By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Momentum IWD 2024: Inspire Inclusion sebagai Spirit Keberpihakan Perempuan

Marhaenist Indonesia
Marhaenist Indonesia Diterbitkan : Selasa, 12 Maret 2024 | 01:07 WIB
Bagikan
Waktu Baca 6 Menit
Foto: Lailatul Fitriah, Kader DPK GMNI UIN Sunan Ampel Ahmad Yani (Foto Ist)/Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id, Surabaya – Hari Perempuan Intenasional atau dalam bahasa umum yang dikenal oleh masyarakat dunia, International Women’s Day (IWD), yang selalu dirayakan pada 8 Maret adalah momentum perempuan harus menunjukkan eksistensinya, sebagai sesama manusia yang diciptakan oleh Tuhan yang setara, sama, dan berkeadilan.

Dalam momentum tersebut, penulis mengambil spirit yang bertemakan “Inspire Inclusion“, yang secara umum diarahkan pada inspirasi yang inklusi dengan  menciptakan keberagaman dan pemberdayaan, tanpa terkecuali.

Pastinya, momentum tak sekedar diuntungkan oleh satu pihak atau segelintir orang, kelompok atau komunitas. Melainkan yakni mencakup manusia universal dengan keanekaragaman, yang mempunyai visi yang sama yakni memperjuangkan kesetaraan dan keadilan bagi Perempuan. Meskipun dalam perjalanan sejarah kemunculan IWD, tak lepas dari perlawanan Perempuan agar mendapatkan Hak-nya yang setara dan berkeadilan.

Pada tahun 1908, kerusuhan dan perdebatan kritis dikalangan muda karena adanya diskriminasi dan penindasan yang menimpa perempuan. Kurang lebih sejumlah 15 ribu perempuan menuntuk haknya untuk diberikan jam kerja yang pendek jika berhalangan, serta diberikan gaji yang selayaknya. Namun tak hanya sebatas itu, melainkan yakni perempuan terlibat aktif dalam politik, khususnya Pemilihan Umum.

Karena kejadian tersebut memicu pergerakan aktif  bagi kaum perempuan menjadi pemeran utama untuk menyuarakan perubahan. Hingga tahun 1910 di konferensi International Perempuan Pekerja di Kopenhagen Denmark, Clara Zetkin memberi usulan mengenai hari Perempuan International Day. Konferensi tersebut dihadiri lebih dari 100 perempuan dari 17 negara, yang mewakili serikat pekerja, partai sosialis, dan klub perempuan pekerja.

Hasilnya pada tahun 1911 merupakan tahun dimana Hari Perempuan Internasional disepakati, masa itu peringatan pertama kali bertepatan tanggal 19 Maret yang dirayakan oleh negara Denmark, Austria, Jerman, dan Swiss. Pada peringatan pertama kali tersebut lebih dari satu juta perempuan dan laki-laki hadir dalam mengkampanyekan hak-hak perempuan untuk bekerja, memilih, dilatih memegang jabatan publik dan mengakhiri diskriminasi. Tahun berikutnya perempuan di Rusia memeringati Hari Perempuan internasional pada tanggal 23 Februari, terjadinya perbedaan tanggal perayaan tersebut, akhirnya perayaan Hari Perempuan Internasional secara global diperingati pada 8 Maret setiap tahun.

Baca Juga:   Integritas vs Manipulasi: Tantangan Lembaga Survei Dalam Pemilihan Kepala Daerah

 

IWD 2024: Inspire Inclusion, Spirit Keberpihakan Perempuan & Disahkannya RUU PPRT Menjadi UU

Penulis, terinspirasi dari Pidato Guru Besar Ilmu Gender Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Alimatul Qibtiyah, poin terpenting dalam kesetaraan Gender adalah tidak adanya ‘dominasi’ yang tak seimbang, baik laki-laki dan perempuan. Melainkan yang terpenting adalah Kolaborasi antara Laki-Laki dan Perempuan, dalam memainkan peranan penting berdasarkan kesepatakan dan kesepahaman bersama. Oleh karena itu,

tema IWD 2024 ini “Inspire inclusion” menegaskan komitmen global untuk menciptakan dunia yang adil, inklusif, dan setara bagi semua individu, tanpa memandang jenis kelamis, ras, suku atau latar belakang sosial lainnya, tema ini juga menekankan pentingnya peran inklusi dalam mencapai kesetaraan dan keadilan gender serta keterwakilan perempuan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk mereka yang berasal dari kelompok termarjinalkan. Keterwakilan ini berguna untuk mengetahui perspektif dan sebagai konstribusi aktif dalam upaya pemberdayaan Perempuan. Inklusi yang dimaksud bukan hanya tentang memberi ruang, akan tetapi juga menghargai konstribusi dan keberadaan Perempuan dalam segala aspek.

Di Indonesia terdapat berbagai profesi salah salah satunya ialah pekerja rumah tangga (PRT) yang mencapai sebanyak 5 juta jiwa dan mayoritasnya adalah Perempuan. Kondisi faktual selama ini menunjukan bahwa PRT baik di dalam negeri maupun yang berstatus pekerja migran dalam rentan mengalami kekerasan, pelecehan, penganiayaan maupaun pelanggaran hak asasi lainnya.

Dilansir dari catatan Jaringan Nasional Advokasi Rumah Tangga (Jala PRT), pengaduan PRT yang mendapatkan pelakuan kekerasan dari majikan hingga menjadi korban pelanggaran HAM berjumlah sekitar 600 aduan sepanjang 2023, jika dihitung dari 6 tahun terakhir ini sudah sebanyak 2.641 kasus kekerasan kepada pekerja rumah tangga. Selama 2 dekade terakhir Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) masih terkatung – katung di DPR. RUU PPRT merupakan bentuk perlindungan terhadap PRT dari kekerasan, diskriminasi, dan pelanggaran hak-hak masih dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:   Mahasiswa Salatiga Bergerak, Kawal Putusan Mahkamah Konstitusi

Dalam kajian ini masih banyak terjadi pelanggaran hak terhadap PRT, seperti tidak ada batasan beban kerja yang jelas dan layak, tidak ada pengaturan waktu kerja normatif, mekanisme pengupahan, jaminan sosial, perlindungan atas pemecatan sepihak, hingga perlindungan atas tindakan kekerasan. RUU PPRT ini sebagai langkah nyata untuk memberikan perlindungan yang layak bagi para PRT yang selama ini berjuang menanti keadilan dan kesejahteraan melalui disahkannya RUU PPRT menjadi UU PPRT.

Tanpa disadari RUU PPRT ini selain digunakan untuk memberikan perhatian dan perlindungan para PRT, RUU ini juga digunakan untuk memberikan perhatian dan perlindungan kepada semua pihak, baik PRT, maupun pemberi kerja/majikan. Peringatan Hari Perempuan Internasional menjadi momentum untuk merefleksikan tantangan bagi kaum pekerja rumah tangga yang didominasi oleh Perempuan, tulisan ini sebagai pengingat kita semua bahwa perjuangan untuk melindungi PRT masih Panjang.

Mari kita bersatu dalam semangat inklusi dan keberagaman, dengan mendukung dan memastikan RUU PPRT agar segera disahkan menjadi UU PPRT. Karena pengesahan RUU PPRT mendadi UU sebagai wujud pemenuhan hak konstitusional warga, khususnya atas pekerjaan yang layak bagi kemanusiaan. Maka dari itu kita dapat menciptakan dunia kerja yang lebih adil, aman, inklusif, dan berkelanjutan bagi kaum Perempuan.


Penulis: Lailatul Fitriah, Kader DPK GMNI UIN Sunan Ampel Ahmad Yani

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Hadiri Halal Bil Halal DPD PA GMNI Kalbar, Arudji Tekankan Alumni dan Kader GMNI Agar Bergotong Royong

Marhaenist.id, Kubu Raya - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan…

Momentum Sumpah Pemuda, Andi Aditya: Kemenpora Perlu Luas dalam Program Pemuda!

Marhaenist.id, Jakarta - Peringatan Hari Sumpah Pemuda kali ini mengingatkan kita akan…

Kasus Oplosan BBM: Negara Harus Bertanggung Jawab atas Kerugian Konsumen

Marhaenist.id, Jakarta - Terungkapnya praktik pengoplosan BBM di PT Pertamina Patra Niaga…

Islam Dalam Tinjauan Madilog

Sumber yang saya peroleh buat Agama Islam, inilah yang hidup. Seperti saya…

GMNI Universitas Jakarta dan Alumni Kuatkan Semangat Perjuangan di Bulan Ramadhan

Marhaenist.id, Jakarta - Buka bersama yang digelar oleh lintas komisariat GMNI FISIP, Teknik,…

Trisakti Bung Karno: Jalan Ideologis Menghadapi Krisis Bangsa Hari Ini

Marhaenist.id - Lebih dari enam dekade lalu, Bung Karno merumuskan Trisakti sebagai…

Kooperasi dan Hegemoni Kapitalisme

Marhaenist.id - Sadar atau tidak, sistem kapitalisme hari ini telah menghegemoni manusia…

Gelar Aksi, Aliansi Masyarakat Rohil Desak Bupati Copot Dirut PT BPR Rohil

Marhaenist.id, Rohil - Puluhan mahasiswa, masyarakat dan karyawan Bank Rohil, Provinsi Riau yang…

Pilkada Diwacanakan Kembali ke DPRD, Prabowo Benar-Benar Reinkarnasi Soeharto

Marhaenist.id - Reformasi yang dilancarkan oleh gerakan mahasiswa Indonesia, telah membawa kejatuhan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?