By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI Kecam Keras Intervensi Militer AS ke Venezuela: Dunia Bukan Milik Satu Negara
KUHP Baru Berlaku 2 Januari 2026, Warganet Soroti Ancaman Kriminalisasi Kritik Hingga Trending Platform X
Geopolitik Marhaenisme di Laut Nusantara, Pengamat Budaya Geopolitik Nusantara: Kedaulatan untuk Rakyat Maritim
Menggugat Patologi Korupsi dan Menagih Restorasi Institusi Penegakkan Hukum
Penangkapan Nicolas Maduro dan Intervensi di Venezuela Bukti Nyata Kebiadapan Amerika Serikat Ingin Memonopoli Dunia

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Pilkada Diwacanakan Kembali ke DPRD, Prabowo Benar-Benar Reinkarnasi Soeharto

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 31 Desember 2025 | 20:50 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Bayu Alfarizi, Pegiat Demokrasi Sulbar (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Reformasi yang dilancarkan oleh gerakan mahasiswa Indonesia, telah membawa kejatuhan pada presiden Soeharto. Bagaikan sesuatu yang mustahil, tokoh bapak beringin yang berdiri dengan kokohnya selama puluhan tahun, akhirnya tumbang juga pada 21 Mei 1998.

Dengan beragam masalah, kediktatoran dibalik senyum familiarnya yang manis, ternyata bisa dijatuhkan oleh gelombang moral angkatan mahasiswa masa itu.

Apalagi pemimpin yang pernah berkuasa selama 32 tahun itu, dikenal sebagai orang yang cerdas dan cerdik dalam strategi politik, bisa menumbangkan rezim Soekarno serta menikung kawan-kawan jendralnya di militer, dan akhirnya hari kamis tahun 1998 kala itu adalah hari terakhinya sebagai sang Presiden Republik Indonesia.

Namun jika dicermati, kita mesti curiga, bahwa yang lengser adalah pribadi Soeharto. Namun rezimnya masih saja tertancap diseluruh sektor-sektor birokrasi pemerintahan. Ditambah lagi Presiden Prabowo adalah menantunya, yang dibawah rezimnyalah Prabowo menghadiahi Pahlawan Nasional kepada Sang Martua Diktator, Jenderal Soeharto

Akhir-akhir ini muncul lagi wacana pemilihan kepala Daerah melalui DPRD ini seolah mencederai semangat demokrasi dan menghianati perjuangan para pendahulu yang membangun semangat demokrasi, beberapa partai Politik telah bersepakat agar pemilihan kepala daerah di pilih lewat DPRD, Walau Pun ada beberapa parai politik pun yang Menolak .
Mekanisme Pemilihan Kepala Daerah Melalui DPRD tersebut berpotensi melemahkan demokrasi dan mengurangi keterwakilan aspirasi rakyat.

Pemilihan kepala daerah harus tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat, tanpa perantara. Ini penting untuk menjamin aspirasi masyarakat benar-benar terwakili, sikap tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dan intelektual Pemuda dalam menjaga kualitas demokrasi, khususnya di tingkat daerah.

Mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD berisiko menempatkan kepentingan partai politik di atas kepentingan rakyat.

Baca Juga:   Hipotetis: Relevansi Gerak Marhaenis tehadap Marhaenisme dalam Melawan Tantangan Zaman Diera Kekinian

Kondisi itu dinilai dapat menurunkan kualitas demokrasi sekaligus kepercayaan publik terhadap proses politik di daerah.

DPRD sebagai lembaga perwakilan sering kali tidak lepas dari kepentingan politik praktis, bahkan akhr-akhir kepercayaan Publik sangat menurun . Jika kepala daerah dipilih melalui DPRD, maka suara rakyat berpotensi terpinggirkan.

pemilihan langsung oleh rakyat masih menjadi mekanisme paling demokratis dan adil, karena memberikan ruang partisipasi politik yang luas kepada Masyarakat dan menjaga semangat Reformasi.

kepada seluruh pemangku kepentingan, terutama DPRD dan pembuat kebijakan, agar tetap menjunjung tinggi prinsip demokrasi dan menjaga hak politik rakyat dalam menentukan pemimpinnya.

Partisipasi aktif masyarakat dalam pemilihan kepala daerah adalah hak konstitusional yang tidak bisa digantikan oleh mekanisme perwakilan.

Setiap upaya yang berpotensi melemahkan suara rakyat justru akan berdampak buruk terhadap kepercayaan publik pada sistem demokrasi di Indonesia.

Demokrasi harus berjalan sesuai prinsip keterwakilan rakyat. Melemahkan suara rakyat bukanlah jalan yang tepat, juga mencederai semangat Reformasi yang telah di perjuangkan para pendahulu.***


Penulis: Bayu Alfarizi, Pegiar Demokrasi Sulbar, Kader GMNI Sulbar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

GMNI Kecam Keras Intervensi Militer AS ke Venezuela: Dunia Bukan Milik Satu Negara
Senin, 5 Januari 2026 | 16:18 WIB
KUHP Baru Berlaku 2 Januari 2026, Warganet Soroti Ancaman Kriminalisasi Kritik Hingga Trending Platform X
Senin, 5 Januari 2026 | 13:35 WIB
Geopolitik Marhaenisme di Laut Nusantara, Pengamat Budaya Geopolitik Nusantara: Kedaulatan untuk Rakyat Maritim
Senin, 5 Januari 2026 | 13:34 WIB
Menggugat Patologi Korupsi dan Menagih Restorasi Institusi Penegakkan Hukum
Senin, 5 Januari 2026 | 00:56 WIB
Penangkapan Nicolas Maduro dan Intervensi di Venezuela Bukti Nyata Kebiadapan Amerika Serikat Ingin Memonopoli Dunia
Minggu, 4 Januari 2026 | 19:07 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Fokus Kampayekan Ganjar-Mahfud, Ahok Resmi Mundur dari Jabatannya Sebagai Komut PT Pertamina

Marhaenist.id, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok, resmi mundur…

PPN Meningkat, Kelas Menengah Sekarat!

Marhenist.id - Sehubungan dengan disahkannya kenaikan PPN menjadi 12% dalam UU No.7…

Terpilih dalam Konfercab V, Aji Darmawan-Diman Safaat Resmi Pimpin DPC GMNI Kendari Periode 2025–2027

Marhaenist.id, Kendari - Aji Darmawan dan Diman Safaat resmi terpilih secara sah…

Tata Regulasi Ditengah Disrupsi Teknologi, Ayo Dukung Bitcoin Sebagai Bagian dari Cadangan Devisa

Marhaenist.id - Dalam satu dekade terakhir, perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan Blockchain…

Papua Bukan Tanah Kosong!

Marhaenist.id - Sebagai Sekretaris Kaderisasi DPC GMNI Kota Sorong! Menurut bapak menteri…

Membaca Teka-Teki Politik di Bangladesh

Marhaenist - Pada hari Senin, 5 Agustus, mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina…

Arief Hidayat Terpilih Sebagai Ketua Umum PA GMNI 2021-2026

Marhaenist - Kongres IV Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia memilih secara…

Jalan Rusak Loloda Utara Kembali Telan Korban, GMNI Halut Desak Pemprov dan Pemkab Bertanggung Jawab

Marhaenist.id, Halut — Sukacita Natal berubah menjadi duka mendalam bagi masyarakat Loloda…

Kader GMNI FKIP Universitas Khairun Desak DPC GMNI Ternate Percepat Pelantikan: Jangan Terjebak Polemik DPP

Marhaenist.id, Ternate - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) sebagai organisasi perjuangan marhaenis…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?