By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI Pasaman Kutuk Keras Penganiayaan Brutal terhadap Ibu Saudah, Korban Penolak Tambang Emas Ilegal
Warga TPU Kebun Nanas Didampingi GMNI Jakarta Timur dan Yayasan Teman Baik Ajukan Pengaduan ke Komnas HAM RI
Polemik Pembangunan Kopdes Merah Putih, GMNI Kendari Bongkar Dugaan Penyerobotan Lahan Warga oleh Kepala Desa Polindu
GMNI Gelar Dialog Terbuka Kader, Bahas Tantangan dan Potensi Organisasi Ideologis
Tragis! Nenek Penolak Tambang Emas Ilegal di Pasaman Timur Dianiaya Brutal dan Dibuang, Sempat Dikira Tewas

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Soroti Kericuhan Aksi Nelayan, DPC GMNI Touna Nilai Pemda Abaikan Tuntutan Rakyat

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 24 Desember 2025 | 23:56 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Masyarakat Nelayan Pesisir Touna menolak rencana survei seismik migas di wilayah perairan Kabupaten Touna berujung ricuh, Selasa (23/12/2025) (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Touna — Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Masyarakat Nelayan Pesisir Tojo Una-Una menolak rencana survei seismik migas di wilayah perairan Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) berujung ricuh.

Aksi tersebut berlangsung pada Selasa (23/12/2025) dan mendapat pendampingan dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Touna serta Eksekutif Kota (EK) Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Touna.

Unjuk rasa ini merupakan bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dinilai mengancam keberlangsungan mata pencaharian nelayan pesisir.

Massa aksi yang terdiri dari nelayan dan mahasiswa menyuarakan kekhawatiran atas dampak eksploitasi minyak dan gas bumi (migas) terhadap ekosistem laut, terganggunya jalur tangkap ikan, serta menyempitnya ruang melaut bagi nelayan.

Selain menyuarakan penolakan, Aliansi Masyarakat Nelayan Pesisir Tojo Una-Una juga mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Touna untuk secara tegas menyatakan penolakan terhadap seluruh aktivitas survei migas di wilayah perairan setempat.

Namun, sikap pemerintah daerah yang dinilai tidak tegas memicu kekecewaan massa aksi. Situasi tersebut berujung pada tindakan anarkis berupa perusakan sejumlah fasilitas gedung pemerintah daerah dan DPRD Touna.

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua DPC GMNI Touna, Moh Ricky M. Nibi, menilai pemerintah daerah telah gagal berpihak pada kepentingan masyarakat nelayan pesisir.

“Seharusnya pemerintah daerah Touna cepat menyikapi keinginan masyarakat nelayan pesisir agar tidak terjadi pengrusakan fasilitas. Saya menilai Pemda terlalu bertele-tele dalam memenuhi tuntutan nelayan,” ujar Moh Ricky.

Kericuhan semakin memanas setelah massa aksi mendengar pernyataan Ketua DPRD Touna yang menolak aksi demonstrasi nelayan pesisir. Pernyataan tersebut memicu kemarahan massa hingga berujung pada perusakan fasilitas DPRD.

Baca Juga:   DPK GMNI UNM Siap Jadi Patron Persatuan GMNI di Kota Makassar

Setelah melalui proses negosiasi panjang guna meredam eskalasi konflik, Koordinator Lapangan Muhamat Salam, Bupati Touna, Ketua DPRD Touna, serta perwakilan nelayan akhirnya menandatangani surat petisi bersama.

Petisi tersebut berisi kesepakatan menolak sekaligus memberhentikan sementara aktivitas survei seismik migas di wilayah perairan Touna.

Sebagai hasil akhir aksi, masyarakat nelayan pesisir Touna sepakat menunggu janji Bupati yang akan menyampaikan aspirasi tersebut ke pemerintah pusat.

Mereka berharap penghentian survei seismik dapat ditetapkan secara resmi di wilayah perairan Tojo Una-Una.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

GMNI Pasaman Kutuk Keras Penganiayaan Brutal terhadap Ibu Saudah, Korban Penolak Tambang Emas Ilegal
Rabu, 7 Januari 2026 | 04:01 WIB
Warga TPU Kebun Nanas Didampingi GMNI Jakarta Timur dan Yayasan Teman Baik Ajukan Pengaduan ke Komnas HAM RI
Rabu, 7 Januari 2026 | 02:04 WIB
Polemik Pembangunan Kopdes Merah Putih, GMNI Kendari Bongkar Dugaan Penyerobotan Lahan Warga oleh Kepala Desa Polindu
Selasa, 6 Januari 2026 | 23:30 WIB
GMNI Gelar Dialog Terbuka Kader, Bahas Tantangan dan Potensi Organisasi Ideologis
Selasa, 6 Januari 2026 | 22:03 WIB
Tragis! Nenek Penolak Tambang Emas Ilegal di Pasaman Timur Dianiaya Brutal dan Dibuang, Sempat Dikira Tewas
Selasa, 6 Januari 2026 | 19:47 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

DPP PA GMNI Lakukan Bakti Sosial dan Santunan Anak Yatim di Subang

Marhaenist - DPP Persatuan Alumni GMNI melaksanakan kegiatan bakti sosial dan melakukan…

Diduga Dikeroyok, Kader GMNI di Sukabumi Tewas Mengenaskan

Marhaenist.id, Sukabumi - Seorang mahasiswa di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) berinisial RR…

Republik Jenderal Multitasking

Marhaenist.id - Tuhan tampaknya menciptakan spesies baru manusia: Di Wakanda  manusia berseragam…

Lukisan Pakde Karwo Menolak Terbakar: Isyarat Zaman dari Api Grahadi, Ramalan Jayabaya yang Hidup

Marhaenist.id – Malam itu api beringas, melalap Gedung Grahadi hingga menjilat atap dan…

Negara Darurat Intoleransi!!!

Marhaenist.id - Delapan Puluh Tahun Indonesia telah  bebas dari kolonialisme dan Imperialisme,…

Tanggapi Kenaikan PPN 12%, GMNI Kendari Minta PJ Gubernur Sultra Lakukan Upaya Antisipasi Dampak Eskalasinya

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Perhitungan Suara Telah Usai, Ahmad Safei dan PDIP Sultra Amankan 1 Kursi DPR RI

Marhaenist.id, Kendari - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) telah mengamankan satu kursi Dewan…

Sambut HUT Ke-16, GMNI Gelar Aksi Evaluasi Kinerja Pemkot Tangsel

Marhaenist.id, Tangsel - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Dukung Putusan MK, GMNI Kalsel Lakukan Unjuk Rasa di Gedung DPRD

MARHAENIST - Aparat kepolisian tetap siaga menghadapi unjuk rasa Gerakan Mahasiswa Nasional…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?