By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Sarinah dan Cita-Cita Kesetaraan: Perempuan dalam Bingkai Nasionalisme

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 12 Maret 2025 | 19:18 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Sarinah Suriandini, Wakabid Kesarinahan GMNI Penajam/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist id – Hari Perempuan Internasional yang setiap tahunnya diperingati tanggal 8 Maret, bukan cuma sekadar peringatan, tapi lebih dari itu. Sebuah panggilan untuk kita semua merenung dan bertindak. Di Indonesia, merenungkan arti Hari Perempuan ini tidak bisa lepas dari pemikiran Bung Karno yang dituangkan dalam buku Sarinah. Buku ini bukan cuma buku sejarah biasa, tapi lebih seperti pedoman hidup, khususnya tentang bagaimana perempuan seharusnya punya peran penting dalam kemerdekaan dan kemajuan bangsa kita.

Bung Karno, lewat Buku Sarinah, menolak keras pandangan kuno yang membatasi perempuan cuma di rumah tangga. Beliau melihat perempuan sebagai pribadi utuh, sekuat dan sepintar laki-laki, dan mampu berkontribusi besar untuk negeri ini. Pandangan Bung Karno ini sangat maju untuk zamannya, melawan habis-habisan kebiasaan masyarakat yang menghambat kemajuan perempuan. Beliau tidak cuma bicara kesetaraan, tapi juga peran aktif perempuan dalam membangun Indonesia, sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek.

Tapi kenyataannya, kita masih jauh dari harapan? Walaupun sudah banyak kemajuan, kesenjangan gender masih terasa sekali. Diskriminasi dalam berbagai bentuk,dari gaji yang tidak adil sampai kekerasan terhadap perempuan, masih jadi masalah besar di Indonesia. Hal seperti ini harus kita hadapi bersama, agar cita-cita yang digambarkan di dalam buku Sarinah benar-benar terwujud.

Saya Sar Dini Menegaskan betapa pentingnya pendidikan dan pemberdayaan perempuan. Perempuan yang berpendidikan dan punya kekuatan sendiri pasti bisa berkontribusi lebih banyak untuk masyarakat dan negara. Kesempatan yang sama dalam pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan adalah kunci utama untuk mencapai kesetaraan gender yang sesungguhnya. Ini sejalan dengan semangat Hari Perempuan: perubahan besar untuk dunia yang lebih adil dan setara.

Baca Juga:   Refleksi 80 Tahun Indonesia Merdeka

Emansipasi perempuan dalam konteks nasionalisme kita bukan cuma soal keadilan, tapi juga kekuatan bangsa. Negara yang memberdayakan semua warganya, termasuk perempuan, pasti akan lebih kuat dan maju. Maka, perjuangan kesetaraan gender ini harus jadi bagian utama dari perjuangan membangun Indonesia yang lebih baik.

Di Hari Perempuan Internasional ini. Mari kita jadikan semangat emansipasi perempuan sebagai kompas kita menuju Indonesia yang lebih adil dan setara. Ini bukan cuma tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua.Bersama-sama, mari kita wujudkan cita-cita kesetaraan gender yang diimpikan Bung Karno.***


Penulis: Sarinah Suriandini, Wakabid Kesarinahan GMNI Penajam.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Paradoks Demokrasi Hilangnya Makna Mensen (Rakyat) Dalam Demokrasi Indonesia

MARHAENIST - Panggung sosial politik akhir-akhir ini diselimuti paradoks. Di satu sisi…

Sekelompok suporter membawa seorang korban pria di stadion Kanjuruhan, Malang selama huru-hara keributan terjadi. AFP/Getty Images

127 Orang Tewas Dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang

Marhaenist - Sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi yang terjadi…

Bakal Mundur dari Kabinet, Mahfud Soroti Pejabat yang Pakai Fasilitas Negara Buat Politik

Marhaenist.id, Semarang - Calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD menyatakan…

Ganjar-Mahfud Prioritaskan Kesejahteraan Untuk Keluarga TNI-Polri

Marhaenist.id, Jakarta - Untuk mendukung dan menciptakan sistem pertahanan dan keamanan yang solid, unsur…

Lembaga Kebudayaan Untuk Merajut Kebhinekaan Indonesia

Bulan Oktober identik dengan peringatan Sumpah Pemuda. Pada tanggal 27-28 Oktober 1928…

Indonesia Lagi Tabola-Bale!

Marhaenist.id - Tanggal 17 Agustus 2025 Indonesia menyalurkan bantuan 800 ton beras…

Aksi Massa Tan Malaka

MARHAENIST - Sukarno dan Tan Malaka memang terpaut dekat. Mereka hanya selisih…

Revitalisasi Nilai Perjuangan Bung Karno dalam Membentuk Kader yang Berwatak Marhaenisme, DPC GMNI Kendari Gelar KTD

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional (GMNI) Kendari…

IMIP, Investasi, dan Kehancuran

Marhaenist.id - Urgensi Bandara IMIP patut jadi pertanyaan. Pasalnya, di wilayah yang…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?