By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Selamat Datang di “AI New Normal”
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

Bahlil Respon Pernyataan Cak Imin, Karyono Wibowo Nilai Bukan Sekadar Balas Dendam Politik

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Sabtu, 13 Desember 2025 | 13:22 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Karyono Wibowo, Sekretariat Dewan Pakar DPP PA GMNI (Sumber: YouTube Akurat.co)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenit.id, Jakarta — Pernyataan Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menanggapi seruan “taubat nasuha” dari Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PMK) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menuai beragam tafsir di ruang publik.

Sejumlah pihak menilai respons tersebut bukan sekadar sindiran personal, melainkan bagian dari upaya menjaga stabilitas politik dan pemerintahan.

Isu ini juga mengemuka dalam program Akurat Talk yang tanyang di Channel YouTube Akurat.co pada Jumat (12/12/2025), yang dipandu Aldi Gultom dengan narasumber Karyono Wibowo sebagai Pengamat Politik Indonesia.

Dalam diskusi tersebut disampaikan bahwa sebelumnya Cak Imin menyerukan agar sejumlah menteri melakukan evaluasi mendalam atau “taubat nasuha” terkait kebijakan pemerintah, khususnya dalam penanganan bencana di Sumatera yang bersinggungan dengan isu lingkungan dan sumber daya alam.

Menanggapi hal itu, Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa evaluasi diri seharusnya dilakukan oleh semua pihak, termasuk Cak Imin sendiri. Ia juga menekankan posisinya sebagai pembantu Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau pertobatan nasuha, Cak Imin juga pertobatan nasuha-lah. Semua kita harus evaluasi diri. Yang bisa perintah saya adalah Presiden Prabowo. Saya bekerja di bawah beliau dan fokus menjalankan urusan rakyat,” ujar Bahlil sebagaimana dikutip dalam acara tersebut.

Tangkapan Layar Program Akutat Talk YouTube Akurat.co. Nampak Karyono Wibowo dan Aldi Gultom sedang berdiskusi/MARHAENIST.

Pengamat politik Karyono Wibowo menilai pernyataan Bahlil dapat dipahami dalam dua kerangka. Pertama, sebagai respons atas kritik yang disampaikan Cak Imin. Kedua, sebagai penegasan posisi politik Bahlil yang berada langsung di bawah komando Presiden.

“Pernyataan Bahlil ini bisa ditafsirkan sebagai respons terhadap kritik Cak Imin. Dan bisa juga dilihat sebagai penegasan bahwa Bahlil berada dalam komando Presiden Prabowo Subianto, bukan hanya sekadar balas menyindir,” kata Karyono.

Baca Juga:   GMNI Berduka: Ketua Panitia Kongres Persatuan GMNI Ke – XV Nizis Edward Julistris, Telah Tutup Usia

Diskusi juga menyinggung usulan Bahlil terkait pembentukan koalisi permanen yang disampaikannya dalam pidato peringatan HUT Partai Golkar. Dalam pidato tersebut, Bahlil menilai pemerintahan yang kuat membutuhkan stabilitas jangka panjang hingga 2029.

“Partai Golkar berpandangan pemerintahan yang kuat dibutuhkan stabilitas. Lepas dari sekadar koalisi ‘in-out’, kita butuh koalisi permanen untuk kepastian sampai 2029,” ujar Bahlil.

Menurut Karyono, gagasan koalisi permanen tersebut oleh sebagian kalangan dibaca sebagai pesan politik kepada elite lain di pemerintahan agar tidak mendominasi narasi kekuasaan.

Namun, Partai Golkar menegaskan bahwa usulan tersebut tidak ditujukan kepada pihak tertentu, melainkan semata-mata demi menjaga stabilitas pemerintahan.

Dalam penutup diskusi, Akurat Talk menyoroti bahwa dinamika antara Bahlil dan Cak Imin mencerminkan kompleksitas hubungan antar elite kabinet.

Perdebatan yang bermula dari kritik kebijakan berkembang menjadi diskursus lebih luas tentang arah politik pemerintahan, stabilitas koalisi, serta fokus pemerintah dalam menjalankan agenda ekonomi dan penanganan bencana untuk kepentingan rakyat.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Minggu, 22 Februari 2026 | 21:23 WIB
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB
Selamat Datang di “AI New Normal”
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:06 WIB
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:13 WIB
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Pancasila sebagai Working Ideology: MBG, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai Jalan Praksis “Rakyat Sejahtera dan Cerdas” pada Pemerintahan Prabowo

Marhaenist.id - (Pendahuluan) Dalam diskursus politik dan kebijakan publik, ideologi negara sejatinya…

Inisiatif Kebijakan Impor Garam dan Gula

Marhaenist.id - Pemerintah kembali membuka keran impor garam industri dan gula mentah…

DPP GMNI Dorong Hilirisasi Adil dan Berkelanjutan untuk Bangsa

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Ciptakan Regenerasi Kader Marhaenis, GMNI Makassar Gelar PPAB Akbar

Marhaenist.id, Makassar - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Seleksi KI DKI Jakarta, Donny Yoesgiantoro: Itu Kewenangan Pemprov

Marhaenist.id, Jalarta - Ketua Komisi Informasi (KI) Pusat, Donny Yoesgiantoro, mengeluarkan pernyataan…

Sivitas Akademika Unair Kritik Demokrasi Era Jokowi: Pelemahan, Intervensi, dan Ketidakadilan

Marhaenist.id, Surabaya - Sivitas Akademika Universitas Airlangga (Unair) Surabaya melontarkan kritik pedas…

Kapitalisme Menurut Karl Marx, Che Guevara, dan Bung Karno

Marhaenist.id - Dari penelusuran Asisten IA, yakni Miscrosoft Copilot, Kapitalisme adalah sistem…

GMNI Pertanyakan Kenaikan Laba Pertamina Ditengah Kesulitan Masyarakat Akibat Kenaikan BBM

Marhaenist - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP…

Masa Jabatan Legislatif Tanpa Ujung: Celah yang Mengancam Alam Demokrasi

Marhaenist.id - Diskursus mengenai pembatasan masa jabatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?