By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Kawal Dugaan Korupsi Proyek KDMP Rp112 T, Aliansi Mahasiswa Jakarta Gelar Aksi Ketiga & Serahkan Berkas Laporan Resmi ke Kejaksaan Agung
Di Balik Kenaikan BBM: Ketika Beban Fiskal Dialihkan kepada Masyarakat dan Paradoks Swasembada Energi
DPC GMNI Jakarta Timur Serukan “Revolusi Total”, Soroti Krisis Ekonomi hingga Dugaan Korupsi Program Strategis Negara
Papan Catur Global dan Jerat Fosil: Menggugat Rabun Jauh Penguasa atas Kenaikan BBM dan Hilangnya Marwah Bangsa
Prof. Ikrar Nusa Bhakti Soroti Minimnya Keterlibatan Dubes dalam Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Polithinking

Mengapa Rakyat Marah dan Ingin Membubarkan DPR?

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 28 Agustus 2025 | 18:00 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Ilustrasi Unjuk Rasa Bubarkan DPR (Sumber: Jakarta Daily Indonesia)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Aksi unjuk rasa Rakyat dengan tuntutan ingin membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali mencuat.

Hal ini terlihat dari gelombang aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Masyarakat dan Mahasiswa di depan Gedung DPR RI pada 25 Agustus 2025.

Demo ini merupakan ekspresi kekecewaan publik yang memuncak terhadap anggota DPR yang dianggap tidak aspiratif, terlibat kasus korupsi, hingga mengeluarkan kebijakan yang kontroversial.

Aksi demonstrasi menuntut pembubaran DPR merupakan tekanan politik sebagai bentuk ekspresi kekecewaan rakyat.

Hal itu dikarenakan rakyat telah jenuh dengan hal-hal kontroversi yang dibuat DPR RI yang lebih mementingkan diri mereka sendiri ketimbang mementingkan persoalan rakyat.

Hal yang memantik kemarahan publik yang berujung dengan Aksi Pembubaran DPR RI

1. Banyaknya Skandal Korupsi di DPR RI

Setelah era reformasi, banyak anggota DPR terseret kasus korupsi. Seperti kasus e-KTP, bansos, suap proyek, dan sebagainya. Oknum anggota DPR kerap kali masuk dalam daftar lembaga negara dengan tingkat kepercayaan publik yang rendah.

2. Produk Legislasi yang Kontroversial yang dianggap tidak memihak kepada Rakyat dan hanya mengamankan kepentingan DPR

Salah satu tugas DPR adalah membuat Undang-undang. Namun produk legislasi yang dihasilkan dianggap lebih banyak menguntungkan investor dari pada buruh, sebagaimana lahirnya UU Cipta Kerja (Omnibus Law). Kemudian revisi UU KPK yang justru dinilai melemahkan lembaga antirasuah tersebut.

Demikian pula wacana penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden yang sempat direspons negatif.

3. Tidak mengakomodasi Aspirasi Rakyat

Selain produk legislasi yang dihasilkan banyak kontroversial, RUU yang dibuat dan dibahas dianggap tidak mewakili kebutuhan masyarakat. Surat rakyat yang disampaikan sering diabaikan saat pembahasan UU yang penting.

Baca Juga:   Cerita Hasto Ungkap Niat Jokowi yang Menginginkan Kursi Ketum PDIP dari Megawati

RUU Perampasan Aset yang menjadi aspirasi rakyat tak kunjung disahkan menjadi Undang-Undang sampai saat ini.

4. Kinerja Legislasi yang Rendah

Kinerja legislasi juga menuai sorotan dengan indek yang rendah. Seringkali RUU yang aspiratif mandek di meja DPR. Sedangkan yang lolos justru RUU yang kontroversial.

5. Fasilitas Mewah dan Gaya Hidup Elite

Gelombang protes yang besar akhir-akhir ini adalah perihal adanya fasilitas mewah yang diterima oleh DPR. Anggaran besar untuk gaji, tunjangan dan fasilitas dinilai tidak sebanding dengan kinerja yang minim.

Bahkan, dalam anggaran rencana renovasi Gedung DPR atau pembelian fasilitas baru kerap menuai kritik.

6. Pernyataan dan Sikap yang Kontroversial

Beberapa anggota DPR kerap juga mengeluarkan pernyataan blunder, meremehkan kritik publik. Hal ini mengesankan mereka lebih mementingkan politik atau partainya dibandingkan rakyatnya.

Salah satu yang paling mengundang kemarahan rakyat adalah pernyataan dari Sahroni dengan pernyataannya yang mengatakan bahwa yang menginginkan DPR dibubarkan adalah orang paling tolol sedunia.

Walaupun dari akumulasi faktor-faktor tersebut diatas membuat Sebagian rakyat marah hingga menyerukan pembubaran DPR, namun tidak serta merta aksi tersebut bisa langsung diwujudkan tanpa perubahan UUD.

Berdasarkan referensi hukum yang dihimpun dari berbagai sumber, jalan panjang harus dilewati jika ingin membubarkan DPR. Apalagi dilakukan secara konstitusional, langkah itu pun mustahil.

DPR merupakan Lembaga negara yang dibentuk berdasarkan UUD 1945 hasil amandamen. Posisinya setara dengan presiden, yang sama-sama dipilih oleh rakyat.

Maka, keberadaan DPR tidak bisa dihapuskan atau dibubarkan begitu saja, termasuk oleh presiden sendiri, kecuali dengan perubahan UUD.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Kawal Dugaan Korupsi Proyek KDMP Rp112 T, Aliansi Mahasiswa Jakarta Gelar Aksi Ketiga & Serahkan Berkas Laporan Resmi ke Kejaksaan Agung
Kamis, 11 Juni 2026 | 19:02 WIB
Di Balik Kenaikan BBM: Ketika Beban Fiskal Dialihkan kepada Masyarakat dan Paradoks Swasembada Energi
Kamis, 11 Juni 2026 | 18:02 WIB
DPC GMNI Jakarta Timur Serukan “Revolusi Total”, Soroti Krisis Ekonomi hingga Dugaan Korupsi Program Strategis Negara
Kamis, 11 Juni 2026 | 08:55 WIB
Papan Catur Global dan Jerat Fosil: Menggugat Rabun Jauh Penguasa atas Kenaikan BBM dan Hilangnya Marwah Bangsa
Rabu, 10 Juni 2026 | 22:54 WIB
Prof. Ikrar Nusa Bhakti Soroti Minimnya Keterlibatan Dubes dalam Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo
Rabu, 10 Juni 2026 | 14:21 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Korupsi dalam Negara yang Bermimpi Keadilan Sosial

Marhaenist.id - Kita ingin menjadi Negara yang adil dan sejahtera. Memang ungkapan…

Soroti Kebijakan Menteri HAM, DPP GMNI: Perjuangan HAM Adalah Hak Setiap Warga Negara, Bukan Hak Formalitas yang Harus Disertifikasi oleh Negara

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Ilustrasi Gambar tentang "Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan" karya Noufal Hanif (Desain AI)/MARHAENIST.

Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan

Marhaenist.id - Setiap bulan April, aku melihat hal yang sama diulang terus-menerus.…

Bakercab GMNI Bandung Desak DPRD Kota Bandung Tolak LKPJ Pemkot Bandung

Marhaenist.id, Bandung — Badan Kerja Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bandung…

Kongres Nasional IV GSNI Jadi Ruang Konsolidasi Pelajar Nasionalis Se-Indonesia

Marhaenist.id, Surabaya – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI)…

Refleksi Juni, DPK GMNI FISIP UHO Kendari Buka Mimbar Bebas Kenang Perjuangan Sukarno

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Masyarakat Rempang kembali Diserang, Banyak Korban Luka dan Kendaraan Dirusak

Marhaenist, Batam - Untuk kesekian kalinya, masyarakat Pulau Rempang menjadi korban kekerasan. Kali…

Melawan Lupa: Mengapa Rakyat Indonesia, Pengagum Bung Karno, hingga GMNI harus Menolak Soeharto Menjadi Pahlawan Nasional?

Marhaenist.id - Isu penganugerahan Pahlawan Nasional untuk Soeharto memang sering menimbulkan perdebatan…

Hari Ibu di Kandang Rakyat: Ir. Robi Agustiar Salah Satu Pendiri GMNI Sumedang Tegaskan Peternak adalah Marhaen Modern

Marhaenist.id, Bandung - Di tengah peringatan Hari Ibu, Ir. Robi Agustiar, S.Pt.,…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?