By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI Pasaman Kutuk Keras Penganiayaan Brutal terhadap Ibu Saudah, Korban Penolak Tambang Emas Ilegal
Warga TPU Kebun Nanas Didampingi GMNI Jakarta Timur dan Yayasan Teman Baik Ajukan Pengaduan ke Komnas HAM RI
Polemik Pembangunan Kopdes Merah Putih, GMNI Kendari Bongkar Dugaan Penyerobotan Lahan Warga oleh Kepala Desa Polindu
GMNI Gelar Dialog Terbuka Kader, Bahas Tantangan dan Potensi Organisasi Ideologis
Tragis! Nenek Penolak Tambang Emas Ilegal di Pasaman Timur Dianiaya Brutal dan Dibuang, Sempat Dikira Tewas

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Historical

Jenderal A.H. Nasution, Sang Prajurit Idealistis yang Menolak Jadi Presiden Meski Punya Peluang Besar

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 10 November 2025 | 04:08 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Foto: A.H. Nasution bersama Bung Karno (Sumber: Arsip Nasional RI(/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id — Jenderal Besar Abdul Haris Nasution dikenal sebagai sosok militer yang teguh pada prinsip dan setia pada jalur konstitusi. Setelah peristiwa G30S/PKI, posisi politik Nasution sebenarnya sangat kuat. Ia dihormati sebagai pahlawan yang berhasil lolos dari percobaan pembunuhan oleh PKI dan dinilai banyak pihak, baik dari kalangan militer maupun sipil, layak menggantikan Presiden Soekarno yang kala itu posisinya mulai goyah.

Namun, Nasution menolak ambisi politik tersebut. Ia memilih untuk tetap setia pada aturan konstitusi dan mendukung Letjen Soeharto yang kemudian menerima Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar). Dalam berbagai kesempatan, Nasution menegaskan bahwa dirinya tidak haus kekuasaan. “Saya bukan orang yang haus kekuasaan. Saya hanya ingin negara ini selamat,” ujarnya suatu ketika.

Sikapnya yang teguh membuat banyak pihak menghormati Nasution sebagai prajurit sejati, bukan politisi kekuasaan. Sejak muda, ia telah berpegang pada prinsip bahwa tugas militer adalah menjaga negara, bukan merebut kekuasaan. “Saya ini tentara. Tugas saya menjaga republik, bukan merebutnya,” pernah ia katakan kepada orang dekatnya.

Setelah G30S/PKI, ketika desakan untuk mengambil alih kekuasaan kian kuat, Nasution tetap berpegang pada jalur hukum dan prosedur negara. Ia mendorong penyelesaian melalui MPRS, bukan dengan kudeta. Ia menilai Indonesia harus dijaga agar tidak kembali terjerumus dalam kekacauan politik seperti masa revolusi.

Tragedi G30S/PKI juga meninggalkan luka mendalam bagi dirinya. Putrinya, Ade Irma Suryani, tewas tertembak, dan ajudannya, Pierre Tendean, gugur karena disangka dirinya. Nasution yang lolos dari maut itu memilih untuk tidak lagi mengejar jabatan politik, melainkan berfokus pada pemulihan keamanan dan ketertiban nasional.

Sebagai tokoh militer, A.H. Nasution meninggalkan warisan besar bagi bangsa Indonesia. Ia dikenal sebagai arsitek utama Doktrin Pertahanan Rakyat Semesta (Hankamrata), tokoh penting dalam pembangunan TNI modern, serta simbol keteguhan hati dan kesetiaan terhadap negara.

Baca Juga:   Kudeta Merangkak Soeharto, Upaya Jahat Terhadap Sang Proklamator

Jenderal Besar Abdul Haris Nasution wafat pada 6 September 2000 dan dimakamkan dengan penghormatan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.***

Catatan: FB Catatan Sejarah Indonesia/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

GMNI Pasaman Kutuk Keras Penganiayaan Brutal terhadap Ibu Saudah, Korban Penolak Tambang Emas Ilegal
Rabu, 7 Januari 2026 | 04:01 WIB
Warga TPU Kebun Nanas Didampingi GMNI Jakarta Timur dan Yayasan Teman Baik Ajukan Pengaduan ke Komnas HAM RI
Rabu, 7 Januari 2026 | 02:04 WIB
Polemik Pembangunan Kopdes Merah Putih, GMNI Kendari Bongkar Dugaan Penyerobotan Lahan Warga oleh Kepala Desa Polindu
Selasa, 6 Januari 2026 | 23:30 WIB
GMNI Gelar Dialog Terbuka Kader, Bahas Tantangan dan Potensi Organisasi Ideologis
Selasa, 6 Januari 2026 | 22:03 WIB
Tragis! Nenek Penolak Tambang Emas Ilegal di Pasaman Timur Dianiaya Brutal dan Dibuang, Sempat Dikira Tewas
Selasa, 6 Januari 2026 | 19:47 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Arief Hidayat Terpilih Sebagai Ketua Umum PA GMNI 2021-2026

Marhaenist - Kongres IV Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia memilih secara…

GMNI Jakarta Menggugat: Menuju Persatuan, Melebarkan ke Internasional

Marhaenist.id - Perpecahan di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) saat ini berada…

6 DPK GMNI Halut Setujui Copot Wilson Musa Sebagai Ketua Cabang

Marhaenist.id, Halut - 6 (Emam) Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional…

Sukses Gelar PPAB, GMNI UIN Jakarta Bentuk Kader Progresif Berjiwa Kerakyatan

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Ketika Mantan Lawan di Pilpres Ingin Merapat ke Pemerintahan

Marhaenist - Harlah ke-26 PKB menjadi ajang bagi sejumlah partai di luar…

Gelar Konfercablub, Ogi Sahputra – Daniel Alfa Resmi Terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris DPC GMNI Pekanbaru Periode 2025-2027

Marhaenist.id, Pekanbaru - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

3 Pembacok Aktivis GMNI Sukabumi Dibekuk, Redaksi Marhaenist.id Minta Hukuman Seberatnya Sesuai Prilakunya

Marhaenist.id, Kendari - Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi Kota berhasil…

Jalan Rusak Loloda Utara Kembali Telan Korban, GMNI Halut Desak Pemprov dan Pemkab Bertanggung Jawab

Marhaenist.id, Halut — Sukacita Natal berubah menjadi duka mendalam bagi masyarakat Loloda…

Marhaenisme & Pengentasan Kemiskinan: Momentum Hari Raya Idul Fitri

Marhaenist - Hari raya Idul fitri 1445H telah berlalu, menjadi momentum bagi…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?