By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
(Bagian Ketiga: Marxisme) Nasionalisme, Islamisme, Marxisme
Unjuk Rasa BEM Unpas dan GMNI Peringati HARDIKNAS 2026 di depan Kantor Bupati Bantaeng, Soroti Isu Pendidikan
(Bagian Kedua: Islamisme, Ke-Islam-an) Nasionalisme, Islamisme, Marxisme
Megawati Pertanyakan Kasus Penyiraman Air Keras Andrei Yunus: Mengapa Masuk Pengadilan Militer?
Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor Emeritus di Unbor, Prof. Arief Hidayat Siap Lahirkan Generasi Hukum Berintegritas dan Berwawasan Kebangsaan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
IndonesianaPolithinking

Gelar Diskusi Terbatas dengan Perhimpunan Agenda 45, Andi Widjajanto: Indonesia Butuh Strategi Tepat Hadapi Perubahan Global

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Sabtu, 18 Oktober 2025 | 10:47 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Diskusi terbatas yang berlangsung di Kantor Perhimpunan Agenda 45, kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Jum’at (17/10/2025)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Tatanan Global tengah bergeser menuju sebuah tatanan baru, saat ini negara negara besar seperti Amerika Serikat tak sehebat dahulu.

Perubahan yang secara massif bersifat distrubtif sehingga semua bangsa mesti mampu beradaptasi dan merespon tantangan.

Dalam pergeseran itu Amerika Serikat tak lagi setangguh dahulu sedang China terus tumbuh besar kemungkinan akan jadi pemegang hegemoni global.

Sebagai negara kepulauan Indonesia mesti bersiap karena memiliki wilayah strategis dalam zona perebutan hegemoni Asia Pacific.

Menghadapi pergeseran itu pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memilih berdiplomasi dengan semua kekuatan.

Tanpa keunggulan kekuataan teknologi dan ekonomi, Indonesia bisa mengambil peran besar dengan mengandalkan kekuatan non kekerasan.

Pokok pikiran itu muncul dalam sebuah diskusi terbatas yang berlangsung di Kantor Perhimpunan Agenda 45, kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Jum’at (17/10/2025).

Diskusi itu merupakan bagian awal dari langkah penyusunan naskah pemikiran bidang politik global.

“Sebagaimana saat membahas masalah otonomi daerah, kami akan membuat serangkaian diskusi di sejumlah tempat untuk memperdalam hasil dari diskusi hari ini,”ujar Direktur Eksekutif Agenda 45 Warsito Ellwein.

Perubahan lewat Perang

Dalam kesempatan itu, Andi Widjojanto, mantan Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) 2022 2023 menunjukkan bahwa dalam sejarah tercatat manusia membutuhkan perang dalam segala lini untuk memajukan peradaban.

Sepanjang sejarah telah terjadi tatanan geopolitik saat ini sulit berubah menuju bentuk baru tanpa perang. Keyakinan itu dia dasarkan pada fakta sejarah yang selalu berubah lewat perang besar.

Terhitung semenjak jaman Yunani telah terjadi 17 kali perubahan hegemoni hanya perubahan yang tandai kehancuran Uni Soviet sekitar 3 dekade lalu saja tidak diwarnai perang besar.

“Kita membutuhkan perang untuk memajukan peradaban, dalam segala lini. Adapun strategi yang paling sukses dan terbukti berhasil tanpa perang adaalah perdamaian nuklir. mereka tidak lagi berperang menggunakan nuklir, sehingga perdamaian tercipta karena ketakutan terhadap kemusnahan aatau kehancuran bersama,” ujar dia.

Baca Juga:   Gerakan Pemuda Marhaenis: Panji Gumilang Salah Memahami Ajaran Bung Karno Soal Agama

Saat ini kemunduran tengah dialami oleh Amerika Serikat sebagai salah satu adikuasa pasca perang dunia kedua mengalami kemunduran.

Hal ini terjadi oleh karena dirinya sendiri, sementara negara negara lain berkembang dengan berbagai pilar kekuatan.

China bakal ofensif agar dapat merebut hegemoni ke tangannya. Tentu di era sekarang untuk bisa mencapainya sebuah negara mesti memiliki keunggulan dalam demokrasi, nuklir, keamanan, aliansi, stabilitas finansial, perdanganan, pembangunan, dan konektivitas sebagai pilar kekuatannya.

Semua negara kini dihadapkan pada pilihan antara China dan Amerika Serikat. Indonesia dalam setahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menampakkan postur sendiri dengan menampilkan gaya komunikasi high speed.

Semua poros disentuh oleh Prabowo, adapun puncak wisata politik Prabowo adalah saat berpidato di Majelis Umum PBB, 23 September 2025.

Dalam perjalanan setahun itu Prabowo menemui pemimpin dunia China, Rusia dan lainnya berdasarkan urutan kepentingan Indonesia. Untuk kepentingan minyak murah misalnya dia berkunjung ke Rusia, sedang urusan Artificial intelegent ke Amerika.

“Kondisi Indonesia tidak mungkin utk tidak terlibat dalam konflik global hari ini,” tambah Andi.

Soft Power non kekerasan

Berbicara dalam kesempatan sebelumnya KH Dr Abdul Wahid Maktub, mantan Dubes RI untuk Qatar Kemajuan ilmu dan teknologi saat ini, di mata Abdul Wahid, seperti telah membawa manusia telah sampai pada satu fase menyerupai Tuhan.

Akibatnya timbul dampak terhadap kemanusiaan. Kita bisa menyaksikannya bagaimana Amerika Serikat direpotkan persoalan tuna wisma sebagai salah satu ujud persoalan ekonomi yang serius.

Ditambahkannya, menghadapi kondisi global saat ini tak cukup hanya bertumpu pada hard power namun soft power pun penting.

“Kita punya Pancasila, di mana sila ketiga persatuan bisa menjadi persatuan kemanusiaan,” tambah dia.

Baca Juga:   Kampanye 315 Titik, Ganjar Serap Aspirasi untuk Perbaiki Ekonomi Rakyat

Dunia kini butuh pendekatan keberagaman melalui konsep baru di mana sebenarnya semuanya telah ada dalam Pancasila.

Ideologi Bangsa Indonesia ini mampu menyatukan kebutuhan manusia baik yang bersifat fisik maupun metafisik.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

(Bagian Ketiga: Marxisme) Nasionalisme, Islamisme, Marxisme
Sabtu, 2 Mei 2026 | 23:04 WIB
Unjuk Rasa BEM Unpas dan GMNI Peringati HARDIKNAS 2026 di depan Kantor Bupati Bantaeng, Soroti Isu Pendidikan
Sabtu, 2 Mei 2026 | 20:00 WIB
(Bagian Kedua: Islamisme, Ke-Islam-an) Nasionalisme, Islamisme, Marxisme
Sabtu, 2 Mei 2026 | 19:08 WIB
Megawati Pertanyakan Kasus Penyiraman Air Keras Andrei Yunus: Mengapa Masuk Pengadilan Militer?
Sabtu, 2 Mei 2026 | 15:53 WIB
Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor Emeritus di Unbor, Prof. Arief Hidayat Siap Lahirkan Generasi Hukum Berintegritas dan Berwawasan Kebangsaan
Sabtu, 2 Mei 2026 | 15:01 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Yayasan Rumah Juang Indonesia Serukan Persatuan Nasional Hadapi Gejolak Geopolitik Global

Marhaenist.id, Jakarta - Ketua Dewan Pembina Yayasan Rumah Juang Indonesia, Muh Ageng Dendy…

KPK dan Tangan Besi Sudewo ‘Bupati Pati’

Marhaenist.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak awal berdirinya diposisikan sebagai simbol…

DPC GMNI Jakarta Timur Kunjungi Warga TPU Kebun Nanas yang Terancam Penggusuran

Marhaenist.id, Jakarta Timur – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Marhaenis itu Spiritualis

Marhaenist.id - Dalam keseharian kita, seringkali kita terjebak dalam hiruk-pikuk dunia materialistik…

Gelar Konsolidasi Nasional di Kota Biltar, GMNI Bentuk Forum Nasional Komunikasi Persatuan

Marhaenist.id, Blitar – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar Konsolidasi Nasional dan…

Pilkada Melalui DPRD: Ancaman Sentralisme Kekuasaan dan Lonceng Kematian Demokrasi Lokal

Marhaenist.id - Wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada ke tangan…

Nasrani-Yahudi Dalam Tinjauan Madilog

AGAMA NASRANI Jesus Nazrenus Rex Jodioram Jesus dari Nazaret Rajanya Yahudi Agama…

Gelar Seri Diskusi Publik Edisi V, PA GMNI Jakarta Raya Tekankan Front Marhaenis Ambil Peran untuk Berdaulat, Berdikari, Berbudaya

Marhaenist.id, Jakarta — DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jakarta…

Pemerintah Harus Siapkan Jaminan Sosial Menyeluruh Bagi Masyarakat Miskin Ekstrem

Marhaenist - Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?