By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Pertanyakan Transparansi Impor, Ribuan Pick up Mahindra Sudah Tiba di Tanjung Priok
Ketika Kapital Nasional Menguat: Apakah Marhaen Ikut Bangkit?
DPP GMNI: LPDP Gagal Cetak Pejuang-Pemikir Bangsa, Rekrutmen dan Pembinaan Harus Dievaluasi Total
GMNI Palopo Anggap Polres Abai terhadap Dugaan Adanya Penyalahgunaan BBM Subsidi
Dugaan Perzinahan Seret Oknum Polisi di Halut, GMNI Minta Kapolres Lakukan Evaluasi dan Pembinaan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Ketika Kapital Nasional Menguat: Apakah Marhaen Ikut Bangkit?

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 24 Februari 2026 | 20:53 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Ilustrasi AI Luhur Prambudi/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Akuisisi 75 persen saham Blok Duyung di Natuna oleh Arsari Group, serta konsolidasi cadangan gas besar di Blok Cepu oleh kelompok usaha nasional, menandai babak baru dalam penguasaan sektor migas Indonesia.

Banyak kalangan melihat dinamika ini sebagai kebangkitan kapital nasional di sektor strategis energi.

Namun pertanyaan mendasarnya sederhana: ketika kapital nasional menguat, apakah rakyat kecil ikut bangkit?

Dalam perspektif pemikiran Soekarno, penguasaan sumber daya alam tidak pernah dimaksudkan sekadar mengganti pemilik asing dengan pemilik nasional.

Bung Karno berbicara tentang keadilan sosial, tentang memastikan kekayaan bumi Indonesia menjadi alat pembebasan kaum kecil yang ia sebut sebagai “Marhaen”.

Marhaenisme lahir dari keberpihakan pada petani, buruh, nelayan, dan masyarakat kecil yang terpinggirkan oleh struktur ekonomi.

Dalam kerangka itu, penguasaan migas bukan sekadar soal kepemilikan saham, melainkan tentang bagaimana hasilnya kembali kepada rakyat.

Luhur Pambudi yang merupakan Alumni GMNI menilai, konsolidasi blok-blok migas oleh pengusaha nasional patut diapresiasi sebagai bagian dari penguatan kedaulatan ekonomi.

Namun ia mengingatkan, kedaulatan sejati tidak hanya diukur dari nasionalitas modal.

“Bung Karno tidak berbicara tentang mengganti kapital asing dengan kapital nasional semata. Beliau berbicara tentang struktur ekonomi yang membebaskan rakyat. Maka ukurannya jelas: apakah migas ini memperkuat kesejahteraan rakyat, atau hanya memperkuat struktur modal yang terpusat?” ujar Luhur, Selasa (24/2).

Di tengah daya beli masyarakat yang masih tertekan, lanjutnya, publik tidak membutuhkan jargon besar. Rakyat membutuhkan dampak nyata.

“Kalau hari ini migas dikelola anak bangsa, pertanyaannya sederhana: apakah harga energi lebih stabil? Apakah lapangan kerja bertambah? Apakah pendapatan negara naik dan dipakai untuk pangan, pendidikan, dan kesehatan rakyat?” tegasnya.

Baca Juga:   Kembali Gelar PPAB, DPC GMNI Salatiga Targetkan KTD Sebelum Juni

Pasal 33 UUD 1945 menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Frasa “untuk kemakmuran rakyat” inilah yang menjadi ukuran moral sekaligus konstitusional dalam setiap kebijakan energi.

Menurut Luhur, ada tiga dimensi penting dalam semangat ekonomi kerakyatan.

Pertama, kedaulatan, negara harus tetap menjadi pengendali arah strategis energi nasional.

Kedua, keadilan distribusi, nilai tambah harus mengalir ke daerah penghasil, membuka lapangan kerja, dan memperkuat industri dalam negeri.

Ketiga, keberlanjutan, pengelolaan energi harus visioner, tidak sekadar mengejar keuntungan jangka pendek.

“Jika pengelolaan migas mampu menurunkan ketimpangan, memperkuat fiskal negara, dan mendorong hilirisasi, maka itulah wujud konkret Marhaenisme modern. Tetapi bila manfaatnya hanya terkonsentrasi, maka kita perlu evaluasi kebijakan,” katanya.

Ia menekankan, kritik dalam kerangka ekonomi kerakyatan bukanlah penolakan terhadap investasi nasional, melainkan bentuk tanggung jawab moral terhadap cita-cita konstitusi.

“Bung Karno bermimpi Indonesia berdiri di atas kaki sendiri, berdikari secara politik dan ekonomi. Berdikari hari ini artinya rakyat tidak lagi cemas soal makan, pekerjaan, dan masa depan. Jika kapital nasional menguat dan rakyat ikut sejahtera, maka di situlah Marhaen benar-benar bangkit,” tutup Luhur.***

Penulis: Sang/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

DPP GMNI Pertanyakan Transparansi Impor, Ribuan Pick up Mahindra Sudah Tiba di Tanjung Priok
Selasa, 24 Februari 2026 | 22:09 WIB
DPP GMNI: LPDP Gagal Cetak Pejuang-Pemikir Bangsa, Rekrutmen dan Pembinaan Harus Dievaluasi Total
Selasa, 24 Februari 2026 | 19:29 WIB
GMNI Palopo Anggap Polres Abai terhadap Dugaan Adanya Penyalahgunaan BBM Subsidi
Selasa, 24 Februari 2026 | 19:26 WIB
Dugaan Perzinahan Seret Oknum Polisi di Halut, GMNI Minta Kapolres Lakukan Evaluasi dan Pembinaan
Selasa, 24 Februari 2026 | 15:22 WIB
Foto: Deodatus Sunda Se & S. Abraham Christian, Ketua dan Sekertaris DPD GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
GMNI DKI Jakarta Sampaikan Duka atas Meninggalnya Anak di Maluku, Desak Investigasi Transparan dan Reformasi Kultural Kepolisian
Selasa, 24 Februari 2026 | 05:40 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

UU PDP Resmi Berlaku, Andi Aditya: Tantangan Baru bagi Penyelenggara Pilkada di Era Digital

Marhaenist.id, Jarkarta – Undang-Undang (UU) Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi…

Resmi Dideklarasikan, DPC PA GMNI Touna Teguhkan Komitmen Kebangsaan Lewat Dialog Kebangsaan

Marhaenist.id, Touna – Dalam momentum bersejarah yang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila,…

Gelar Kongres Persatuan, DPC GMNI Ternate Dorong Adanya Rekonsoliasi Nasional

Marhaenist.id, Ternate - Gerakan mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) akan segera mengelar Kongres…

Atikoh Sapa Warga dan Tokoh Masyarakat Se-Jombang: Ajak Awasi Pemilu

Marhaenist.id, Jombang - Siti Atikoh Suprianti, istri calon Presiden RI Ganjar Pranowo mengajak…

Pertemuan antara Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani dan Ketua Umum (Ketum) Golkar Airlangga Hartarto di kawasan Monas, Jakarta (08/10/2022). FILE/Detik

Temui Ketua Umum Golkar, Puan Maharani Bahas Hal Ini

Marhaenist - Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menjadi ketum parpol yang keempat…

DPP PA GMNI Salurkan Bantuan Gempa ke Pasaman dan Pasaman Barat

Marhaenist - Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni (DPP PA) GMNI menyalurkan bantuan…

Anak yang Diracuni dan Tubuh yang Ditertibkan

Marhaenist.id - Saat anak-anak jatuh sakit akibat makanan dari kebijakan negara dan…

Foto: Ratusan Kader GMNI Jakarta Selatan. MARHAENIST

Ratusan Kader GMNI Jaksel Gruduk DPR RI Tolak RUU TNI

Marhaenist, Jakarta - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Sujahri Somar Tegaskan Arah Baru Kaderisasi GMNI lewat GMNI.AI: Demokratisasi Ide di Era Data dan Algoritma

Marhaenist.id, Jakarta — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menegaskan reposisi strategis kaderisasi…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?