Tahun Meninggal Dunia
Senin, 23 Februari 2026 | 03:35 WIB
Indonesia Menggugat: GMNI Jakarta Timur Desak Pencopotan Menteri HAM
Senin, 23 Februari 2026 | 03:24 WIB
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Minggu, 22 Februari 2026 | 21:23 WIB
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Ahok: Mas Ganjar Paling Pantas Jadi Presiden, Layak Diperjuangkan

Marhaenist.id, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama yang baru saja mundur dari Komisaris…

Gerakan Pemuda Marhaenis: Panji Gumilang Salah Memahami Ajaran Bung Karno Soal Agama

Marhaenist - Bikin Gaduh, Panji Gumilang gencar mengaku bermadzhab Bung Karno (Soekarno).…

GMNI Situbondo Gelar Dies Natalies ke 71 dengan Berbagi Takjil dan Diskusi

Marhaenist.id, Situbondo - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Situbondo menggelar kegiatan Dies…

Dr. H. Sutrisno: Pengawasan Persaingan Digital Adalah Kewajiban Konstitusional

Marhaenist.id, Jakarta  — Perkembangan ekonomi digital yang kian pesat dinilai tidak selalu…

Antara Disiplin TNI dan Ancaman Terhadap Supremasi Sipil Dalam Demokrasi Indonesia

Marhaenist.id -Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah lama dikenal sebagai institusi yang disiplin…

Andai Bank BRI Jadi Bank Koperasi Seperti Desjardins Bank

Marhaenist.id - Pada akhir 2019, ketika saya berkesempatan mengunjungi Kanada untuk mempelajari…

Agama Pembebasan: Melawan Kesalehan yang Membunuh Kemanusiaan

Marhaenist.id - Di tengah gegap gempita kesalehan yang dipajang seperti etalase perhiasan,…

Picuh Kemarahan Rakyat hingga Lahirnya Gerakan Bubarkan DPR, Inilah Deretan Anggota DPR RI yang Dianggap Kontroversial!

Marhaenist.id - Beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) belakangan…

Moment Lebaran 1446 H, Alumni GMNI UIN Syarif Hidayatullah Ciputat Gelar Halal Bi Halal

Marhaenist.id, Tangsel - Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Islam Negeri…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?