By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
ArtikelOpini

‘Tak Tahu Berterima Kasih’, Perkataan Dedy Pada Seorang Anak Kecil Seperti Maling Teriak Maling dan Hanya Melukai Hati

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 21 Januari 2025 | 03:13 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Dedi Cozbuzzer dari sebelum menjadi Artis hingga kini di 2025/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Dedi Cozbuzzer (DC) adalah contoh nyata bagaimana prilaku manusia yang merasa superior terhadap manusia lainya.

Ia selalu menempatkan diri dan keluarganya seolah layak jadi contoh bagi khalayak banyak.

Saat menyerang seorang anak kecil, karena si anak kecil mengatakan dan mengeluh “Ayamnya kurang enak” pada saat dikasih jatah Makan Begizi Gratis.

DC mengata-ngatai anak kecil itu dengan kata-kata PeA dan bullian lainya. Kemudian ia mencontohkan anaknya yang harus menghabiskan jatah nasi box saat syuting.

Dede CozBuzzer, seolah mengatakan bahwa anak kecil tersebut, sebagai anak yang tidak tahu terima kasih, tidak mau menerima dan tidak bersyukur atas makanan yang dikasih pemerintah secara gratis.

Di sisi lain, Dede CozBuzzer dikasih hidung gratis dan berfungsi baik oleh Tuhan. Namun ia tidak suka, tidak mau menerima pemberian gratis tersebut. Kemudian dia permak hidung tersebut.

Dikasih mata, tetep diutak-atik, karena merasa kurang gagah. Dagu direnovasi sedemikian rupa, biar tampak gagah. Dia tidak suka dengan dagu asal yang menurut dia jelek.

Dan menjelmalah dia seperti sekarang ini. Setelah permak sana sini. Karena dia tidak suka dengan apa yang Tuhan berikan.

Lantas sekarang, dengan jumawa merasa berhak marah kepada anak kecil karena Si Anak kecil bilang ayamnya “Kurang enak”.

Pantaskah ??

Nggak pantas sama sekali !
Karena dia lebih tidak menerima atas apa yg telah diberikan. Dia merasa mukanya jelek, makanya dipermak.

Lantas kenapa anak kecil tidak boleh bilang makanan kurang enak??

Lucunya.. Sekarang dia bilang diserang buzzer, padahal dialah Buzzer itu sendiri. Dia yang pertama mengintimidasi anak kecil.

Sekarang seolah yang terdzolimi??

Itulah sebenarnya gunanya banyak kaca dan cermin di tempat Nge-Gym, biar bisa sering bercermin sebelum menghakimi orang.

Baca Juga:   Reformasi Sigit dan Reformasi Kepolisian

Nuduh orang lain tidak bersyukur dan berterima kasih, sebenarnya dianya yang jauh dari rasa terima kasih. Kalau memang DC punya sikap menerima, bersuykur dan berterima kasih. Ngapain harus permak muka??? Artinya dia tidak suka dengan apa yang Tuhan berikan.

Itulah pentingnya bukan sekedar badan yang besar, kepala yang besar, tapi otak sebesar biji wijen.***


Penulis: NN.

Disclaimer: Tulisan ini telah terbit dan viral dimedia sosial Facebook.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

(Refleksi 80 Tahun Indonesia Merdeka) Bukan Emas, Melainkan Indonesia (C)emas: Indonesia Menuju Kehancuran Raya

Marhaenist.id - Tidak terasa Indonesia sudah memasuki usia yang cukup tua dalam…

Pelantikan PA GMNI, Megawati: Sering Kali Orang Lupa Dengan Sumpah

Marhaenist - Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (AGMNI) yang juga Mantan Presiden…

Jelang Pilkada 2024, KIPP Wakatobi Ingatkan KPU dan Bawaslu Jaga Netralistas

Marhaenist.id, Wakatobi - Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kabupaten Wakatobi meminta penyelenggara…

Satu Oktober: Nyawa Lenyap, Tragedi Kanjuruhan, dan Pelanggaran HAM

Penulis: Aryasatya Krishdiansyah (Wakabid Sosial Politik GMNI UINSA Gunung Anyar).   Marhaenist.id…

Diduga Ada Penyalahgunaan Anggaran Pembebasan Lahan Pasar Mamasa, GMNI Desak Kejati Sulbar Periksa Terduga Pelaku

Marhaenist.id, Mamasa - Polemik pembebasan lahan Pasar Mamasa masih terus bergulir, hal…

Manifesto Ekonomi Nasional GMNI

Marhaenist.id - Akhir-akhir ini ekonomi Indonesia tengah berada dalam kondisi yang tidak…

Mengapa Status Bencana Nasional di Sumatera Tidak Diberlakukan?

Marhaenist.id - Ketika rumah-rumah hanyut, jalan terputus, dan warga bertahan hidup dengan…

Umumkan Pasangan Cagub-Cawagubnya, PDIP Tak Munculkan Nama Anies

Marhaenit.id, Jakarta - DPP PDI Perjuangan mengumumkan enam bakal pasangan calon gubernur dan…

Tak Ingin Militerisasi di Ruang Sipil, GMNI di Sultra Nyatakan Tolak RUU TNI

Marhaenist.id, Sultra - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Sulawesi Tenggara (Sultra) menolak…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?