By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI Riau Tegaskan Polri di Bawah Presiden Merupakan Amanat Konstitusi
Digadang akan Menggantikan Prof. Arief, Ini Deretan Kontroversi Adies Kadir!
Gelar Peluncuran dan Bedah Buku Prof. Arief Hidayat, Tandai 13 Tahun Pengabdian sebagai Hakim Konstitusi
GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan
Pengakuan Bung Karno Soal Pergumulan Batin: Dari ‘Islam Raba-raba’ menjadi ‘Islam yang Yakin’

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Menumbuhkan Nilai-nilai Pancasila di Era Digitalisasi

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 2 Oktober 2024 | 16:50 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Foto: Pancasila dalam genggaman tangan/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Untuk mendasarkan kehidupan kita pada Pancasila, tak cukup dengan sekedar menghafal rumusan sila-sila dalam Pancasila, melainkan harus terejawatahkan dalam sikap dan perilaku kita sebagai manusia Indonesia. Tanpa perwujudan, Pancasila hanya selesai sebagai hiasan.

Pancasila sendiri secara filosofis adalah konsep umum dan abstrak bagi kalangan masyarakat umum. Harapan terakhir Pancasila untuk dapat dipahami dan di Imani secara utuh dan menyeluruh mungkin hanya tinggal kalangan terdidik. Maka penting sekali operasionalisasi nilai-nilai dari Pancasila dalam bentuk yang paling sederhana dan mudah untuk dipahami.

Dalam Pidato Bung Karno, 1 Juni 1945, kata Bung Karno, Pancasila jika peras akan menjadi Tri-Sila yang kita kenal yakni Marhaenisme. Tri-Sila jika diperas lagi akan menjadi Eka-Sila yaitu Gotong-Royong. Gotong-royong membangun bangsa Indonesia yang adil dan makmur. Kesederhanaan arti yang usahakan oleh Bung Karno agar Pancasila lebih mudah untuk dipahami dan lakukan dalam kehidupan bersama.

Lalu, apa hendaknya yang menjadi tantangan Pancasila di Era Digitalisasi? Di Era Globalisasi?

Mari kita menjawab melalui refleksi kehidupan hari ini dan kisi-kisi jawaban dari beberapa catatan:

• Pancasila hendaknya dipahami sebagai satu pedoman hidup sekaligus cita-cita manusia Indonesia yang memiliki nilai luhur yang harus dipertahankan dan diwujudkan.

• Tantangan untuk menumbuhkan nilai-nilai Pancasila sendiri terletak pada apatisme manusia Indonesia untuk memahami dan mengimaninya dalam berbagai segi dan bidang kehidupannya.

• Keterpengaruhan budaya dan dominasi luar yang mengantarkan pada kehilangan kesadaran diri dan lupa identitas.

• Kebutaan pada sejarah yang mempengaruhi rasa kecintaan terhadap bangsa, yang menjadikannya sebagai manusia yang tidak berakar pada semangat dan nilai luhur bangsa Indonesia.

• Kata Juri Lina, penulis Swedia.
Kalau ingin menaklukkan sebuah negeri, tanpa melalui sarana militer, cukup lakukan tiga langkah:

Baca Juga:   Marhaen dan Gig Economy

1. Kuburkan sejarahnya.

2. Hancurkan bukti-bukti sejarahnya agar tak bisa dibuktikan kebenarannya.

3. Putuskan hubungan mereka dengan leluhurnya, katakan bahwa leluhurnya itu bodoh dan primitif.***


Penulis: Erik R Sibu, Kader GMNI Halmahera Utara.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

GMNI Riau Tegaskan Polri di Bawah Presiden Merupakan Amanat Konstitusi
Selasa, 27 Januari 2026 | 22:05 WIB
Digadang akan Menggantikan Prof. Arief, Ini Deretan Kontroversi Adies Kadir!
Selasa, 27 Januari 2026 | 20:55 WIB
Gelar Peluncuran dan Bedah Buku Prof. Arief Hidayat, Tandai 13 Tahun Pengabdian sebagai Hakim Konstitusi
Selasa, 27 Januari 2026 | 20:31 WIB
GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan
Selasa, 27 Januari 2026 | 20:07 WIB
Pengakuan Bung Karno Soal Pergumulan Batin: Dari ‘Islam Raba-raba’ menjadi ‘Islam yang Yakin’
Selasa, 27 Januari 2026 | 19:11 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Jadilah Marhaenis Sejati Dengan Referensi Yang Kuat, Donwlod Ebook Disini Untuk Menguatkan Itu

Marhaenis.id - Tren mengulas sesuatu tanpa referensi semakin populer disemua kalangan belakangan…

Kritik Pernyataan Imanuel, Eksponen GMNI: Ada Pelecehan Demokrasi yang Ditutupi Demi Memenangkan Pilpres

Marhaenist.id, Jakarta - Eksponen Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menyayangkan pernyataan Imanuel…

Todung Mulya Lubis Beberkan 12 Fakta Tak Terbantahkan pada Sidang PHPU di MK

Marhaenist.id, Jakarta - Tim Hukum Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 3, Ganjar…

Ironi Sebuah Nasionalisme

Marhaenist.id - Di sebuah negeri yang kaya akan janji, seorang pejabat berdiri…

Bung Yusuf, Api yang Kembali Menyala Buat GMNI

Marhaenist.id - Sudah enam tahun lamanya ia meninggalkan kampus. Namanya Yusuf, dulu…

Imanuel Sibuk Jadi Penggerak Perlawanan Pemerintah Terhadap PDIP, Eksponen GMNI: Arjuna/Dendy Lebih Pantas Jadi GMNI Karena Berpikir untuk Marhaen

Marhaenist.id, Jakarta - Salah satu eksponen Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kubu…

PKPA Beasiswa PA GMNI – PERADI Utama Resmi Dibuka, Prof. Hardi Fardiansyah Tekankan Integritas Advokat

Marhaenist.id - Program Beasiswa Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) hasil kerja sama…

Ribuan Warga Solo Raya di Sumut Nyatakan Dukung Ganjar-Mahfud, Siap Menangkan Presiden Rakyat

Marhaenist.id, Simalungun - Sebanyak dua ribu warga asal Solo Raya di Kabupaten…

Mengapa Bung Karno Melepas Seluruh Kenegaraaan di Makam Rasullulah?

Marhaenist.id - Pada tahun 1955, Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, menunaikan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?