By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Indonesia Menggugat: GMNI Jakarta Timur Desak Pencopotan Menteri HAM
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Selamat Datang di “AI New Normal”
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

(Jika) Bobibos vs Pertamina: Benturan Inovasi dan Kekuasaan di Panggung Energi Nasional

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 13 November 2025 | 17:26 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Penampakan Bobibos (Sumber: Bisnis.com)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Di tengah dinamika ekonomi nasional yang semakin kompleks, muncul satu pertarungan simbolik yang menggambarkan wajah masa depan energi Indonesia: Bobibos vs Pertamina.

Sebuah metafora tentang benturan dua paradigma antara inovasi baru yang gesit dengan kekuatan lama yang mapan dan mengakar.

Bobibos: Simbol Generasi Baru Energi

Bobibos hadir sebagai representasi dari semangat zaman: generasi muda yang ingin menciptakan energi bersih, efisien, dan transparan. Dengan visi yang menembus batas birokrasi, Bobibos menggambarkan perusahaan masa depan yang berani menantang pola lama, memanfaatkan teknologi, dan mengedepankan nilai keberlanjutan.

Ia menjadi simbol “Marhaen energi”, anak bangsa yang tak memiliki modal besar namun punya tekad mengubah sistem yang kerap timpang. Dalam setiap langkahnya, Bobibos membawa pesan bahwa industri energi tidak harus didominasi oleh segelintir korporasi besar; rakyat pun bisa menjadi bagian dari perubahan.

Pertamina: Antara Monopoli dan Tanggung Jawab

Sementara itu, Pertamina berdiri sebagai ikon lama kekuasaan energi Indonesia. Sebagai BUMN strategis, Pertamina memegang peran vital: menjaga kedaulatan energi, mengelola minyak, gas, dan BBM untuk kebutuhan nasional. Namun di sisi lain, Pertamina juga kerap dikritik karena terlalu besar, terlalu lambat beradaptasi, dan terlalu nyaman dengan kekuasaannya.

Pertamina menjadi simbol status quo — kuat secara ekonomi, tapi seringkali tertinggal dalam inovasi. Dalam konteks inilah “Pertamina” bukan lagi sekadar nama perusahaan, melainkan lambang dari sistem yang sulit berubah: birokratis, tertutup, dan cenderung memonopoli.

Benturan Nilai: Inovasi vs Kekuasaan

Pertarungan Bobibos vs Pertamina sejatinya bukan soal siapa yang lebih besar modalnya, tetapi soal siapa yang lebih berani berubah.

Bobibos membawa semangat disruptif, sementara Pertamina membawa kekuasaan struktural yang sulit digeser. Ini bukan hanya konflik bisnis, tapi pertarungan ideologis – antara nilai kemerdekaan ekonomi rakyat melawan hegemoni korporasi besar.

Baca Juga:   Pemerkosaan Kekuasaan Venezuela oleh Amerika Serikat Mengingatkan Pidato Bung Karno dalam Konferensi Asia-Afrika

Ketika inovasi rakyat kecil dihambat dengan dalih regulasi, ketika keberanian anak muda berhadapan dengan tembok birokrasi, maka kita sesungguhnya sedang menyaksikan pertempuran lama yang terus berulang: rakyat kreatif melawan sistem yang nyaman dengan ketidakefisienannya.

Masa Depan Energi Milik Siapa?

Pertanyaan paling penting adalah: ke mana arah energi Indonesia akan dibawa?

Apakah akan tetap dikuasai oleh pemain lama yang enggan bertransformasi, ataukah terbuka untuk inovator-inovator baru seperti Bobibos yang berani mengguncang fondasi lama?

Jika negara ingin maju, maka keberanian untuk membuka ruang bagi perubahan harus menjadi prioritas. Pemerintah seharusnya tidak sekadar menjadi pelindung korporasi besar, melainkan fasilitator bagi setiap warga negara yang ingin menghadirkan solusi energi yang adil dan berkelanjutan.

Kemenangan Rakyat atas Monopoli

Bobibos vs Pertamina adalah cermin dari perjalanan bangsa ini: bahwa setiap inovasi akan selalu berhadapan dengan kekuasaan. Namun sejarah menunjukkan, yang menang bukanlah siapa yang kuat secara politik, melainkan siapa yang mampu menyesuaikan diri dengan semangat zaman.

Pada akhirnya, masa depan energi Indonesia harus berpihak pada rakyat – bukan pada monopoli, bukan pada status quo, melainkan pada keberanian untuk berubah. Dan di titik itulah, perjuangan Bobibos sesungguhnya menjadi perjuangan kita semua.


Catatan Redaksi: La Ode Mustawwadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Indonesia Menggugat: GMNI Jakarta Timur Desak Pencopotan Menteri HAM
Senin, 23 Februari 2026 | 03:24 WIB
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Minggu, 22 Februari 2026 | 21:23 WIB
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB
Selamat Datang di “AI New Normal”
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:06 WIB
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:13 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Pidato Sukarno di PBB: Zaman Baru Datang, Penjajahan Telah Usang 30 September 1960

Marhaenist.id - Satu bulan setelah memutuskan hubungan diplomatik dengan Kerajaan Belanda pada…

Merdeka dalam Bayang-Bayang Kekerasan dan Kebijakan Serampangan: Refleksi 80 Tahun Republik Indonesia

Marhaenist.id - Delapan puluh tahun Indonesia merdeka, kita kembali ditarik pada pertanyaan…

Visi Misi Airin – Ade Sumardi Membawa Gagasan Generasi Muda Banten

Marhaenist.id- Banten, Sekretaris Brigade Sabara Banten, Miftahul Ulum kembali menegaskan komitmen Brigade…

Menjaga Integritas: Kewajiban dan Larangan bagi Plt Bupati yang Menjadi Bakal Calon Kepala Daerah

Marhaenist.id-Menjaga integritas dalam proses pemilihan kepala daerah adalah hal yang sangat penting,…

Tanggapi Kenaikan PPN 12%, GMNI Kendari Minta PJ Gubernur Sultra Lakukan Upaya Antisipasi Dampak Eskalasinya

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Kader GMNI Jombang Inisiasi Program Krupuk Ikan Jendhil

Marhaenist.id - Cepu, Blora - Dalam rangka melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN)…

Menolak Lupa: Ita Martadinata Haryono, Martir Kesucian yang Dibungkam demi Menjaga Wajah Bangsa

Marhaenist id - Sejarah Indonesia memiliki banyak pahlawan, namun ada satu nama…

GMNI: Revisi UU Pilkada Inkonstitusional

MARHAENIST - Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino menilai revisi UU…

Negara dan Jeritan Tangis Ibu yang Anaknya Bunuh Diri di Ngada NTT

Marhaenist.id - Tangis seorang ibu di Ngada, Nusa Tenggara Timur, tidak sekadar…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?