By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Perkuat Pembangunan Nasional, PA GMNI di Sultra Gaungkan Kolaborasi Antar Organ Alumni Cipayung
Wacana Pemakzulan Presiden, Firman Tendry Masengi: Titik Temu Legalitas Konstitusi dan Legitimasi Rakyat
Pemakzulan, Konstitusi, dan Legitimasi Rakyat

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Historical

Jenderal A.H. Nasution, Sang Prajurit Idealistis yang Menolak Jadi Presiden Meski Punya Peluang Besar

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 10 November 2025 | 04:08 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Foto: A.H. Nasution bersama Bung Karno (Sumber: Arsip Nasional RI(/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id — Jenderal Besar Abdul Haris Nasution dikenal sebagai sosok militer yang teguh pada prinsip dan setia pada jalur konstitusi. Setelah peristiwa G30S/PKI, posisi politik Nasution sebenarnya sangat kuat. Ia dihormati sebagai pahlawan yang berhasil lolos dari percobaan pembunuhan oleh PKI dan dinilai banyak pihak, baik dari kalangan militer maupun sipil, layak menggantikan Presiden Soekarno yang kala itu posisinya mulai goyah.

Namun, Nasution menolak ambisi politik tersebut. Ia memilih untuk tetap setia pada aturan konstitusi dan mendukung Letjen Soeharto yang kemudian menerima Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar). Dalam berbagai kesempatan, Nasution menegaskan bahwa dirinya tidak haus kekuasaan. “Saya bukan orang yang haus kekuasaan. Saya hanya ingin negara ini selamat,” ujarnya suatu ketika.

Sikapnya yang teguh membuat banyak pihak menghormati Nasution sebagai prajurit sejati, bukan politisi kekuasaan. Sejak muda, ia telah berpegang pada prinsip bahwa tugas militer adalah menjaga negara, bukan merebut kekuasaan. “Saya ini tentara. Tugas saya menjaga republik, bukan merebutnya,” pernah ia katakan kepada orang dekatnya.

Setelah G30S/PKI, ketika desakan untuk mengambil alih kekuasaan kian kuat, Nasution tetap berpegang pada jalur hukum dan prosedur negara. Ia mendorong penyelesaian melalui MPRS, bukan dengan kudeta. Ia menilai Indonesia harus dijaga agar tidak kembali terjerumus dalam kekacauan politik seperti masa revolusi.

Tragedi G30S/PKI juga meninggalkan luka mendalam bagi dirinya. Putrinya, Ade Irma Suryani, tewas tertembak, dan ajudannya, Pierre Tendean, gugur karena disangka dirinya. Nasution yang lolos dari maut itu memilih untuk tidak lagi mengejar jabatan politik, melainkan berfokus pada pemulihan keamanan dan ketertiban nasional.

Sebagai tokoh militer, A.H. Nasution meninggalkan warisan besar bagi bangsa Indonesia. Ia dikenal sebagai arsitek utama Doktrin Pertahanan Rakyat Semesta (Hankamrata), tokoh penting dalam pembangunan TNI modern, serta simbol keteguhan hati dan kesetiaan terhadap negara.

Baca Juga:   Pidato Bung Karno Saat Konferensi Besar GMNI di Kaliurang 17 Februari 1959

Jenderal Besar Abdul Haris Nasution wafat pada 6 September 2000 dan dimakamkan dengan penghormatan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.***

Catatan: FB Catatan Sejarah Indonesia/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Minggu, 12 April 2026 | 13:37 WIB
Foto: Benediktus Aquino, Alumni GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Sabtu, 11 April 2026 | 22:02 WIB
Perkuat Pembangunan Nasional, PA GMNI di Sultra Gaungkan Kolaborasi Antar Organ Alumni Cipayung
Sabtu, 11 April 2026 | 19:21 WIB
Wacana Pemakzulan Presiden, Firman Tendry Masengi: Titik Temu Legalitas Konstitusi dan Legitimasi Rakyat
Sabtu, 11 April 2026 | 18:07 WIB
Pemakzulan, Konstitusi, dan Legitimasi Rakyat
Sabtu, 11 April 2026 | 12:16 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

GMNI Touna Laksanakan Kajian Marhaenisme Sebagai Ajang Mengikat Tali Silahturahmi

Marhaenist.id, Touna - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Sivitas Akademika Unair Kritik Demokrasi Era Jokowi: Pelemahan, Intervensi, dan Ketidakadilan

Marhaenist.id, Surabaya - Sivitas Akademika Universitas Airlangga (Unair) Surabaya melontarkan kritik pedas…

DPD GMNI DKI Jakarta Gelar Konferensi Daerah Pertama, Usung Tema Transformasi Jakarta Menuju Kota Global

Marhaenist.id, Jakarta — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DKI Jakarta menggelar Konferensi…

Lagi Viral Terkait Naturalisasi, Ini Perbedaan Kader Naturalisasi dan Naturalisasi Kader dalam GMNI

Marhaenist.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) adalah salah satu organisasi mahasiswa…

GMNI Kecam Keras Intervensi Militer AS ke Venezuela: Dunia Bukan Milik Satu Negara

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Bersaing Ketat Menuju 5 Besar KPU Trenggalek, Inilah Nama 3 Kader GMNI yang Telah Masuk 10 Besar

Marhaenist.id, Trenggalek - Tim seleksi (Timsel) Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten…

Nurmiyati Bagit & Bahtiar Husni. MARHAENIST

Nurmiyati Bagit, Korban Lakalantas di Ternate Desak Penahanan Pelaku Demi Keadilan

Marhaenist, Ternate - Seorang ibu rumah tangga di Ternate, Maluku Utara, Nurmiyati…

Dukung Kami (Servas-Pius=SERIUS) untuk Menuju Belu yang Berdaya Saing

Marhaenist.id - Berjalan sampai sejauh ini adalah penyerahan diri secara total untuk…

Perlawanan Rakyat terhadap Pengembang Sentul City

Marhaenist - Perlawanan menggema yang dilakukan oleh masyarakat di Sentul, ramai-ramai menolak…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?