By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis
Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Pilkada Diwacanakan Kembali ke DPRD, Prabowo Benar-Benar Reinkarnasi Soeharto

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 31 Desember 2025 | 20:50 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Bayu Alfarizi, Pegiat Demokrasi Sulbar (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Reformasi yang dilancarkan oleh gerakan mahasiswa Indonesia, telah membawa kejatuhan pada presiden Soeharto. Bagaikan sesuatu yang mustahil, tokoh bapak beringin yang berdiri dengan kokohnya selama puluhan tahun, akhirnya tumbang juga pada 21 Mei 1998.

Dengan beragam masalah, kediktatoran dibalik senyum familiarnya yang manis, ternyata bisa dijatuhkan oleh gelombang moral angkatan mahasiswa masa itu.

Apalagi pemimpin yang pernah berkuasa selama 32 tahun itu, dikenal sebagai orang yang cerdas dan cerdik dalam strategi politik, bisa menumbangkan rezim Soekarno serta menikung kawan-kawan jendralnya di militer, dan akhirnya hari kamis tahun 1998 kala itu adalah hari terakhinya sebagai sang Presiden Republik Indonesia.

Namun jika dicermati, kita mesti curiga, bahwa yang lengser adalah pribadi Soeharto. Namun rezimnya masih saja tertancap diseluruh sektor-sektor birokrasi pemerintahan. Ditambah lagi Presiden Prabowo adalah menantunya, yang dibawah rezimnyalah Prabowo menghadiahi Pahlawan Nasional kepada Sang Martua Diktator, Jenderal Soeharto

Akhir-akhir ini muncul lagi wacana pemilihan kepala Daerah melalui DPRD ini seolah mencederai semangat demokrasi dan menghianati perjuangan para pendahulu yang membangun semangat demokrasi, beberapa partai Politik telah bersepakat agar pemilihan kepala daerah di pilih lewat DPRD, Walau Pun ada beberapa parai politik pun yang Menolak .
Mekanisme Pemilihan Kepala Daerah Melalui DPRD tersebut berpotensi melemahkan demokrasi dan mengurangi keterwakilan aspirasi rakyat.

Pemilihan kepala daerah harus tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat, tanpa perantara. Ini penting untuk menjamin aspirasi masyarakat benar-benar terwakili, sikap tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dan intelektual Pemuda dalam menjaga kualitas demokrasi, khususnya di tingkat daerah.

Mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD berisiko menempatkan kepentingan partai politik di atas kepentingan rakyat.

Baca Juga:   Motor Triliunan MBG vs Keringat Marhaen: Negara Lupa Amanat Bung Karno?

Kondisi itu dinilai dapat menurunkan kualitas demokrasi sekaligus kepercayaan publik terhadap proses politik di daerah.

DPRD sebagai lembaga perwakilan sering kali tidak lepas dari kepentingan politik praktis, bahkan akhr-akhir kepercayaan Publik sangat menurun . Jika kepala daerah dipilih melalui DPRD, maka suara rakyat berpotensi terpinggirkan.

pemilihan langsung oleh rakyat masih menjadi mekanisme paling demokratis dan adil, karena memberikan ruang partisipasi politik yang luas kepada Masyarakat dan menjaga semangat Reformasi.

kepada seluruh pemangku kepentingan, terutama DPRD dan pembuat kebijakan, agar tetap menjunjung tinggi prinsip demokrasi dan menjaga hak politik rakyat dalam menentukan pemimpinnya.

Partisipasi aktif masyarakat dalam pemilihan kepala daerah adalah hak konstitusional yang tidak bisa digantikan oleh mekanisme perwakilan.

Setiap upaya yang berpotensi melemahkan suara rakyat justru akan berdampak buruk terhadap kepercayaan publik pada sistem demokrasi di Indonesia.

Demokrasi harus berjalan sesuai prinsip keterwakilan rakyat. Melemahkan suara rakyat bukanlah jalan yang tepat, juga mencederai semangat Reformasi yang telah di perjuangkan para pendahulu.***


Penulis: Bayu Alfarizi, Pegiar Demokrasi Sulbar, Kader GMNI Sulbar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Sabtu, 18 April 2026 | 10:23 WIB
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Sabtu, 18 April 2026 | 10:01 WIB
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Sabtu, 18 April 2026 | 09:57 WIB
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis
Sabtu, 18 April 2026 | 09:53 WIB
Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis
Sabtu, 18 April 2026 | 09:42 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Gelar Rangkaian Pra Konferda V, DPD PA GMNI Jakarta: Paradigma Baru Perjuangan di Kota Global

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Analis Politik & Militer Universitas Nasional: Mayor Teddy Dipaksakan Jadi Letkol

Marhaenist.id, Jakarta - Kenaikan pangkat Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dari…

DPD GMNI Jatim Desak Pemerintah Prabowo-Gibran Pertimbangkan Ulang Kenaikan PPN 12%

Marhaenist, Surabaya – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI)…

Gelar Audiensi dengan Kejari, GMNI Jaktim Bahas Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin Jahit dan Peran Pemuda dalam Pengawasan Hukum

Marhaenist.id, Jakarta Timur – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

DPP GMNI Desak Presiden dan DPR Segera Sahkan RUU PPRT, 22 Tahun Tanpa Kepastian Hukum

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Peringati Hari Lahir Pancasila, Sekjend PA GMNI: Momentum Penguatan Konsepsi Bernegara Bagi Oase Indonesia Raya

Marhaenist - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Jokowi Contoh Teladan Bapak Nepotisme

Marhaenist.id, Jakarta- Pengamat politik, Eep Saefullah Fatah dalam video terbaru, secara terang-terangan…

GMNI Berduka: Ketua Panitia Kongres Persatuan GMNI Ke – XV Nizis Edward Julistris, Telah Tutup Usia

Marhaenist.id, Bangka Tengah - Kabar duka kembali menyelimuti Keluarga Besar Alumni Gerakan Mahasiswa…

Sektor Pertanian Butuh Dukungan Anggaran dan Kebijakan Konkrit

Marhaenist - Sektor pertanian yang menjadi tempat bagi mayoritas rakyat Indonesia menggantungkan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?