
Marhaenist.id, Jakarta – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kembali menegaskan komitmennya sebagai organisasi kader berbasis ideologi marhaenisme dan ajaran Bung Karno.
Dalam rangka merespons dinamika sosial-politik nasional sekaligus memperkuat watak ideologis kader, GMNI akan menggelar Dialog Terbuka Kader bertajuk “GMNI Saat Ini: Tantangan dan Potensi Menjadi Organisasi Kader yang Ideologis.”
Dialog ini menjadi ruang reflektif dan progresif bagi kader GMNI se-Indonesia untuk membedah arah perjuangan organisasi serta memposisikan peran kader di tengah situasi objektif bangsa hari ini.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan gagasan kritis sekaligus mempertegas garis ideologis GMNI agar tidak terjebak dalam pragmatisme politik dan penyimpangan nilai perjuangan.
Sejumlah Ketua DPC GMNI dari berbagai daerah akan hadir sebagai pemantik diskusi, yakni Paskawan Gultom (Ketua GMNI Medan), Marcelina Liona (Ketua GMNI Semarang), Ni Kadek Ayu Wardhani (Ketua GMNI Surabaya), Halim Mulia (Ketua GMNI Bandung), serta Jansen Henry Kurniawan (Ketua GMNI Jakarta Timur).
Dialog ini juga akan dimoderatori oleh Feronika Nurlat Latbual yang menjabat sebagai Sekretaris GMNI Jakarta Timur.
Dialog Terbuka Kader GMNI dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 8 Januari 2026, pukul 19.00 WIB hingga selesai, dan akan dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom.
Kegiatan ini terbuka bagi seluruh kader GMNI di Indonesia sebagai bentuk konsolidasi ideologis dan penguatan kesadaran kolektif kader.
Melalui dialog ini, GMNI menegaskan bahwa keberlanjutan organisasi hanya dapat dijaga melalui kaderisasi ideologis yang konsisten, kritis, dan berpihak pada kepentingan rakyat marhaen.
Informasi lebih lanjut dan akses diskusi dapat diperoleh melalui tautan Zoom dan grup WhatsApp resmi panitia.
Narahubung: Rafly (0896-3457-6751) dan Dzakwan (0856-9154-9033).***
Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.