By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Selamat Datang di “AI New Normal”
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNIOpini

Kembalikan Kedaulatan Aggraria di Desa Pamboborang

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 3 Juli 2025 | 20:08 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: DPC GMNI Majene saat melakukan aksi unjuk rasa/MARHAENIST.
Bagikan

Marhsenist.id – Kedaulatan agraria adalah suatu kondisi di mana suatu negara, khususnya rakyatnya, memiliki kendali penuh terhadap sumber daya agraria, seperti tanah, air, dan hasil bumi.

Konsep ini erat kaitannya dengan keadilan sosial, kemandirian pangan, dan pemenuhan hak-hak petani atas tanah yang mereka garap. Dalam kedaulatan agraria, tanah bukan hanya dipandang sebagai komoditas ekonomi, tetapi sebagai sarana hidup dan produksi yang harus dikelola untuk kepentingan rakyat secara adil dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, kebijakan pertanahan seharusnya tidak didominasi oleh kepentingan korporasi besar atau investor asing, tetapi diarahkan untuk kesejahteraan masyarakat, terutama petani kecil, nelayan, dan masyarakat adat.

Di Indonesia, gagasan kedaulatan agraria sejalan dengan amanat Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960, yang menegaskan bahwa tanah dan kekayaan alam dikuasai oleh negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Namun dalam praktiknya, banyak konflik agraria terjadi karena ketimpangan penguasaan lahan dan maraknya perampasan tanah oleh pihak-pihak yang lebih kuat secara ekonomi atau politik.

Karena itu, perjuangan menuju kedaulatan agraria sering dikaitkan dengan gerakan reforma agraria, yakni redistribusi tanah yang adil, perlindungan hukum terhadap petani, serta pengakuan atas hak ulayat masyarakat adat.

Kedaulatan agraria bukan sekadar isu teknis pertanahan, melainkan persoalan politik, keadilan, dan hak asasi manusia.

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesi (GIMNI) Majene, melakukan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) dengan tema; GMNI Turn Back In Village; Gerakan Mengembalikan Kedaulatan Rakyat.

Kegiatan ini dilakukan di Desa Pamboborang Dusun Galung Paara dan Dusun Galung Paara Selatan dan dimulai pada tanggal 26 Juni- 2 Juli 2025.

Peserta KTD GMNI Majene melakukan advokasi selama kurang lebih satu minggu dengan cara hidup bersama masyarakat seperti bertani serta memaneng hasil pertanian masyarakat, bawang merah.

Baca Juga:   Diplomasi Kesehatan Indonesia di Masa Transisi Global Pasca Keluarnya AS Dari WHO

Adapun wawancara yang dilakukan teman-teman peserta KTD GMNI Majene, mendapatkan kesimpulan bahwa adanya kelangkahan bibit pertanian dan pupuk yang sangat sulit dijangkau oleh masyarakat.

Inilah yang mengakibatkan timbulnya problematika agrarian di Desa Pamboborang teparntnya di Dusun Galung Paara dan Dusun Galung Paara Selatan.

Kurangnya keterlibatan Pemerintah setempat yang mengakibatkan sulitnya masyarakat mengembangkan pertanian dan kemungkinan terburuknya adalah rentannya kegagalan panen yang akan dirasakan oleh masyarakat.

Maka melalui penjelasan di atas kami dari GMNI Majene akan melakukan aksi protes terhadap Pemerintah setempat dengan tuntutan sebagai berikut.

1. Berikan solusi kongkrit atas kelangkahan pupuk pertanian.

2. Peteni membutuhkan bibit pertanian yang terjangkau.***


Penulis: DPC GMNI Majene – Sulawesi Barat.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Minggu, 22 Februari 2026 | 21:23 WIB
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB
Selamat Datang di “AI New Normal”
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:06 WIB
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:13 WIB
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Pemerintah Lakukan Diskriminasi dalam Penghapusan Utang UMKM

Marhaenist.id - Pemerintah lagi lagi melakukan kebijakan diskriminatif terhadap lembaga keuangan koperasi. Utang…

Mahfud MD Resmi Mundur dari Jabatannya Sebagai Menko Polhukam di Kabinet Jokowi

Marhaenist.id, Jakarta - Mahfud MD telah resmi mengudurkan diri sebagai Mentri Koordinator…

Arief Hidayat Terpilih Sebagai Ketua Umum PA GMNI 2021-2026

Marhaenist - Kongres IV Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia memilih secara…

Mananwir Paul Finsen Mayor dan Dislokasi Geopolitik Nusantara di Papua

Marhaenist.id, Jakarta — Senator Papua sekaligus pemimpin adat, Mananwir Paul Finsen Mayor,…

DPD PA GMNI Jakarta Raya Dorong Realisasi Good Governance Jakarta Berkeadilan Sosial

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

GMNI Kiamat?

Marhaenist.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) pernah berdiri gagah sebagai kawah…

DPP GMNI Desak Presiden dan DPR Segera Sahkan RUU PPRT, 22 Tahun Tanpa Kepastian Hukum

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Mempertimbangkan Peran Politik Dalam Gerakan Buruh untuk Mewujudkan Perubahan Sosial

Marhaenist.id - Dalam buku "Dibawah Bendera Revolusi" karya Soekarno, terdapat penggalan informasi…

Sukses Laksanakan Simposium dan KTD, GMNI Jambi Persiapkan Kader Membumikan Marhaenisme di Provinsi Jambi

Marhaenist.id, Jambi – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?