By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Hitam Putihnya Hukum, Penganiayayan Siswa 14 Tahun Tantangan Untuk Penegak Hukum
Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Tual, Anak 14 Tahun Meninggal Dunia
Indonesia Menggugat: GMNI Jakarta Timur Desak Pencopotan Menteri HAM
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Imanuel Sibuk Jadi Penggerak Perlawanan Pemerintah Terhadap PDIP, Eksponen GMNI: Arjuna/Dendy Lebih Pantas Jadi GMNI Karena Berpikir untuk Marhaen

Marhaenist ID
Marhaenist ID Diterbitkan : Jumat, 20 Desember 2024 | 06:34 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Bendera GMNI/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Salah satu eksponen Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kubu Imanuel, Umar mengapresiasi langkah DPP GMNI yang sah dalam berupaya menekan Pemerintah Prabowo-Gribran untuk membatalkan kenaikan biaya PPN 12%.

Pasalnya, apresiasi itu dikatakan Umar dalam konfrensi persnya kerena kubunya sendiri yakni Imanuel tak mampu menekan pemerintah atas hal itu karena mereka lebih sibuk terlibat dalam persoalan konflik Politik antara Pemerintah yang didukung Partai Gerindra versus PDI Perjuangan.

“Mereka (Imanuel) lebih sibuk terlibat dalam persoalan pertarungan Politik antara Pemerintah yang didukung Partai Gerindra dengan PDI Perjuangan. Sebagai contoh, terlibat dalam persolaan Harum Masiku yang kami curigai didanai oleh pihak istana, daripada ngurusin persoal kruscial yang membuat rakyat menjerit yakini: PPN 12%,” ujar Umar, Kamis (19/12/2024).

Disisi lain, apresiasi itu pula juga dikatakan Umar karena PPN 12% sangat berdampak kepada masyarakat kecil diseluruh Indonesia dan hanya DPP GMNI yang sah yang mampu menyuarakan itu. Sementara kubu Imanuel tak mungkin melakukannya karena mereka telah menjadi bagian dari Pemerintahan karena Imanuel sendiri adalah salah satu Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran.

“Geraga Imanuel sudah menjadi bagian dari Pemerintah, maka ia tak akan berani mengkritisi kebijakan pemerintah yang menyengsarakan rakya. Imanuel juga sudah membawa GMNI yang dipimpinnya tak lagi membelah Kaum Marhaen sebagaimana hal itu adalah ajaran GMNI. Meskipun DPP GMNI yang sah mereka dicap buruk, tetapi mereka masih punya hati untuk membelah Marhaen,” kata Umar.

Umar juga berdalil apa yang dilakukan Imanuel adalah terjebak dalam konflik persiteruan antara Pemerintah yang dikendalikan oleh Partai Gerindra dengan PDI Perjuangan, hanya saja Imanuel membarternya dengan ingin mendapatkan pengakuan dari Pemerintah (SK Kemenkumham) dengan mengorbankan GMNI yang kian terburuk karenanya.

Baca Juga:   GMNI Desak Pencopotan Bahlil, Adili Jokowi dan Pembubaran PIK Sebagai PSN

“Hari ini kami sudah muak, sehingga saya bersama GMNI se-Indonesia yang bersamanya menyatakan keluarnya dari GMNI Kubu Imanuel dan mendukung Arjuna/Dendy, itu karena Imanuel hanya berpikir bagamana cara merebut legitimasi dengan cara terjebak dalam konflik Pemerintah dan PDI Perjuangan dengan mengorbankan GMNI yang telah dibuatnya buruk,” tambah Umar.

Selain itu, Umar juga menginginkan GMNI harus tetap berada pada jalur Marhaenisme dan mengutuk keras perbuatan Imanuel yang mengatasnamakan GMNI untuk berada dalam wilayah konflik Politik di Indonesia tanpa memikirkan Kaum Marhaen Indonesia.

“GMNI sampaikan kapanpun harus berada dalam jalur rel Marhaenisme sesuai dengan ajarannya dan kami mengutuk keras apa yang dilakukan Imanuel yang terjebak dalam situasi konflik tanpa memikirkan Marhaen Indonesia,” tandas Umar.***

Penulis: Redaksi/Editor: Redaksi.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Hitam Putihnya Hukum, Penganiayayan Siswa 14 Tahun Tantangan Untuk Penegak Hukum
Senin, 23 Februari 2026 | 03:46 WIB
Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Tual, Anak 14 Tahun Meninggal Dunia
Senin, 23 Februari 2026 | 03:35 WIB
Indonesia Menggugat: GMNI Jakarta Timur Desak Pencopotan Menteri HAM
Senin, 23 Februari 2026 | 03:24 WIB
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Minggu, 22 Februari 2026 | 21:23 WIB
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Lebaran di Tengah Cobaan: Menggali Makna Tahan Menderita dari Pesan Bung Karno

Marhaenist.id - Lebaran tahun ini mungkin berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kita mungkin…

Supeni, Pemeluk Teguh Soekarnoisme

Marhaenist.id - Setelah peristiwa berdarah 1 Oktober 1965, Supeni menerima tugas berat…

6 DPK GMNI Halut Setujui Copot Wilson Musa Sebagai Ketua Cabang

Marhaenist.id, Halut - 6 (Emam) Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional…

Mengapa Rakyat Marah dan Ingin Membubarkan DPR?

Marhaenist.id, Jakarta - Aksi unjuk rasa Rakyat dengan tuntutan ingin membubarkan Dewan…

Sosialisme Utopis Friedrich Engels

Marhaenist - Sosialisme modern adalah, dalam esensinya, hasil langsung dari pengakuan, di…

DPC GMNI Bantaeng Kutuk Keras Tindakan Represif Oknum ASN Dinas PUPR Sinjai terhadap Kader GMNI Sinjai

Marhaenist.id, Bantaeng - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Bumikan Marhaenisme Lewat Alumni-nya di Sulteng, Tiga DPC PA GMNI Resmi Dideklarasikan

Marhaenist.id, Sigi - Tiga Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Alumni (PA) Gerakan…

Ahmad Yandi Khadafi: Hakim Tak Boleh Jadi Alat Kekuasaan: Wujudkan Asas Keadilan, Bebaskan Hasto!

Tangerang, Marhaenist.id - Proses hukum terhadap Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, kini…

Dari Sulawesi untuk DPP: ‘Persatuan adalah Kunci Menuju Kejayaan GMNI’

Marhaenist.id - Kondisi internal Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) saat ini tengah…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?