By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
IndonesianaKabar GMNI

IMM dan GMNI Riau: Reformasi Polri Harus Tunduk pada Mandat Konstitusi, Bukan jadi Komoditas Politik Kekuasaan

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 21 September 2025 | 01:24 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri dari IMM dan GMNI Riau saat menggelar diskusi publik untuk merespon wacana pembentukan Tim Reformasi Kepolisian oleh Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (20/9/2025)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Pekanbaru – Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri dari IMM dan GMNI Riau menggelar diskusi publik untuk merespon wacana pembentukan Tim Reformasi Kepolisian oleh Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (20/9/2025).

Dalam forum tersebut, mereka menegaskan bahwa reformasi Polri bukanlah agenda politik sesaat, melainkan amanat konstitusi dan mandat sejarah Reformasi 1998.

Koalisi mengingatkan, pasca 23 tahun lahirnya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian, sudah seharusnya ada evaluasi menyeluruh berbasis konstitusi.

Menurut mereka, tanpa langkah fundamental, kepolisian hanya akan terus bergerak reaktif dan sibuk memperbaiki citra, tetapi gagal menyentuh akar persoalan kelembagaan.

“Sejarah menunjukkan, pembentukan tim atau komisi ad hoc hanya berakhir menjadi gimmick. Dari tragedi Kanjuruhan hingga kasus Ferdy Sambo, respon cepat kepolisian berbasis kasus, bukan sistem. Reformasi sejati hanya bisa dilakukan melalui revisi UU Polri, KUHAP, serta regulasi sektoral lain—agar mengikat secara struktural dan institusional,” ungkap Yan Adriansyah Direktur Pusat Bantuan Hukum DPD IMM Riau.

Koalisi juga menyoroti kondisi di Riau, seperti lambannya penegakan hukum dalam kasus SPPD fiktif DPRD Riau yang dinilai tebang pilih.

Hal ini berbanding terbalik dengan perlakuan hukum yang cepat dan represif terhadap masyarakat kecil. Kontras semacam itu disebut telah meruntuhkan legitimasi kepolisian di mata publik.

Selain itu, program Green Policing yang diluncurkan Polda Riau juga dipandang sebatas pencitraan. Tanpa keberanian menyentuh kasus besar kejahatan lingkungan yang melibatkan korporasi, mafia perizinan, dan praktik pembiaran kebakaran hutan, program tersebut akan dianggap jargon kosong.

Sementara itu, Ketua DPD GMNI Riau, Teguh Azmi menegaskan reformasi Polri harus ditempuh lewat jalur legislasi, bukan sekadar tim ad hoc bentukan pemerintah.

“Polri harus dibenahi tugas dan wewenangnya, jangan sampai ada kerajaan di dalam negara. Institusi Polri dituntut profesional, memberikan rasa aman dan penegakan hukum yang berkeadilan. Harapannya Polri harus bersih dari kepentingan politik, jangan sampai disalahgunakan untuk kepentingan kekuasaan,” tegas Teguh Azmi.

Baca Juga:   GO TO HELL WITH YOUR TARIFF: Jalan Politik Non-Blok dan Wujudkan Trisakti

Ia menambahkan, komisi ad hoc yang dibentuk hanya politis semata untuk meredam situasi nasional.

“Pengalaman menunjukkan tim-tim semacam itu sarat muatan politis dan tidak menyentuh akar persoalan. Reformasi Polri harus dilakukan secara kelembagaan, bukan hanya struktural,” ujar Teguh Azmi.

Koalisi Masyarakat Sipil pun mengingatkan, reformasi Polri adalah hutang sejarah yang belum lunas. Menundanya dengan gimmick hanya akan memperpanjang krisis kepercayaan publik.

“Reformasi Polri adalah amanat Reformasi 1998. Amanat itu tidak boleh dikhianati,” tutup mereka.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

GMNI Harus Kembali ke Jalan Persatuan

Marhaenist.id - Dalam beberapa tahun terakhir, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menghadapi…

Diskusi Publik Persatuan Alumni GMNI Jakarta, Anies Baswedan Tekankan Ekonomi Berkeadilan

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Resmikan Posko Jaga Suara, Cornelia Agatha: Jaga Suara Untuk Menangkan Pram-Doel

Marhaenist,id, Jakarta - Relawan Jaga Suara dan Kawan 98 meresmikan Posko Jaga…

GMNI Jember Tegaskan Pembebasan Kader Bukan Akhir Perjuangan, Melainkan Awal Babak Baru Gerakan

Marhaenist.id, Jember — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Mengenal Aliran-Aliran Filsafat!

Marhaenist.id - Ada satu teman bertanya yang telah lama mengusik dalam pikirannya.…

Obituari Faisal Basri, Ekonom Kritis Yang Selalu Berjarak Dengan Kekuasaan

MARHAENIST - Ekonom senior Faisal Basri meninggal dunia pada dini hari ini…

Beri Kritik Keras Ke Kabinet Prabowo-Gribran, Paul Finsen Mayor Sebut Gemuk Struktur

Marhaenist.id, Jakarta - Alumni GMNI yang juga senator terpilih asal Provinsi Papua…

Presiden Rusia Vladimir Putin. AFP/Jewel Samad

Jejak Langkah Permainan Vladimir Putin di Ukraina

Marhaenist - Pertanyaan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tengah memasuki babak akhir…

Tanamkan Nilai Marhaenisme pada Peserta Baru, GMNI Touna Sukses Gelar PPAB Ke 7

Marhaenist.id, Touna - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?