By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Menghidupkan Marhenisme: Lanfang dan Monterado sebagai Warisan Geopolitik Nusantara
DPP GMNI Desak DPR RI Segera Sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Geopolitik Pangan: Entok, Limbah Pangan, dan Masa Depan Kedaulatan Pangan Nusantara
Hadiri Kaderisasi GMNI, Bawaslu Kota Bekasi Ajak Mahasiswa Cermat Menyaring Informasi di Tengah Maraknya Hoaks
Di Forum MKRI–MK Mesir, Prof. Arief Hidayat Angkat Marhaenisme sebagai Etika Konstitusi

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Trump, Amerika dan Jerman: Babak Baru Geopolitik

Trian Walem
Trian Walem Diterbitkan : Minggu, 26 Januari 2025 | 23:03 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Donald Trump. Associated Press (Sumber foto: Evan Vucci)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Ketika Trump kembali masuk ke panggung kekuasaan, narasi “America First” kemungkinan besar akan diperkuat, tetapi dengan strategi yang lebih tajam dan pragmatis. Salah satu dampaknya adalah semakin renggangnya hubungan antara Amerika Serikat dan sekutu tradisionalnya di Barat, termasuk Jerman. Trump, seperti yang telah terbukti sebelumnya, tidak segan-segan “mencueki” Barat jika itu tidak sesuai dengan visi ekonomis dan geopolitiknya.

Daftar Konten
Barat Terkejut, Jerman TerdesakStrategi Pecah Belah: Jerman Jadi Target UtamaGerman First: Duplikasi StrategiKesimpulan: Apa Artinya Bagi Eropa?

Barat Terkejut, Jerman Terdesak

Kondisi ini akan membuat negara-negara Barat, terutama Jerman, dalam posisi seperti “anak kecil yang ditinggal pergi orang tua.” Ketergantungan lama pada perlindungan Amerika Serikat sejak era Perang Dingin bisa menjadi mimpi buruk baru ketika Trump menarik diri dari peran sebagai pelindung. Barat, khususnya Jerman, bisa saja “mengais-ngais” untuk mengembalikan hubungan lama dengan Amerika Serikat, tetapi Trump mungkin tidak mudah digoyahkan dari visinya untuk fokus ke dalam negeri.

Strategi Pecah Belah: Jerman Jadi Target Utama

Mengapa Jerman? Sebagai salah satu negara dengan ekonomi terkuat di Eropa dan pilar utama Uni Eropa, Jerman adalah target strategis. Trump atau figur seperti Elon Musk bisa memanfaatkan polarisasi politik di Jerman untuk memperkuat pengaruh Amerika.

Strategi pecah-belah dapat dilakukan dengan cara:

1. Mendukung kelompok kanan populis seperti AfD (Alternative für Deutschland), yang telah lama menentang kebijakan-kebijakan pemerintah kiri tengah yang dominan di Jerman.

2. Menggerus dominasi partai-partai kiri (seperti SPD dan Die Grünen) dengan memperkuat narasi anti-globalisasi dan pro-nasionalisme.

Dr. med. vet. Rudi Samapati, Alumni GMNI, FKH UGM/MARHAENIST.

German First: Duplikasi Strategi

Skenario “German First” adalah bayangan dari “America First” Trump. Narasi ini akan menarik bagi kelompok kanan di Jerman, yang sudah lama merasa teralienasi dari kebijakan pemerintah yang dianggap terlalu terbuka terhadap migrasi dan terlalu bergantung pada Uni Eropa. Mengingat bahwa banyak miliarder Jerman cenderung memiliki afiliasi kanan, mereka bisa menjadi kekuatan pendukung bagi gerakan ini. Dengan sumber daya yang besar, mereka mampu menciptakan ekosistem politik yang menggoyang status quo.

Baca Juga:   Gaduh Ijazah Jokowi dan Rapuhnya Imperatif Hukum Indonesia

Kesimpulan: Apa Artinya Bagi Eropa?

Jika strategi ini berhasil, implikasinya besar bagi Eropa. Uni Eropa yang selama ini bergantung pada kekuatan Jerman bisa menghadapi tantangan baru dengan bangkitnya nasionalisme di negara-negara anggotanya. Trump dan figur seperti Elon Musk akan memperkuat posisi Amerika sebagai aktor global yang lebih independen dan cenderung selektif dalam hubungan internasional.
Eropa perlu bersiap untuk masa depan di mana Amerika tidak lagi menjadi “orang tua pelindung,” tetapi lebih seperti “pengamat jauh” yang hanya bertindak jika ada kepentingan langsung. Untuk Jerman, tantangan ini adalah ujian besar: akankah mereka mampu menjaga stabilitas politik dan ekonominya di tengah tekanan dari luar dan dalam?


Penulis : Dr. med. vet. Rudi Samapati, Alumni GMNI, FKH UGM. Penulis tinggal di Berlin, Jerman.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Menghidupkan Marhenisme: Lanfang dan Monterado sebagai Warisan Geopolitik Nusantara
Selasa, 27 Januari 2026 | 11:26 WIB
DPP GMNI Desak DPR RI Segera Sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Senin, 26 Januari 2026 | 23:10 WIB
Geopolitik Pangan: Entok, Limbah Pangan, dan Masa Depan Kedaulatan Pangan Nusantara
Senin, 26 Januari 2026 | 22:59 WIB
Hadiri Kaderisasi GMNI, Bawaslu Kota Bekasi Ajak Mahasiswa Cermat Menyaring Informasi di Tengah Maraknya Hoaks
Senin, 26 Januari 2026 | 03:18 WIB
Di Forum MKRI–MK Mesir, Prof. Arief Hidayat Angkat Marhaenisme sebagai Etika Konstitusi
Minggu, 25 Januari 2026 | 19:29 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Menteri ATR/BPN Temui Warga Kebon Sayur Setelah Didesak Massa Aksi untuk Tuntaskan Konflik Sengketa Lahan 

Marhaenist.id, Jakarta — Setelah didesak oleh warga, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala…

Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, Prabowo Subianto, Pertandingan Melawan Korupsi

MARHAENIST - Indonesia memulai sebuah era baru, memilih presiden secara langsung pada…

Ketua PA GMNI: Transisi Demokrasi Tak Boleh Mundur ke Era Sebelum Reformasi

Marhaenist.id, Jakarta - Ketua Umum DPP Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

DPD PA GMNI Jakarta Raya Audiensi ke Gubernur DKI Jakarta: Siap Kawal Jakarta Menuju Kota Global yang Berkeadilan Sosial

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

DPC GMNI Majene Dorong Kongres Persatuan Bukan Persatean

Marhaenist.id, Majene - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

John Masson: Anda Dilahirkan Unik, Jadi Tidak Perlu Setengah Mati Meniru Orang Lain

Marhaenist.id - Pernyataan John Masson, “Anda dilahirkan unik, jadi tidak perlu setengah…

Jika atas Dasar Cinta, Permata Indonesia Tantang Walikota Kendari Permanenkan Penghentian Proyek KOPPERSON di Tapak Kuda

Marhaenist.id, Kendari — Pemerhati Mafia Tanah (Permata):Indonesia menantang Walikota Kendari Siska Imbran…

Soekarno-Khrushchev Diantara Kemesraan Indonesia dan Uni Soviet

Marhaenist - Sejak masa awal kemerdekaan Indonesia, Indonesia dan Uni Soviet menjalin…

Logo Institut Sarinah/MARHAENIST.

Institut Sarinah: Jaga Ibu Pertiwi, Tegakkan Pancasila dalam Menavigasi Gejolak Bangsa

Marhaenist.id, Jakarta - Institut Sarinah menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?