By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Disiplin Ideologi dan Organisasi sebagai Syarat Mutlak GMNI Menjadi Pelopor Gerakan Perjuangan
Masyarakat Betawi Tuan Rumah Kota Jakarta Timur yang Sering Dilupakan
Refleksi Tiga Tahun DPC GMNI Tojo Una-una: Bergerak dari Desa untuk Mewujudkan Indonesia Emas
Putusan MK soal Kolegium dan Konsil Kesehatan: Apa Artinya bagi Dokter, Mahasiswa, dan Pasien?
Paul Finsen Mayor Senator Papua Barat Daya dan Jan Prince Permata Bahas Mitigasi Bencana dan Penerapan Kearifan Lokal untuk Indonesia Emas 2045

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

Ekonomi Rakyat dan Pasar Modal, Bayu Sasongko: Tafsir Marhaenisme Atas IHSG

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 29 Januari 2026 | 19:17 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Karikatur Bayu Sasongko berada di Singgasana Kerajaan (Sumber: AI)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Semarang – Pengamat Budaya Ekonomi Geopolitik Nusantara, Bayu Sasongko, menilai gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi belakangan ini tidak bisa dibaca secara sempit sebagai fenomena teknikal atau sentimen jangka pendek.

Fluktuasi tersebut justru mencerminkan fase transisi struktural ekonomi Indonesia di tengah perubahan lanskap geopolitik global dan reposisi kekuatan ekonomi dunia.

Menurut Bayu, pasar domestik saat ini sedang beradaptasi dengan perubahan persepsi internasional terhadap posisi Indonesia.

Risiko pengelompokan Indonesia sebagai frontier market bukan hanya persoalan klasifikasi finansial, melainkan cermin dari benturan antara logika pasar global yang spekulatif dengan karakter ekonomi Indonesia yang berbasis sektor riil dan konsumsi rakyat.

“Dalam perspektif geopolitik Nusantara, volatilitas IHSG hari ini harus dibaca sebagai proses penyesuaian antara struktur ekonomi nasional yang semakin bertumpu pada konsumsi domestik dan nilai tambah, dengan arsitektur pasar global yang masih sangat berorientasi jangka pendek,” ujar Bayu Sasongko, Kamis (29/1/2026).

Ia menegaskan, fondasi ekonomi Indonesia sejatinya relatif lebih resilien dibanding banyak negara berkembang lain.

Hal ini ditopang oleh kekuatan konsumsi rumah tangga, sektor riil, UMKM, serta sebaran sumber daya strategis yang tidak terkonsentrasi pada satu klaster wilayah atau komoditas semata.

Karakter ini merupakan ciri khas ekonomi Nusantara, yang tumbuh dari keragaman geografis dan sosial, bukan dari sentralisasi kapital ekstrem.

Dalam kerangka marhaenisme, Bayu menilai pasar modal seharusnya tidak berdiri terpisah dari denyut ekonomi rakyat.

IHSG idealnya menjadi indikator agregat dari kerja kolektif sektor riil, petani, buruh, nelayan, dan pelaku usaha kecil, bukan sekadar arena akumulasi kapital finansial yang terlepas dari produktivitas nasional.

“Pasar modal dalam kerangka marhaenisme bukan alat spekulasi elite, melainkan instrumen untuk mempertemukan modal dengan kerja produktif rakyat. Ketika konsumsi, manufaktur, dan kepercayaan publik tetap terjaga, koreksi pasar justru berfungsi sebagai mekanisme penyehat,” tegasnya.

Baca Juga:   Petani Tebu Marhaen Masa Kini, Sonny T Danaparamita Ingatkan Negara Soal Impor Gula dan Pupuk Subsidi

Bayu juga memandang optimisme pemerintah terhadap target IHSG di level 10.000 bukan sekadar ambisi angka, melainkan refleksi keyakinan terhadap daya tahan struktur ekonomi nasional.

Namun, ia mengingatkan bahwa pencapaian tersebut hanya akan bermakna jika disertai penguatan tata kelola pasar, perlindungan investor ritel, serta keberpihakan kebijakan pada sektor produktif nasional.

Dari sudut pandang sistem hukum ekonomi Indonesia, dinamika IHSG seharusnya mendorong negara untuk menegaskan kembali peran konstitusionalnya sebagai pengatur dan penyeimbang pasar. Pasar modal tidak boleh sepenuhnya diserahkan pada logika volatilitas global, tetapi harus diarahkan agar selaras dengan tujuan pembangunan nasional dan keadilan sosial.

Lebih jauh, Bayu menilai dinamika global, termasuk arah kebijakan The Fed dan potensi pelonggaran suku bunga global, akan menjadi ujian nyata bagi negara-negara dengan basis ekonomi riil yang kuat. Dalam konteks ini, Indonesia memiliki modal strategis, baik secara geopolitik maupun budaya ekonomi.

“Era uang murah ke depan akan menguji siapa yang memiliki ekonomi berbasis nilai riil, bukan gelembung finansial. Dalam konteks geopolitik Nusantara, Indonesia memiliki keunggulan struktural, asal negara konsisten menempatkan ekonomi rakyat sebagai poros, bukan sekadar pelengkap,” pungkas Bayu.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Disiplin Ideologi dan Organisasi sebagai Syarat Mutlak GMNI Menjadi Pelopor Gerakan Perjuangan
Minggu, 1 Februari 2026 | 09:18 WIB
Masyarakat Betawi Tuan Rumah Kota Jakarta Timur yang Sering Dilupakan
Minggu, 1 Februari 2026 | 08:27 WIB
Refleksi Tiga Tahun DPC GMNI Tojo Una-una: Bergerak dari Desa untuk Mewujudkan Indonesia Emas
Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:58 WIB
Putusan MK soal Kolegium dan Konsil Kesehatan: Apa Artinya bagi Dokter, Mahasiswa, dan Pasien?
Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:45 WIB
Paul Finsen Mayor Senator Papua Barat Daya dan Jan Prince Permata Bahas Mitigasi Bencana dan Penerapan Kearifan Lokal untuk Indonesia Emas 2045
Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:40 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

DPC GMNI Padangsidimpuan Kecam Tindakan Represif Aparat terhadap Ketua GMNI Labuhanbatu dan Masyarakat Padang Halaban

Marhaenist.id, Padangsidimpuan — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Padangsidimpuan…

Polisi dengan kendaraan yang rusak di lapangan stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, setelah bentrokan antara pendukung tim berseteru. AP/Yudha Prabowo

Berduka Atas Tragedi Kanjuruhan, Jokowi Minta Liga 1 Dihentikan

Marhaenist - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya…

Pengambilalihan (Buy Out) Korporasi Bangkrut oleh Buruh

Marhaenist.id - Semenjak krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19, banyak perusahaan baik dalam skala…

Taufiq Kiemas dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia

MARHAENIST - Palembang, siang hari yang terik, 19 Agustus 1960. Remaja yang…

Inspirasi Juang Makmurkan Marhaen Indonesia: Terapkan Pajak Harta Bukan Naikkan PPN

Marhaenist.id - Salah satu tujuan utama diterapkan pajak oleh negara adalah untuk keadilan.…

Jakarta Utara Merah, Ribuan Warga Pluit Jalan Sehat Bareng Ganjar

Marhaenist.id, Jakarta - Jelang debat pamungkas calon Presiden RI Ganjar Ganjar Pranowo…

Sambut Bulan Suci Ramadhan GMNI Touna Bersih-Bersih Mesjid Nurul Hidayah Labiabae

Marhaenist.id, Touna - Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Gerakan Mahasiswa Nasional…

Buntut Hina Suporter Persib dan Suku Sunda, GMNI Secara Tidak Hormat Pecat Youtuber Resbob

Marhaenist.id, Surabaya — Youtuber Muhammad Adimas Firdaus Putra Nasihan atau yang dikenal…

Pemuda Kaubun Tekankan Bawaslu Kutim ke Panwascam Kawal PKPU No 15 Tahun 2023 Tentang Larangan Pemilu 2024

Marhaenist.id, Kutai Timur  - Marak terjadi pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) Politik…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?